logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Nilai Budaya

Tatakrama dalam Kehidupan


Ilustrasi tata krama

Tata krama adalah tata cara atau aturan turun-temurun yang berkembang dalam suatu budaya masyarakat yang mengatur pergaulan antarindividu maupun kelompok untuk saling pengertian, hormat-menghormati menurut adat yang berlaku. Tata krama mengandung nilai-nilai yang berlaku pada daerah setempat. Oleh karena itu, tata krama suku bangsa yang satu tentu berbeda dengan suku bangsa yang lain.

1.Tata Krama Suku Jawa

Tata krama, etika, atau sopan santun yang dimiliki oleh suku bangsa Jawa tidak terlepas dari sifat-sifat halus dan kasar. Etika suku bangsa Jawa terlihat dalam etiketnya meliputi banyak segi seperti unggah-ungguh, suba sita dan lain-lain, kesemuanya mencakup hubungan selengkapnya antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam sekitarnya.

Etika antara manusia dengan sesamanya dibedakan antara yang muda dengan yang tua (anak-orang tua, kakak-adik, murid-guru), atasan dengan bawahan, dengan yang sebaya dan sebagainya. Adanya pengelompokan tatanan dalam berinteraksi tersebut mengharuskan manusia Jawa untuk berperilaku atau berbicara dengan melihat posisi, peran serta kedudukan dirinya dan posisi lawan.

Tata krama suku bangsa Jawa tidak hanya tampak pada tatanan bahasa yang digunakan, tetapi juga pada gerakan tubuh atau badan. Dari isyarat gerakan tubuh maupun tatanan bahasa yang digunakan dapat diketahui dengan siapa seseorang berhadapan.Tata krama yang sangat menonjol pada keluarga Jawa adalah dalam percakapan sehari-hari dan bahasa yang digunakan.

Berbahasa Jawa krama/halus adalah pernyataan menghargai atau menghormati kepada orang yang diajak bicara, yang juga tampak dalam sikap dan tingkah laku, raut muka dan sebagainya. Berbagai tata krama Jawa diajarkan sejak anak masih kecil, dengan harapan bisa menggunakannya di mana pun dan kapan pun.

Tentu saja penggunaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Aktualisasi tata krama yang ditampilkan generasi muda mencakup tiga arena, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam pembentukan jati diri maupun kepribadian seseorang. Di dalam keluargalah seorang anak dikenalkan berbagai aturan, norma, dan nilai-nilai yang baik. Seorang anak dari keluarga yang beretika baik akan memiliki budaya kesopanan dengan baik pula, dan begitu pula sebaliknya.

Sekolah adalah salah satu tempat sosialisasi yang penting bagi generasi muda. Sekolah sebagai lembaga formal mempunyai peraturan-peraturan sendiri yang mengharuskan murid untuk mematuhinya, seperti seragam, jam-jam pelajaran, etika terhadap guru dan sebagainya. Di sini yang sangat berperan adalah pemberian pelajaran budi pekerti. Di dalam masayarakat berbagai unsur misal kebiasaan, adat istiadat dan norma-norma yang berlaku turut menentukan perilaku seseorang.

Di dalam masyarakat kadang seorang anak mendapat pengaruh yang sangat besar sebab di dalam masyarakat bertemu berbagai lapisan masyarakat yang sangat beragam dengan latar belakang sosial budaya yang beragam pula. Seseorang yang melanggar etika akan mendapatkan sangsi dari yang ringan sampai yang berat tergantung apa yang dilanggarnya.

2.Macam-Macam Tata Krama

Sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtua sudah seharusnya kita berbuat baik kepada keduanya. Untuk itu kita harus memperhatikan tata krama dalam berbakti kepada keduanya. Adapun tata krama dalam berbakti kepada kedua orang tua, di antaranya adalah:

a. Kepada Orangtua

* Mencintai dengan sepenuh hati. Cintailah kedua orang tuamu dengan sepenuh hati, hormatilah dan muliakanlah mereka.

* Mendengarkan nasehatnya. Hormat dan patuh atas segala perintahnya yang tidak bertentangan dengan syariat.

* Mengembirakan hatinya. Hiburlah selalu kedua orangtuamu agar hatinya selalu gembira.

* Menjabat tangannya. Jabat tangannya sebagai wujud penghormatan kepadanya.

* Menghadapi dengan wajah berseri. Hadapi kedua orang tuamu dengan wajah berseri meskipun hatimu terluka.

* Mendoakannya sepanjang waktu. Doakan keduanya agar diberi kesehatan dan umur penjang, serta semua amal kebaikannya diterima oleh Allah.

* Senantiasa meminta doa restu kepada orang tua setiap akan melakukan aktivitas.

* Bersikap sopan, karena hal itu akan membahagiakannya.

* Tidak mengeraskan suara di hadapannya, supaya tidak ada kesan engkau membentaknya atau memarahinya.

