Teknik Penulisan Skenario Film
Menjadi seorang penulis tidaklah madesu alias masa depan suram. Jika ditekuni dengan serius, menulis bisa mendapatkan keberlimpahan uang. Namun, memang dibutuhkan ketekunan, kerja keras, kesabaran, dan terus berlatih untuk berkarya lebih baik.
Terlepas dari motivasi awal, jika sudah sukses, kita akan menikmati buah manis dari kerja keras, finansial hingga popularitas. Masalahnya, profesi menulis selalu diidentikan dengan menulis cerpen, puisi, artikel, dan novel. Padahal, masih banyak profesi menulis lainnya yang bisa dikerjakan.
Skenario Film
Dunia perfilman pun tidak akan bisa lepas dari tulis-menulis. Dengan maraknya sinetron kejar tayang, produser film membutuhkan penulis skenario handal. Biasanya, penulis skenario tidak bisa sendiri karena bertumpuknya pekerjaan ditambah dengan ketatnya deadline. Oleh sebab itu, penulis skenario inti membutuhkan tim co writer.
Lantas, apa yang disebut skenario film?
Sederhananya, skenario merupakan lembar-lembar naskah cerita film yang di dalamnya terdapat rangkaian adegan, setting, kondisi, serta dialog-dialog tokoh dalam film.
Tidak banyak yang mampu menulis skenario karena memang kemampuan ini harus diasah terus-menerus. Selain itu, seorang penulis skenario harus mampu menerjemahkan sebuah adegan dalam imajinasinya yang akan dirangkum dalam layar televisi. Penuh aturan dan istilah pergerakan kamera yang memang terkesan membebani dibanding menulis cerpen atau novel.
Meskipun demikian, selama kita mau belajar, tidak ada yang tidak mungkin. Bahkan, persiapannya pun lebih rumit karena penulis harus menghafal istilah pergerakan kamera seperti cut to, fade in, fade out, paralel cut to, into flashback, intercut, follow camera, dan lain-lain.
Langkah Persiapan
Berikut ini beberapa langkah yang biasa ditempuh para penulis skenario sebelum menuliskan sebuah skenario.
1. Inti Cerita atau Tema
Inti cerita sangat penting. Ini semacam garis kokoh atau benang merah arah dan jenis cerita. Inti cerita bisa berupa cinta terlarang, drama keluarga, Cinderela syindrom, cinta tak sampai, dan lain-lain. Dari sini, karakter, setting tempat, dan konflik biasanya sudah terbayangkan.
2. Sinopsis
Seperti halnya dalam menulis cerpen dan novel, dalam skenario pun sinopsis sangat dibutuhkan. Tujuannya agar tahu keseluruhan cerita karena sinopis adalah inti cerita sebuah film, yang ditulis maksimal 2 halaman kertas. Dari sinopsis ini, penulis skenario akan menjadikannya acuan dalam memecah adegan dalam bentuk penomoran scene.
3. Karakter
Penjabaran karakter dalam cerita film juga penting. Sebutkan nama tokoh, usia, kebiasaan, sikap watak, warna kesukaan, handprof (alat yang biasa dibawa-bawa), hubungannya dengan karakter lain, dan ciri-ciri karakter lainnya. Ini akan memudahkan sutradara melakukan casting artis yang sesuai dengan karakter.
4. Scene Plot
Scene adalah adegan, sedangkan scene plot merupakan gerakan-gerakan gambar detail dalam sebuah adegan. Jika adegannya tabrak lari, scene plotnya bisa terdiri dari korban yang sedang berjalan, pindah ke pengemudi yang ngebut, terus dan terus hingga terjadilah tabrak lari.
Nah, demikianlah sekilas mengenai teknik penulisan skenario. Semoga bisa menjadi acuan dan bermanfaat. Selamat mencoba!






