Teknik Menulis Karya Ilmiah Yang Baik
Ilustrasi teknik menulis karya ilmiah
Untuk Anda yang berstatus mahasiswa berbagai jenjang atau yang sedang menyusun proposal penelitian, pasti sering ditugasi untuk menulis karya ilmiah. Menulis karya ilmiah memang berbeda dengan menulis artikel ataupun cerpen. Diperlukan teknik menulis karya ilmiah yang baik supaya tulisan Anda punya bobot dan bisa dipertanggungjawabkan.
Karya ilmiah pada dasarnya adalah tulisan yang dibuat untuk masyarakat awam dan berisi unsur pengetahuan yang penting untuk kelangsungan hidup manusia. Karena targetnya masyarakat awam, tentu gaya menulis yang mudah dipahami tapi tanpa meninggalkan kualitas isinya, mutlak harus dikuasai penulis.
Bahasa yang terlalu ilmiah bisa membuat karya Anda tidak akan laku dibaca orang karena sulit dipahami. Dan disinilah letak kepiawaian Anda dalam menulis karya ilmiah diuji.
Atur Akurasi dan Gaya Bahasa
Meski karya ilmiah harus ditulis dalam bahasa umum, bukan berarti harus mengurangi idealisme dalam karya Anda. Kadang-kadang beberapa bahasa ilmiah yang diadaptasi dari bahasa asing memang susah diterjemahkan.
Namun, jika seandainya “mengindonesiakan” bahasa itu malah membuat bingung pembaca, lebih baik Anda membiarkannya sebagaimana adanya. Anda cukup memberi penjelasan atau definisi bahasa itu secara harfiah saja dan tulis seperti membicarakan hal itu dengan kolega Anda dalam bahasa sehari-hari.
Karya ilmiah punya komponen-komponen yang harus dipertanggungjawabkan, seperti akurasi dan aktualitas data. Anda bisa menyusun komponen itu dengan gaya bahasa sendiri. Ambil angle yang menarik dan tempatkan sebagai kalimat pertama.
Misalnya, jika Anda menulis karya ilmiah tentang kemungkinan adanya kehidupan di planet Mars, mulailah dengan kalimat “Bagaimana jika kita bisa pindah dari Bumi dan memulai hidup baru di planet Mars?” , atau sejenisnya.
Buat pembaca segera merasakan bahwa tulisan Anda betul-betul menarik dan membuat penasaran mereka. Lalu tulislah uraian Anda pada kalimat selanjutnya dengan bahasa yang mudah dipahami. Bahasa yang digunakan dalam teknik menulis karya ilmiah adalah bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Publikasikan Tulisan Anda Secara Tepat
Sesudah menulis karya ilmiah Anda, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mempublikasikan tulisan ini? Kalau tulisan itu hanya untuk tugas mata kuliah dan diarahkan ke dosen tentu sudah bukan masalah lagi. Tapi jika Anda menulis untuk sebuah media, pastikan untuk mempublikasikannya ke media yang tepat.
Media yang bisa menampung karya Anda pun beragam. Mulai dari media cetak seperti koran dan majalah, internet, radio, TV, dan lainnya.
Kalau Anda mempublikasikannya untuk media cetak ataupun dalam bentuk jurnal, perhatikan betul EYD, koherensi antar paragraf, judul, dan paragraf awal tulisan Anda. Buat semenarik mungkin supaya pembaca awam tertarik. Karena sifatnya yang komunal dan bisa dibaca berulang-ulang, Anda boleh mencantumkan data-data akurat dan lengkap pada tulisan.
Namun, jika Anda mempublikasikannya pada media visual, buat narasi yang singkat, padat, tapi semenarik mungkin. Anda tidak wajib mencantumkan data angka ataupun statistik lainnya kalau memilih media ini karena sifat medianya yang sepintas lalu. Buat narasi dalam tulisan Anda menjadi bahasa tutur, bukan dalam bahasa tulisan. Bahasa tutur artinya gaya bicara yang Anda pakai sehari-hari dan bersifat tidak terlalu resmi.
Tahapan Menulis Karya Ilmiah
Ketika Peneliti menulis sebuah makalah penelitian atau disertasi, ada lapisan umum atau format makalah penelitian yang harus diikuti. Ini berarti Peneliti perlu untuk menutup bab berikut saat menulis proposal penelitian karya ilmiah yakni :
- Judul Halaman
- Daftar Isi
- Bab I - Pendahuluan
- Bab II - Latar Belakang
- Bab III - Metodologi
- Bab IV - Hasil
- Bab V - Kesimpulan dan Rekomendasi
- Referensi
- Lampiran
Setiap bab dibagi menjadi sub judul atau isi. Siswa tahu bagaimana menulis bagian pendahuluan, tetapi mungkin merasa sulit untuk menjelaskan metodologi penelitian. Ini adalah bagian paling penting dari makalah penelitian karena akan memberikan wawasan kepada pembaca tentang bagaimana melakukan penelitian dan berikut kesimpulan yang ada.
Dalam bab metodologi penelitian, Peneliti harus menyediakan pembaca dengan gambaran singkat dari cara mengumpulkan informasi serta bahan untuk tesis. Bab ini adalah di mana Peneliti perlu menyertakan teknik dilakukan untuk mengumpulkan data. Ini berarti menjelaskan survei, data yang digali, wawancara dan percobaan Penelitian mungkin telah dilakukan untuk mengusulkan kesimpulan Peneliti. Juga, termasuk prosedur untuk analisis data seperti formula analisis.
