Tata Cara Zikir yang Baik
Ilustrasi tata cara zikir
Berzikir atau mengingat Allah merupakan salah satu cara beribadah kepada Allah Swt. Dengan berzikir manusia akan selalu ingat hakikat kehidupannya di muka bumi ini. Banyak sekali lafadz zikir yang bisa diucapkan untuk mengingat Allah Swt, misalnya saja subhanallah, Alhamdulillah, allahuakbar, ataupun dengan melafadzkan asmaulhusna. Agar zikir membuat perubahan pada diri secara keseluruhan, zikir harus dilakukan sesuai dengan tata cara zikir yang benar.
Faedah Zikir
Sebelum membicarakan tata cara zikir, ada baiknya mengetahui faedah zikir. Hanya dengan mengingat Allah Swt hati akan menjadi tenang. Bagaimanakah cara mengingat Alalh Swt yang benar? Dengan zikir tentunya. Kehidupan yang semakin tidak menentu dengan berabgai tingkah pola manusia, sangat rentan menimbulkan kegelisahan. Ada orang yang akan menikah, orang yang belum juga diberi jodoh, menjadi galau dan gelisah. Merasa kecil hati dan bertanya mengapa belum jugta mendapatkan pasangan.
Melihat orang yang usianya lebih muda telah mempunyai segala yang diinginkan di dunia, seperti mobil, rumah, dan lain-lain, hati menjadi gelisah dan bertanya mengapa tidak diberi hal-hal seperti itu. Mengapa orang yang terlihat tidak terlalu alim malah diberi harta yang banyak. Padahal merasa diri telah melakukan banyak hal dalam pengabdian kepada Allah Swt. Adanya rasa frustasi belum juga dikabulkan apa yang diminta menjadikan hati tidak ingin lagi beribadah dengan baik.
Lalu mencoba melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Akhirnya malah mendapatkan masalah yang lebih parah. Ternyata melawan hukum Sang Khalik itu malah akan menimbulkan keletihan jiwa yang lebih parah. Bagi orang-orang yang berpikir, membuat hati mereka tetap merendah, bersabar, dan bersyukur dengan segala ketetapan Allah Swt adalah pilihan mutlak. Mereka tetap berusaha berada pada jalan yang benar tanpa mempermasalahkan apakah doa mereka telah terjawab ataupun belum.
Bagi mereka, kewajiban umat itu mengabdi dan menerima apa adanya yang telah digariskan. Bila terus menuntut atau bahkan dengan cara mengancam, itu artinya hati telah menjadi batu dan sombong. Apalagi lalu menjadi murtad dan berpaling dari Allah Swt. Ketika ia ternyata menjadi lebih kaya setelah tidak lagi berbakti kepada Tuhannya, ia malah menjadi bangga dan lebih sombong lagi. Padahal kekayaan yang didapatkan oleh orang-orang yang membangkang itu adalah suatu tipu daya Allah Swt.
Orang-orang yang beriman tidak akan memandang kejadian itu dari kekayaan yang didapatkannya. Mereka akan merasa ngeri melihat orang yang sombong dan mereka berlindung dari perbuatan yang keji tersebut. Bukankah harta tak akan dibawa mati. Harta yang tidak halal itu bahkan akan menjadi beban. Tidak jarang harta itu akan menjadi rebutan karena tidak berkah. Tidak ada gunanya memaksakan kehendak kepada Sang Pencipta. Pengatur hidup ini bukan manusia.
Hati yang Stabil
Lalu bagaimanakah membuat hati tetap pada posisi stabil dan tetap ingat bahwa manusia itu harus beribadah dan menyembah Allah Swt dengan sebenarnya? Berzikir. Itulah jawabannya. Orang-orang yang senantiasa berzikir, hatinya akan tenang. Ia yang membuat berzikir bagai aliran darah dalam tubuhnya, tidak akan peranh lupa untuk membaca basmalah ketika akan makan atau melakukan segala sesuatu yang tidak melanggar tuntunan.
Ia akan terus bersandar pada Khaliknya tanpa pikiran negatif sedikit pun. I atahu bahwa menyandarkan diri kepada sang Pencipta itu akan membuat hati tenang dan tidak ada gelisah. Hal ini karena apa yang ia lihat dan apa yang ia rasakan selalu dianlisis berdasarkan hukum yang hak. Hukum yang membuat dirinya mantap menjalani semua ketetapan yang telah digariskan.
Ketika ia belum juga dipanggil ke Baitullah, ia bersabar. Saat rezeki berupa harta terasa buntuh dan tidak menemukan jalan keluar, ia tetap berusaha dengan sekuat tenaga mendapatkan rezeki itu walaupun sedikit. Ia sangat yakin bahwa tiada kerja kerasa yang sia-sia dan bahwa suatu saat rezeki itu akan datang dari arah yang tak pernah ia sangka-sangka. Semua kepedihan dan kegelisahan jiwa, ia pasrahkan kepada yang Maha Segalanya. Inilah faedah yang didapatkan oleh orang-orang yang senang berzikir.
Ketika merasa sangat sedih, mereka akan mendapatkan penghiburan. Rasa syukur yang mudah hinggap dalam hatinya mendorongnya untuk selalu ingat bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya itu ada di alam keabadian dan bukan di dunia ini. Ia tidak akan merasa cemburu denga rezeki orang lain. Ia tahu bahwa ia hanya berhal cemburu dengan dua jenis manusia. Manusia pertama adalah yang mempunyai harta tetapi sangat penyantun. Manusia jenis kedua yang harus dicemburui adalah yang sangat alim dan mau membagi ilmunya.
Ia tak mau cemburu karena ia tahu bahwa semua manusia telah mendapatkan kadar harta sendiri-sendiri dan tidak harus iri dengan harta siapapun. Bagaimana bisa mendapatkan perasaan seperti itu kalau tidak pernah diasah? Salah satu batu pengasah kelembutan hati itu adalah dengan berzikir. Kesungguhan dalam berzikir ini akan memberikan dampak yang luar biasa. Kemarahan tidak akan mudah tersulut. Bagi orang yang senang berzikir, hatinya yang tenang itu membuatnya tidak mudah marah.
Bagaimana Berzikir yang Baik?
Beberapa cara berzikir yang perlu diperhatikan antara lain agar zikir itu memberikan faedah yang sesungguhnya. Pertama, melembutkan suara. Hal ini sesuai dengan Al Quran surat Al A’raf ayat 55 yang artinya “Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan dengan suara yang lembut.” Kenapa harus melembutkan suara ketika berzikir? Hal ini dapat disamakan ketika sedang menghadap atasan. Tentulah Orang akan bersikap sopan, menjaga tingkah laku, dan bersuara dengan lembut sebagai penghormatan kepada atasan.
Suara lembut akan menentramkan siapa saja yang mendengarnya dan menentramkan hati. Suara lembut akan lebih mudah diresapi dan membawa dampak perubahan bagi yang berzikir. Tidak perlu berteriak dan meninggikan suara karena Allah Swt maha mendengar. Suara yang lembut itu juga akan lebih mudah menyentuh hati dan jiwa. Zikir itu akan menjelma menjadi bagai siraman air yang sejuk di tengah padang nan gersang.
Kedua, berzikir di tempat yang suci. Allah Swt adalah suci dan menyukai tempat-tempat yang suci. Salah satu syarat dari berbagai ibadah kepada Allah Swt adalah dalam keadaan suci baik tempat maupun pakaian. Tempat yang suci ini bisa dianalogikan sebagai tempat yang nyaman ketika sedang melakukan suatu pekerjaan.
Tempat yang nyaman akan membuat hasil kerja maksimal. Begitu juga tempat yang suci ketika berzikir akan membuat zikir yang dilakukan lebih maksimal dan membuat efek perubahan pada hati. Berzikir bisa dilakukan di mana saja seperti saat sedang naik kendaraan, berada di kamar, berada di tempat kerja, asalkan tempat-tempat tersebut suci. Tidak dianjurkan melakukan zikir ketika sedang berada di kamar mandi.
Tempat yang suci, bersih, dan tenang ini akan membuat bacaan zikir lebih terdengar oelh telinga dan meresap hingga ke seluruh relung jiwa. Apalagi kalau kata-kata dalam zikir itu dipahami dengan baik sehingga lebih bisa dihayati dengan baik. Coba kalau berzikir ketika sedang menonton film perang. Tentu saja pikiran akan terpecah. Pikiran yang terpecah ini tentu saja akan memberikan hasil yang kurang maksimal.
Ketiga, berzikir dengan hati tulus dan ikhlas. Semua ibadah akan membawa dampak kepada yang melakukannya jika dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Tata cara zikir dengan tulus dan ikhlas karena mengharap ridha Allah adalah kunci dari semua ibadah. Ketika berzikir, setelah berada di tempat yang suci dan memelankan suara, berzikirlah dengan tulus dan ikhlas karena Allah maka hati akan menjadi damai.
Zikir yang terbaik adalah mengucapkan kalimat “Laa ilaha illallah”. “La ilaaha illallah” adalah kalimat tauhid yang merupakan inti dari zikir tersebut. Dengan melafazkan “La ilaaha illallah” hamba Allah Swt akan selalu ingat akan keesaan Allah Swt. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan membuat orang yang berzikir akan selalu bergantung kepada-Nya.
Tidak akan meminta bantuan selain kepada Allah dan akan selalu merasa damai karena Allah Swt selalu bersamanya. Berzikirlah maka hati akan tenang dan sesungguhnya dengan ketenangan hati ini akan menjauhkan diri dari berbagai macam penyakit lahir dan batin.

