logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Fikih

Tata Cara Mandi Wajib yang Benar


Ilustrasi tata cara mandi wajib

Mandi wajib merupakan suatu hal yang pasti dilakukan muslim ketika dewasa. Baik pria maupun wanita, ketika menginjak dewasa pasti melakukan prosesi ini. Namun, banyak yang belum memahami secara pasti langkah-langkah mandi wajib. Dalam artikel ini nanti akan dijelaskan tata cara mandi wajib dengan lengkap.

Dalil Mandi Wajib

Kesucian merupakan dasar dari ibadah dalam Islam. Muslim diharuskan untuk dalam keadaan suci ketika melakukan ibadah. Suci ini dalam arti jasmaniah, sedangkan proses penyucian ini dilakukan dengan wudhlu atau tayamum. Jika dalam keadaan junub, maka seseorang harus melakukan mandi wajib sebelum melaksanakan ibadah. Berikut ini merupakan beberapa dalil keharusan penyucian diri sebelum melakukan ibadah.

  • “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat, dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri” (QS. Al-Baqarah: 222).
  • “Suci separuh dari iman” (HR. Muslim).

Selain dalil-dalil mengenai keharusan penyucian diri di atas, terdapat pula dalil tentang mandi junub. Beberapa dalil yang memerintahkan untuk mandi jika seseorang dalam keadaan junub, yaitu sebagai berikut.

  • “Dan jika kalian junub maka mandilah” (QS. Al-Ma`idah : 6).
  • “Dan jangan pula (dekati sholat) sedang kalian dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kalian mandi” (QS. An-Nisa` : 43).
  • “Apabila dua kemaluan saling bersentuhan, maka telah diwajibkan atas keduanya untuk mandi” (HR. Muslim).
  • “Allah tidak menerima shalat seseorang yang tanpa thoharoh (bersuci)” (HR. Muslim).

Dari beberapa dalil di atas, memang diatur kewajiban untuk bersuci. Apalagi jika dalam keadaan junub, maka penyucian ini menjadi kewajiban yang harus dilakukan setiap muslim ketika menginjak dewasa. Oleh karena itu, setiap muslim harus mengerti tata cara mandi wajib yang benar.

Penyebab Mandi Wajib

Keadaan junub biasa dialami seseorang ketika menginjak dewasa. Seorang laki-laki mencapai dewasa ketika dia mimpi basah, sedangkan wanita menginjak dewasa ketika telah haid. Untuk umur mencapai dua hal tersebut bervariasi setiap orangnya. Keadaan ketika menginjak dewasa ini membuat seorang muslim dikenakan berbagai hukum syariat, misalnya adalah kewajiban sholat dan puasa.

Hal-hal yang menyebabkan mandi wajib sendiri ada beberapa macam. Jika seseorang telah mengalami salah satu dari kejadian ini, maka dia wajib melakukan mandi besar sebelum melakukan ibadah. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan mandi wajib.

1. Keluarnya Air Mani

salah satu hal yang menyebabkan seseorang harus melakukan mandi junub yaitu keluarnya air mani, baik dalam keadaan tidur atau sadar, karena adanya syahwat. Hal ini diriwayatkan dalam beberapa hadits. Keluarnya air mani merupakan salah satu penyebab yang sering menyebabkan seseorang melakukan mandi wajib. Berikut beberapa dalil yang menjelaskan masalah ini.

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran (maka aku pun tidak malu untuk bertanya): Apakah wanita wajib mandi bila bermimpi? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, apabila ia melihat air mani setelah ia bangun” (Muttafaqun Alaih)

“Rasulullah ditanya tentang seseorang yang mendapatkan bekas basahan dan dia tidak menyebutkan bahwa dia mimpi, beliau menjawab: Wajib mandi. Dan (beliau juga ditanya) tentang seseorang yang menganggap bahwa dirinya mimpi tapi tidak mendapatkan basahan, beliau menjawab : Tidak wajib atasnya untuk mandi” (HR. Abu Daud dalam Shohih At-Tirmidzy).