Peneliti juga harus mampu untuk membenarkan metode Peneliti untuk memberikan kredibilitas lebih. Hal ini benar, terutama bagi siswa yang sedang menulis sebuah makalah penelitian ilmiah. Metodologi adalah titik paling krusial dan harus disajikan secara menyeluruh dan dalam cara yang ringkas.
Bagaimana Peneliti Menulis Metodologi
Jika ingin membuat penelitian Peneliti tampil lebih kredibel tidak ada pilihan tetapi untuk memahami secara rinci, bagaimana menulis metodologi. Sebuah metodologi penelitian akan membantu menampilkan pengetahuan menggunakan metode alternatif yang membantu dalam menyajikan topik penelitian lebih valid. Cara terbaik untuk menunjukkan penelitian adalah dengan menggunakan proses penelitian kualitatif atau kuantitatif. Berikut ini adalah pedoman umum yang harus di ikuti tergantung pada jenis disertasi atau makalah penelitian yang Peneliti tulis.
Ketika menulis metodologi, perlu diingat Peneliti harus menjelaskan rencana penelitian dasar. Peneliti perlu mulai dengan garis pengantar beberapa yang menyatakan kembali tujuan untuk penelitian. Hal ini baik untuk menggunakan frase dasar dan pernyataan yang digunakan untuk bab Pendahuluan. Maka Peneliti perlu untuk mulai menulis informasi berikut untuk bab metodologi:
1. Sampel Ini adalah bagian di mana Peneliti menjelaskan penelitian dasar yang dilakukan dengan menggunakan sampel populasi atau dipertimbangkan. Peneliti perlu mendefinisikan populasi atau sampel yang telah dipertimbangkan. Kemudian Peneliti perlu menjelaskan berapa banyak peserta atau sampel dimasukkan dalam penelitian dan cara memilih mereka. Sebagai contoh:
Populasi dipertimbangkan untuk studi ini didefinisikan adalah jumlah pasien rawat jalan yang telah melakukan pembelian dari apotek rumah sakit dalam kurun waktu sampling ini.
Peneliti dapat menjelaskan populasi dianggap menggunakan hanya satu pernyataan atau penjelasan singkat. Namun, ketika datang ke prosedur sampling Peneliti perlu menjelaskan secara rinci. Juga harus detail bagaimana memilih sampel, tempat, waktu, nama-nama tertentu (jika mungkin atau diperlukan), jumlah peserta atau sampel dipertimbangkan, dll Jangan lewatkan pada detail apapun karena sangat penting untuk menjelaskan representasi penduduk kepada pembaca.
2. Instrumentasi Bagian instrumentasi adalah di mana Peneliti menjelaskan perhitungan, teknik, prosedur, plot kalibrasi dan peralatan yang digunakan, mana yang berlaku untuk kertas penelitian. Jika Peneliti telah melakukan survei, menjelaskan bagaimana, kapan, mengapa melakukan itu dan jika menggunakan survei yang dilakukan oleh orang lain, pastikan menyatakan sumber. Peneliti harus menyertakan salinan asli dari survei dalam lampiran dan negara dalam metodologi bahwa survei disertakan dalam lampiran.
3. Periode waktu dan Prosedur Aspek penting dari metodologi adalah untuk menjelaskan ketika Peneliti mulai melakukan penelitian dan waktu berakhir atau akan berakhir. Peneliti juga harus menjelaskan prosedur apa pun yang diikuti saat melakukan penelitian seperti mengisi formulir persetujuan oleh, petunjuk peserta dibagikan kepada para peserta, dll
4. Analisa Sekarang sampai pada bagian yang paling penting dari menulis metodologi. Peneliti perlu menganalisis data yang diperoleh secara rinci. Peneliti harus menjawab setiap pertanyaan penelitian. Lakukan uji statistik khusus yang membantu mengidentifikasi variabel dependen dan independen dalam data (jika ada). Peneliti bahkan dapat menjelaskan perangkat lunak komputer yang digunakan untuk membantu sampai pada kesimpulan.
5. Penaksiran Dalam kasus instrumen yang telah digunakan untuk penelitian, misalnya, survei, Peneliti perlu membuktikan validitasnya dalam penelitian. Validitas adalah akurasi pengukuran Peneliti. Peneliti perlu menyertakan validitas wajah survei, validitas isi yang mencakup topik dan validitas konstruk yang mengacu pada teori-teori yang telah digunakan untuk mengeksplorasi survei. Keandalan adalah stabilitas riset Peneliti dari waktu ke waktu. Jika survei terdiri dari pengukuran yang dapat mengalami kesalahan acak, survei Peneliti kehilangan keandalannya.
6. Asumsi Jelas ketika Peneliti menulis sebuah makalah penelitian, akan perlu untuk mengusulkan asumsi. Peneliti akan perlu untuk secara khusus menyatakan asumsi yang berbeda yang dibuat untuk mendukung pertanyaan penelitian.
7. Batasan dan Ruang Lingkup Batasan dan ruang lingkup adalah bagian tak terpisahkan dari setiap penelitian. Lingkup adalah sejauh mana penelitian dapat diperluas dan keterbatasan termasuk keterbatasan waktu, hilangnya peserta, dll kualitas penelitian mengambil kejatuhan dengan meningkatnya jumlah keterbatasan.
Nah, itulah sekiranya teknik menulis karya ilmiah yang runut dan dapat dipertanggungjawabkan, oleh Anda selaku peneliti.