* Tidak membelakanginya. Jangan membelakangi mereka seraya memanggil namanya.

* Tidak menyakiti hatinya baik dengan perkataan maupun perbuatan.

* Tidak mengeluarkan makian dan perkataan kasar.

* Mencari ridhonya setiap hari, karena ridho orang tua berarti juga ridho Allah.

* Membantu pekerjaannya, karena dengan membantu pekerjaan kedua orang tua termasuk juga mencari ridhonya.

* Membantunya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh keduanya.

* Menjaga nama baiknya di hadapan orang lain.

* Segera menjawab apabila dipanggil.

b.Kepada Guru

Ibu dan bapak guru bertugas memberikan pendidikan dan pelajaran kepada kita sebagai murid-muridnya. Mereka juga sekaligus berperan menjadi wakil orangtua kita selama kita berada di sekolah. Gurulah yang menjadikan kita sebagai murid-muridnya bisa membaca, menghitung, menyanyi, olahraga, bahkan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, yaitu berakhlak islami seperti yang dicontohkan Rasulullah saw.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita hormat kepada mereka, mengingat perjuangan kesungguhan mereka dalam mendidik, memperbaiki akhlak dan mengajari kita akan berbagai hal ilmu yang bermanfaat.Mereka menasehati kita dengan nasihat-nasihat yang bermanfaat dan menyejukkan hati. Semua itu mereka lakukan karena sayang pada kita, seperti sayang orangtua pada kita.

Harapan mereka adalah agar murid-muridnya menjadi orang yang pintar, sukses, berakhlak mulia, serta berguna bagi masyarakat, bangsa, negara, bahkan agamanya. Karena begitu banyaknya peran guru dalam kehidupan kita, sudah seharusnya bagi kita menghargai guru-guru kita seperti kita menghargai kedua orangtua kita.

Jika duduk di depannya, duduklah dengan sopan, dan kalau bicara, bicaralah dengan santun. Nah, ada beberapa adab dan tata krama yang harus diperhatikan oleh setiap murid terhadap gurunya, di antaranya:

* Bertanya dengan sopan

* Disiplin dalam mengikuti pelajarannya

* Mengucapkan salam terlebih dahulu jika bertemu dengan guru

* Mematuhi perintah guru, selama untuk kebaikan

* Mendengarkan dan memperhatikan dengan baik ketika guru sedang memberikan pelajaran

* Tunjukkanlah sikap merendahkan diri dan sopan terhadap guru

* Tidak berjalan di depan guru kecuali jika diizinkan

c.Berkendaraan

Beberapa waktu yang lalu ini kita semua dikagetkan dengan berita tentang tewasnya sembilan pejalan kaki di kawasan Tugu Monas. Di antara sembilan orang yang meninggal itu terdapat anak balita dan seorang ibu yang sedang hamil. Kematian mereka disebabkan karena kelalaian seorang pengendara mobil yang diketahui kemudian menggunakan narkoba pada waktu malam sebelum peristiwa kecelakaan tersebut. Apalagi pengendara mobil yang menabrak itu seorang wanita.

Fenomena ini memperlihatkan kepada kita bahwa peranan akhlak dan tata krama sangat penting dalam semua aspek kehidupan, termasuk berkendaraan. Dalam kasus di atas, mungkin tidak akan terjadi kecelakaan apabila pengendara mobil tersebut memiliki akhlak yang mulia dengan cara bergaul dengan teman-temannya yang baik, dan juga bisa menolak ajakan untuk mengkonsumsi narkoba. Setidaknya dapat dicegah dengan tidak mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.

Pihak kepolisian saja sudah memperingatkan kepada semua pengemudi yang ngantuk untuk istirahat sejenak untuk menghindari kecelakaan. Begitu pun larangan menggunakan alat komunikasi (telepon seluler) ketika mengemudi. Beberapa etika dalam berkendaraan, di antaranya:

* Mengingat Allah dan berdoa saat berkendaraan

* Mematuhi peraturan lalu lintas ketika berkendaraan

* Tidak ugal-ugalan di jalan raya

* Merawat kendaraan dan tidak melebihi kapasitas penumpangnya

* Memperlambat laju kendaraan ketika berjalan di jalan yang sempit dan mempercepat ketika berjalan di jalan yang lapang

* Memberi hak kepada pengguna jalan yang lain

Demikianlah beberapa ulasan mengenai tata krama yang biasa dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan mengetahui hal ini, tentu saja kita tidak akan kesulitan berinteraksi dengan baik terhadap orang lain. Dengan memiliki kemampuan interaksi berdasarkan etika, akan memudahkan kita meraih tujuan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Hukum Mendel dan Cara Kerjanya
  • Senjata Tradisional Riau dan Kebudayaan Riau
  • Ragam Manusia dan Budaya Indonesia
  • Mengenal Budaya Demokrasi
  • Nasehat Orangtua - Bekal Kehidupan Anti Basi
  • Keris - Pusaka Abadi Khas Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA