Dasar-Dasar Teknik Menulis Karya Ilmiah

Menulis adalah kebutuhan bagi sebagian orang. Karya dalam penulisan terdiri dari karya fiksi dan non fiksi. Setiap jenis tulisan memerlukan penguasaan teknik menulis. Karya fiksi dapat berupa novel, puisi, cerpen, naskah drama atau film, pantun. Sedangkan yang non fiksi biasanya berupa tulisan-tulisan karya ilmiah.
Kali ini, Anda akan diajak belajar tentang teknik menulis karya ilmiah.
Tinjauan Umum Penulisan
Menulis ialah sebuah kegiatan untuk menghasilkan tulisan dengan tujuan mengungkapkan gagasan, perasaan ataupun pemikiran dan menyampaikannya secara tertulis, agar orang lain dapat membacanya. Sedangkan penulis adalah orang yang melakukan pekerjaan dalam bidang menulis.
Unsur-unsur menulis terdiri dari:
1. Gagasan atau ide, yang dapat berupa pendapat, hasil pemikiran, pengalaman-pengalaman, dan/atau pengetahuan.
2. Gaya pengungkapan, ialah cara mengungkapkan ide atau gagasan kepada pembaca. Macam-macamnya antara lain: narasi, eksposisi, deskripsi, persuasi dan argumentasi.
3. Aturan penulisan, beberapa karya tulis memerlukan aturan-aturan dalam penulisannya. Contohnya ialah tesis, skripsi, dan disertasi.
4. Sarana penulisan, maksudnya sarana yang dipakai sebagai pengantar ide yang berupa bahasa tulis. Hal ini menyangkut tentang kosa kata, gramatika dan retorika bahasa.
Teknik menulis karya ilmiah tentunya berbeda dengan menulis artikel atau menulis fiksi. Menulis karya ilmiah harus mematuhi kaidah-kaidah ilmiah. Diantaranya adalah sistematika penulisan, ejaan, susunan kalimat, penyusunan daftar pustaka dan lain sebagainya.
Lima asas dalam teknik menulis yang baik adalah kejelasan tulisan, keringkasan (tidak berputar-putar dalam penjelasan), ketepatan (yang dipahami penulis harus sama dengan pembacanya), kesatupaduan tulisan, dan koherensi (keterkaitan hubungan).
Kaidah Penulisan Karya Ilmiah
Agar terjaga keilmiahannya, tulisan-tulisan ilmiah memiliki kaidah-kaidah tertentu yang sudah ditetapkan. Kaidah-kaidah tulisan ilmiah sebagai berikut:
1. Sistematis, artinya penulisan karya ilmiah haruslah dinuat mengikuti sistematika penulisan yang sudah digariskan. Setiap karya ilmiah sistematikanya tidaklah sama. Contohnya, dalam penelitian kuantitatif kita biasa memakai hipotesis dan definisi operasional, sedangkan dalam penelitian kualitatif tidak diperlukan.
2. Logis, artinya dapat dinalar. Tulisan ilmiah sudah seharusnya jika dapat dipahami oleh akal pembacanya, bukan berisi pembahasan yang absurd ataupun penuh mitos.
3. Cermat, artinya karya ilmiah yang dibuat tidak ditulis secara sembarangan. Bukan hanya harus sesuai dengan aturan yang ada, tetapi isinya juga tidak boleh dibuat tanpa dasar pemikiran yang jelas.
4. Bahasanya baku, semua tulisan ilmiah wajib memakai bahasa baku dan istilah-istilah baku.
Tips Teknik Penulisan
Berikut ini sedikit tips dalam teknik menulis karya ilmiah:
1. Pergunakanlah kalimat-kalimat pendek. Sebaiknya hindari tulisan-tulisan panjang yang bertele-tele, buatlah kalimat-kalimat pendek yang jelas, tepat dan teratur, agar mudah dipahami pembaca.
2. Pilihlah kata-kata yang lebih umum dan sering dipakai. Tujuannya supaya pikiran atau ide Anda dapat ditangkap dengan jelas oleh pembaca.
3. Jangan memakai kata-kata rumit. Tak perlu menulis kata-kata rumit yang membingungkan, dalam tulisan ilmiah yang terpenting adalah pemahaman pembaca atas apa yang anda tulis.
4. Hindari kata yang tidak perlu, karena menghambur-hamburkan kata dalam sebuah penulisan adalah sia-sia.
5. Menulislah seperti jika Anda sedang berbicara pada seseorang. Bahasa yang lebih ramah, menyenangkan dan membuat nyaman pembaca Anda.
6. Tulisan tidak boleh monoton, datar dan sepi. Harus ada variasi lain dalam kata, kalimat atau ungkapan-ungkapan lain.
7. Menulislah untuk dipahami bukan untuk menunjukkan kepintaran Anda. Tak perlu menyombongkan diri dalam tulisan, sebab itu justru membuat pembaca malas dan bingung ketika membaca karya ilmiah Anda.
Menulis bukanlah bakat, karena teknik menulis dapat dipelajari oleh siapa pun yang memang ingin menulis. Seperti ilmu lainnya, makin lama dipelajari dan makin sering dipraktekkan.
| Beri rating untuk artikel di atas |