Hadits di atas menjelaskan bahwa seseorang harus melakukan mandi wajib jika mengeluarkan mani, baik disengaja atau tidak. Sedangkan jika merasa mimpi, namun tidak mendapatkan air mani, maka dia tidak wajib untuk mandi. Namun, jika seseorang melakukan persetubuhan dengan lawan jenis, maka dia diwajibkan untuk melakukan mandi wajib. Hal ini sesuai hadits berikut ini.

“Apabila seseorang duduk antara empat bagiannya (tubuh perempuan) kemudian ia bersungguh-sungguh, maka telah wajib atasnya mandi. Dan salah satu riwayat dalam Shohih Muslim “walaupun tidak keluar” (HR. Bukhary-Muslim).

2. Wanita yang Mengalami Haid

Wanita harus melakukan mandi wajib setelah darah haid berhenti keluar. Jika dia melakukan mandi wajib dan setelahnya masih ada darah yang keluar, maka mandinya tidak sah. Berikut dalil melakukan mandi wajib ketika selesai haid:

“Dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri” (QS. Al-Baqarah: 222).
“Jika telah tiba masa haidhmu maka tinggalkan shalat, dan bila selesai masa haidmu maka mandilah kemudian shalatlah” (HR. Bukhari).

Wanita yang mengalami nifas juga wajib melakukan mandi. Nifas merupakan darah yang keluar ketika melakukan persalinan. Hal ini biasanya berlangsung selama dua sampai tiga hari. Dalil yang digunakan dalam masalah nifas ini sama dengan dalil haid. Hal itu karena nifas dianggap sama konteksnya dengan haidh.

3. Orang Kafir yang Masuk Islam

Orang kafir ini adalah orang yang tertutup dari rahmat Allah, baik kafir asli, dalam arti memang dari lahir bukan Islam maupun kafir murtad, wajib melakukan mandi. Berikut dalil yang mewajibkan mandi orang kafir ketika masuk Islam:

“Dari Qais bin Ashim Radhiyallahu Anhu bahwa ia masuk Islam, lalu diperintah oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam agar mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan daun bidara” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 128, Nasa’I I: 109, Tirmidzi, II:58 no: 602 dan ‘Aunul Marbud II: 19 no: 351).

4. Orang Meninggal

Orang meninggal juga harus dimandikan sebelum dikebumikan. Berikut merupakan dalil hadits yang digunakan: “Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara dan kafanilah dengan dua baju” (HR. Bukhary-Muslim).

Tata Cara Mandi Wajib 

Mandi wajib memiliki tata cara dalam pelaksanaannya. Memang pada prinsipnya tata cara mandi wajib adalah membawahi sekujur tubuh. Namun, ada beberapa langkah yang menjadi patokan dalam melakukan mandi wajib. Hal ini jika pelakunya ingin melakukan tata cara mandi wajib yang sempurna. Jika hanya ingin melakukan tata cara mandi wajib hanya untuk memenuhi syarat, hanya dua poin teratas yang harus diperhatikan. Berikut langkah-langkah dalam tata cara mandi wajib.

1. Niat

Tata cara mandi wajib yang pertama adalah melakukan niat dalam hati dan tidak perlu diucapkan. Berikut contoh niat melakukan mandi wajib: Bismillahi Rahmani Rahimi, aku melakukan mandi wajib karena Allah taala.

2. Membasahi Seluruh Anggota Badan

Setelah membaca niat di dalam hati, langkah berikutnya yaitu dengan membasahi seluruh anggota badan. Lakukanlah dengan benar dan sesuai dengan langkah-langkahnya. Beberapa hal yang disunahkan dalam melaksanakan hal ini, yaitu sebagai berikut.

  1. Dimulai dengan membasahi kedua tangan sebanyak tiga kali. “Kami (para shahabat) saling membicarakan tentang mandi junub di sisi Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam maka beliau berkata: Adapun saya, cukup dengan menuangkan air di atas kepalaku tiga kali kemudian setelah itu menyiramkan air ke seluruh badanku” (HR. Ahmad dan dishohihkan oleh An-Nawawy dalam Al-Majmu’ 2/209 dan asal hadits ini dalam riwayat Bukhary-Muslim).
  2. Mencuci kemaluan.
  3. Melakukan wudu dengan sempurna sebagaimana wudhlu biasa, yang membasuh mulai dari anggota badan sebelah kanan. “Kami (istri-istri Nabi-Pent) jika salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil dengan kedua tangannya tiga kali diatas kepalanya kemudian mengambil dengan salah satu tangannya diatas bagian kepalanya yang kanan dan tangannya yang lainnya diatas bagian kepalanya yang kiri” (HR. Aisyiah).
  4. Menuangkan air ke kepala sebanyak tiga kali sambil menyibak rambut sehingga air menyerap sampai kulit kepala. Ada juga yang menganjurkan dengan membersihkan kepala dengan cairan pembersih atau istilahnya berkeramas.
  5. Membasahkan air ke sekujur tubuh dengan memulai dari bagian sebelah kanan, lalu dilanjutkan ke bagian tubuh sebelah kiri. Jangan lupa membasahi ketiak, bagian dalam dan balik telinga, bagian pusar, dan jari-jari kaki. Hal ini dilakukan sedikitnya tiga kali.
  6. Bagi perempuan yang memiliki rambut panjang, tidak diwajibkan baginya untuk menguraikan rambutnya seperti halnya laki-laki. Hal ini sesuai hadits berikut ini: “Bahwa seseorang perempuan bertanya kepada Rasul Allâh SAW: “Jalinan rambutku amat ketat, haruskah diuraikan jika hendak mandi janabah? ”Rasul AllâhSAW menjawab: “Cukuplah bila engkau menuangkan ke atasnya air tiga kali, kemudian engkau timbakan ke seluruh tubuhmu. Dengan demikian engkau telah suci” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidziy).

Ada tata cara mandi wajib menurut hadits lainnya, yaitu: “Saya meletakkan untuk Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam air mandi janabah maka beliau menuangkan dengan tangan kanannya diatas tangan kirinya dua kali atau tiga kali kemudian mencuci kemaluannya kemudian menggosokkan tangannya di tanah atau tembok dua kali atau tiga kali kemudian berkumur-kumur dan istinsyaq (menghirup air)

kemudian mencuci mukanya dan kedua tangannya sampai siku kemudian menyiram kepalanya kemudian menyiram seluruh tubuhnya kemudian mengambil posisi/tempat, bergeser lalu mencuci kedua kakinya kemudian saya memberikan padanya kain (semacam handuk-pent.) tetapi beliau tidak menginginkannya lalu beliau menyeka air dengan kedua tangannya” (HR. Bukhary-Muslim).

Demikianlah pembahasan mengenai mandi junub. Dimana mandi junub merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh mereka yang telah mengalami mimpi basah, wanita yang beres haid, serta bagi pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan badan. Mandi junub tersebut harus dilakukan agar ibadahnya sah di mata Allah Swt. Di dalam melakukan mandi junub, sebaiknya dilakukan dengan tata cara mandi wajib yang benar dan sesuai dengan langkah-langkahnya. Semoga apa yang telah dibahas di atas dapat bermanfaat bagi Anda.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Manfaat Dakwah Bagi Kehidupan
  • Mengetahui Macam-macam Tempat Ruqyah
  • Hukum Syariah Islam
  • Kiat Agar Ceramah Lebih Menarik
  • Istri Sholehah - Kebahagiaan Seorang Suami
  • Misteri Kubur - Berziarah ke Alam Barzakh
  • Keistimewaan Para Sahabat Nabi Muhammad SAW
  • Fungsi dan Contoh Radio Dakwah Islam
  • Fiqh Ibadah Shalat dalam Islam
  • Seperti Apa Berpakaian dalam Islam?
  • Meraih Takwa dengan Peningkatan Akhlak kepada Allah SWT
  • Memetik Pelajaran dari Metode Dakwah Rasulullah di Makkah
  • Apa Hukum Cerai dalam Islam?
  • JENIS - JENIS HEWAN HARAM MENURUT ISLAM
  • Matahari, Sebuah Pelajaran bagi Aktivis Dakwah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA