Hikmah dan Tata Cara Ibadah Haji
Haji adalah salah satu jenis ibadah yang banyak menguras tenaga, bukan secara fisik saja, namun juga mental. Makna dari pelaksanaan rukun Islam yang ke lima ini adalah untuk mendekatkan dan penyerahan diri kepada Allah SWT.
Selain maknanya, kita pun harus memahami tata cara ibadah haji yang benar. Agar pelaksanaannya tidak hanya sekedar asal-asalan saja. Tujuannya jelas agar memperoleh haji yang benar-benar mabrur dan selalu mendapat ridha dariNya.
Tata Cara Ibadah Haji yang Benar
Seperti jenis ibadah yang lain, dalam melaksanakan ibadah rukun Islam yang ke lima juga dituntut untuk mengerti tata cara ibadah haji sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW jaman dulu.
Adapun urut-urutannya adalah sebagai berikut :
1. Melaksanakan ihram
Kegiatan ini bisa dimulai pada hari-hari pertama bulan Syawal dengan cara mandi dan berwudhu, kemudian mengenakan Ihram untuk melakukan ibadah haji. Setelah itu berangkat menuju Arafah serta melafalkan do’a untuk meniatkan diri
2. Wukuf
Pelaksanaannya adalah tanggal 9 di bulan Zulhijah yang dimulai ketika matahari telah tenggelam hingga mulai terbit lagi pada keesokan harinya, yaitu saat yang tepat untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.
3. Mabit di kota Mekkah
Waktu pelaksanaannya adalah di waktu malan hingga sebelum matahari terbit. Jamaah haji harus mengumpulkan batu kecil atau kerikil yang jumlahnya 49 serta melaksanakan ibadah shalat subuh, kemudian berangkat ke Mina. Sampai di sana berhenti sementara waktu di monumen yang suci dengan tujuan berzikir serta melakukan shalat subuh.
4. Melempar jumrah
Tempat pelaksanaannya berada di sebuah bukit yang bernama ‘Aqabah pada bulan Zulhijah tanggal 10. Caranya adalah dengan mengambil tujuh buah batu yang kecil kemudian melakukan penyembelihan binatang kurban.
5. Tahalul
Yaitu melepas ihram setelah semua rukun ibadah Haji telah rampung dikerjakan. Hal ini bisa dilakukan setelah melempar jumrah ‘aqobah. Caranya dengan melakukan pemotongan rambut paling sedikit sebanyak tiga helai.
Setelah pelaksanaan tahalul selesai, jamaah haji sudah boleh mengenakan baju biasa dan tidak dilarang lagi melakukan kegiatan yang merupakan larangan ketika masih mengenakan ihram. Kecuali satu saja yang belum boleh dilakukan yaitu melakukan hubungan suami isteri.
Sedangkan bagi mereka yang mau melakukan tawaf, bisa pergi ke Mekkah secara langsung. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan melaksanakan sa’i serta tahalul yang kedua dengan cara yang sama dengan yang pertama. Maka sejak saat itu kita sudah boleh untuk melakukan segala hal yang sebelumnya tidak diperbolehkan.
6. Mabit di Mina
Kegiatan ini diselenggarakan juga pada bulan Zulhijah selama tiga hari yaitu mulai tanggal sebelas, duabelas dan tigabelas dengan cara melempar jumrah lagi sebanyak tujuh kali setiap hari. Setelah kegiatan ini rampung dilakukan, maka semua jenis dari pelaksanaan ibadah Haji sudah selesai dan para jamaah bisa balik lagi ke kota Mekkah.
Haji adalah jenis ibadah yang selalu dirindukan oleh semua pemeluk agama Islam. Oleh sebab itu bagi mereka yang sudah siap secara fisik dan mental dan punya kesempatan, agar segera melaksanakannya secepat mungkin agar kesempatan itu tidak menjadi hilang begitu saja.
| Beri rating untuk artikel di atas |








