Tas
Coba kita tengok koleksi tas yang kita miliki, ada berapa banyak? Bagaimana dengan warna-warnanya? Sudahkah semua warna kita miliki? Lalu bagaimana dengan aneka kegunaannya? Kita tidak mungkin pergi ke pesta dengan tas ransel atau backpack bukan?
Kebutuhan akan tas, terutama bagi kaum wanita adalah bukan lagi sekadar untuk membawa perlengkapan pribadi saja. Tas saat ini sudah menjadi komoditi fashion, yaitu pelengkap fashion kaum wanita. Tas juga tidak lagi berbentuk kotak kaku, tetapi sangat dinamis dan artistik. Pernah melihat tas berbentuk karakter kartun? Atau berbentuk gitar barangkali? Atau malah sudah menghuni lemari?
Sesuai dengan perkembangan zaman dan liarnya ide-ide kreatif, jenis-jenis tas semakin banyak dan beragam, bahannya pun begitu, dari kulit binatang sampai denim. Tengok saja toko-toko tas, majalah, katalog belanja, iklan-iklan, semua menawarkan aneka tas pria dan wanita yang cukup menarik.
Kebutuhan kaum wanita khususnya terhadap keberadaan tas memang sepertinya sudah berubah menjadi sebuah kebutuhan primer. Tas bukan lagi sebagai sekadar pelengkap penampilan tapi kebutuhan dan gaya hidup.
Takjarang, sebagian besar wanita juga seringkali memadupadankan tas dengan pakaian yang akan digunakan. Mulai dari warna, tema, dan desain. Tujuannya hanya satu, untuk mempercantik diri dan terlihat fashionable.
Kesesuaian tas dan pakaian bahkan hingga sepatu sudah bukan lagi hal yang aneh bagi kaum wanita. Entahlah, kecenderungan untuk selalu tampil beda dan cantik seperti sudah menjadi naluri.
Tas, sama dengan sepatu dan pakaian. Barang penunjang penampilan yang satu ini juga memiliki banyak penggemar. Mengoleksi tas bahkan menjadi hobi bagi sebagian wanita.
Alasan sebagian wanita tertarik mengoleksi tas karena desain tas yang menarik, warna yang cocok dengan selera, atau hanya karena merek tas yang sudah sangat digemari.
Jika berbicara tentang fungsi tas, Anda pasti sudah sangat paham. Coba bayangkan jika Anda tidak membawa tas, sementara Anda harus membawa banyak barang, yang terjadi adalah kerepotan yang luar biasa. Fungsi tas sebagai tempat menaruh berbagai keperluan selama berpergian memang tidak bisa digantikan oleh apapun.
Pada kenyataannya, tas bukan hanya kebutuhan milik para wanita. Pria pun juga demikian. Perbedaan yang mencolok antara tas untuk pria dan wanita adalah dari segi model atau bentuk. Tas untuk pria cenderung memiliki bentuk yang simple, sedangkan tas untuk wanita umumnya memiliki model yang lebih njlimet. Penambahan berbagai aksen seperti mutiara adalah hal yang wajar ketika mendesain tas untuk wanita.
Berikut ini adalah beberapa tas, yang bentuknya tidak pernah lekang oleh zaman. Berdasarkan bentuk-bentuk tas inilah, tas-tas model terbaru dikembangkan.
Macam-macam Bentuk Tas
1. Tas Ransel
Semasa SD s/d SMA dulu saya menggunakan tas ransel ke sekolah. Apalagi ketika tas ransel saat itu sedang trend dengan warna-warna dinamis tanpa banyak detail. Tas ransel atau backpack adalah sejenis tas punggung yang ditilik dari namanya memiliki sisi macho dan maskulin, tetapi lihatlah sekarang, tas ransel khusus wanita telah banyak diproduksi dengan desain yang sangat cantik dan warna-warna menarik. Fungsi tas ransel cukup praktis dan fungsional baik dari bentuk maupun kegunaannya.
2. Baguette Bag atau Tas Selempang
Lalu ada pula yang dinamakan Baguette bag, yaitu jenis tas yang didesain untuk disandang di bahu dengan tali yang memiliki strap, sehingga kita dapat mengatur panjang pendeknya, bahkan sampai melewati dada pada sebagian Baguette bag yang berukuran panjang. Baguette bag yang cantik dihiasi oleh manik-manik, mutiara, benang emas bahkan berbahan dasar kulit buaya.
3. Clucth Bag atau Tas Tangan
Pernah memperhatikan tas-tas yang dipakai wanita ketika berada di pesta? Tas-tas cantik dengan bentuk mungil dan pas di tangan itu disebut Clutch Bag. Clucth sendiri memiliki arti genggaman, yang berarti tas yang digenggam. Clucth bag hadir dalam berbagai bentuk dan bahan; bundar, persegi, segitiga, segi lima dengan bahan satin, kulit binatang, kanvas, dan lain-lain.
Awalnya, clutch bag tidak memiliki pegangan, tetapi karena banyak wanita sulit membawanya terutama ketika harus berjabat tangan, makan, dan kegiatan lain di pesta maka clutch bag sekarang juga memiliki pegangan/handle, ada yang berbahan rantai besi halus, tali, pita, dan banyak lagi.
4. Goodie Bag atau Tas Souvenir
Ketika kita berbelanja atau mendapat souvenir ulang tahun atau pernikahan, kita mendapat goodie bag yang berbentuk tas serut atau bisa juga menggunakan resleting dengan bahan dasar kain, nilon atau kanvas tipis, tas seperti ini bisa disebut sebagai Pouch bag.
Pouch yang berarti kantong berarti tas serba guna untuk membawa aneka barang dengan berbagai macam ukuran. Pouch bag dibuat dengan aneka tambahan hiasan seperti manik dan renda atau kain perca, sehingga makin cantik dan tidak tampak terlalu sederhana.
5. Kelly Bag atau Tas Kulit
Pernah mendengar nama Kelly Bag? Oh bukan, tas ini bukan kepunyaan seorang wanita bernama Kelly, tetapi nama Kelly diambil dari nama seorang artis kenamaan yang cantik jelita, Grace Kelly, yang sangat menyukai tas kulit buatan Hermes. Bahkan ketika ia sedang difoto Paparazzi, ia menyembunyikan kehamilannya yang memang belum siap ia umumkan kepada dunia dengan tas ini.
Sejak itulah tas ini populer dengan sebutan Kelly Bag. Pada dasarnya tas ini memiliki bentuk yang kaku dan formal, seperti koper kecil atau tas laptop untuk ke kantor atau bekerja dan berbahan dasar kulit binatang. Seiring dengan perkembangan mode, Kelly bag pun terus berinovasi dan memanjakan penggemarnya dengan aneka desain.
6. Tas Pak Pos
Ternyata tas Pak Pos pun turut serta meramaikan trend tas di pasaran. Ya, Postman Bag atau Messenger Bag adalah tas yang cukup diminati karena modelnya yang praktis, cukup dilingkarkan atau diselempangkan di dada kemudian si pemakai bebas melenggang tanpa harus takut tasnya jatuh atau melorot.
7. Hobo Bag atau Tas Bulan Sabit
Barangkali di antara kita pernah melihat tas atau dompet besar yang berbentuk bulan sabit atau setengah lingkaran? Ya, Itulah yang dinamakan Hobo Bag. Dengan tali panjang untuk disandang di bahu, membuat Hobo bag hadir sebagai tas modis yang cantik dengan desain unik. Mengapa dinamakan Hobo bag? Karena tas ini awalnya diilhami oleh para pekerja (kaum hobo) yang mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya di Amerika pada abad ke 19, mereka biasa membawa semacam kantong yang diikatkan langsung ke bahu mereka.
8. Tote Bag atau Tas Jinjing
Jika ingin membawa berbagai keperluan sehari-hari yang cukup banyak (biasanya anak kuliah atau ibu-ibu), gunakan saja Tote Bag, yaitu tas jinjing yang berukuran besar dan dilengkapi oleh resleting atau tali. Pada beberapa tote bag bisa juga tidak ditemukan resleting atau penutup isinya sama sekali, seperti tote bag berbahan katun atau kanvas tipis misalnya. Kata Tote sendiri memiliki arti “membawa”.
Jadi, tas apa yang menjadi pilihan Anda?
***
Sekarang ini banyak kajian yang mengkritisi kehidupan manusia di zaman modern. Mulai dari wacana tentang kehidupan sosial, budaya hingga spiritual. Banyak literatur dan juga tokoh yang menjadi acuan untuk memandang sekaligus menilai bagaimana manusia di milenia ini beranjak dari tidur kemudian kembali lagi tidur dengan segala aktifitas dan rutinitas.
Semua hal yang berkaitan dengan manusia dikritisi, dinilai, dikaji, dan dibandingkan. Tentu saja itu merupakan hal lumrah karena fitrah dari setiap orang adalah untuk menjadi pengamat yang kemudian menjadi penilai.
Yang terkadang menjadi permasalahan adalah pada saat hasil penilaian merupakan penilaian ngawur dan tanpa dasar. Atau hasil penilaian yang diberikan merupakan sentimen semata yang membuatnya menjadi sesuatu yang kurang bermakna.
Begitu juga dengan apa yang akan tertulis di sini: bukan merupakan sentimen pribadi namun sebuah pengamatan yang tentu saja didasari bukti-bukti otentik yang dapat disaksikan oleh semua orang.
Hal ini berkaitan dengan bagaimana sebuah komunitas atau masyarakat menjadi sebuah entitas yang dapat terwakili melalui benda-benda di sekitar mereka. Walaupun akan terlihat sedikit mendakwa, tetapi fenomena yang akan dipaparkan sudah menjadi hal umum yang juga bukan lagi menjadi rahasia publik.
Derajat Atau Strata
Di era yang semakin maju ini, banyak tercipta lapisan masyarakat yang dengan uniknya memiliki hal-hal tertentu yang bisa mengungkapkan di lapisan apa masyarakat atau anggota masyarakat tersebut. Sebagai contoh adalah fashion yang terwakili oleh benda-benda pembentuk fashion itu sendiri seperti tas, sepatu, pakaian, dan lain-lainnya.
Memang bukan merupakan pengamatan yang terlalu mendalam, tetapi ada beberapa hal yang secara kasat mata mampu dinilai dari benda-benda pembentuk strata itu. Jika yang menggunakan tas adalah mereka yang mengerti fashion, selalu saja yang dikenakan merupakan tas yang cocok dengan apa yang sedang dikenakan.
Dengan gaya casual dan berbagai bentuk tas yang biasa saja, kita bisa menilai bahwa kemungkinan pemakainya merupakan anggota dari lapisan menengah ke atas.
Disebut sebagai anggota masyarakat lapisan menengah karena mereka yang berada di lapisan ini biasanya mereka yang sudah mengerti fashion sehingga memahami bagaimana memadupadankan satu aksesoris dengan aksesoris lainnya.
Dapat juga dinilai sebagai masyarakat lapisan atas karena biasanya semakin sederhana yang dipakai dan semakin cocok dengan pemakainya, yang dikenakan itu adalah barang mahal.
Bahkan ada ungkapan yang mengatakan: there lies complexity within simplicity – atau sesuatu yang rumit terbalut dengan hal yang sederhana. Tentu saja ini bukan perkara mudah untuk menciptakan tas, sepatu, ikat pinggang, atau bentuk fashion lainnya yang sederhana namun dengan elegan dibalut dengan kerumitan yang indah.
Barang-barang semacam ini tentu saja bukan barang murahan. Banyak yang harus dipikirkan untuk mendapatkan kualitas barang seperti ini. Jika tas maupun bentuk fashion lain yang dikenakan adalah yang itu-itu saja atau cenderung berwarna, maaf, norak, kemungkinan pemakainya adalah masyarakat dari kelas menengah ke bawah.
Disebut sebagai anggota kelas menengah karena walaupun banyak dari mereka yang mengerti fashion, banyak dari mereka yang terlalu sibuk hanya untuk memikirkan tas apa atau sepatu apa yang akan digunakan untuk acara apa.
Yang Mereka Punyai Adalah Yang Mereka Pakai
Yang mereka punyai adalah barang yang membuat mereka nyaman dan semua itu sudah cukup. Disebut sebagai anggota masyarakat kelas bawah karena barang-barang yang biasanya dihargai tidak begitu tinggi tentu saja tidak dibuat dengan pemikiran dan pertimbangan yang terlalu berat.
Sedikit pertimbangan artistik sehingga perpaduan warna biasanya asal tabrak atau karena keterbatasan dana produksi sehingga bahan yang digunakan untuk mencipta produk fashion tidak sebagus produk yang sederhana seperti yang disebut di atas tadi.
Karena itu, yang bisa mendapatkan barang-barang ini adalah mereka yang hanya ingin mengeluarkan sedikit uang untuk fashion mereka. Akan tetapi, apapun tas, sepatu, pakaian ataupun produk fashion lain yang dipakai oleh semua anggota lapisan masyarakat, yang terlihat tentu saja hanya bagian luarnya saja.
Banyak hal lain yang mempengaruhi penilaian dan belum tentu penilaian itu benar. Meskipun demikian, produk fashion seperti tas dan aksesoris lainnya tetaplah menjadi sebuah perlambang, ada di lapisan mana seseorang tersebut. Sebuah perlambang yang hanya menjadi perlambang saat kita tidak pernah mempermasalahkannya.

