Teh

Budaya minum teh memang ada pada setiap bangsa. Sebelum pindah ke Australia, aku tahunya Teh Melati Jawa saja. Teh Cap Gopek, Teh Cap 99 (pabriknya di Ngabean), Teh Poci, Teh Sosro, Teh Botol! Minumnya ya "Nasgithel" (Panas, legi kenthel) sistim Jawa banget.
Setelah berada di Australia ternyata baru terbuka mata bahwa khasanah dunia teh itu macam-macam. Apalagi ketika ke Eropa, Petra temanku memiliki "Perpustakaan Teh Mini", berbagai jenis teh diletakkan dalam kotak berlaci-laci dan bila disuguhkan pada tamu tinggal pilih teh yang mana.
Ada Strawberry Tea, ada Herbal Tea, Oolong Tea dll sbgnya. Di Inggris, budaya minum teh lain lagi. Tidak saja mereka memiliki teh berbeda-beda, cangkirnya haruslah indah, tipis, bergagang dipoles keramik keemas-emasan, cara memegangnya juga khusus. Ada pula teh yang diletakkan dalam set perak yang sangat menawan. Pokoknya minum teh jadi merasa seperti naik tingkat jadi "bangsawan".






