Teknik Sipil Undip, Dulu dan Kini
Universitas Diponegoro rupanya juga memiliki fokus terhadap pembelajaran ilmu-ilmu teknik. Salah satunya adalah jurusan Teknik Sipil. Teknik Sipil Undip berdiri sejak 1958 dan merupakan jurusan paling tua yang dimiliki Universitas Diponegoro.
Sejarah Teknik Sipil Undip
Jurusan ini digagas oleh Ir. Jacob Rais dan Ir. Imam Subarkah. Jurusan ini pertama kali didirikan pada 20 Oktober 1958. Awalnya, Teknik Sipil ini adalah sebuah akademi ilmu teknik yang bernaung di bawah Universitas Semarang. Pada 1960, akademi ini kemudian berubah status menjadi Fakultas Teknik dan memiliki satu jurusan yaitu Jurusan Teknik Sipil. Perubahan status tersebut bersamaan dengan diresmikannya nama baru Universitas Semarang menjadi Universitas Diponegoro oleh Ir. Soekarno.
Dekan pertama yang ditunjuk oleh pihak universitas untuk membawahkan Teknik Sipil Undip adalah Prof. Ir. Soemarman. Pada awal-awal perkuliahannya, jurusan Teknik Sipil belum mempunyai bangunan sendiri, sehingga kegiatan belajar mengajar pun dilakukan di berbagai tempat yang berbeda-beda.
Jurusan ini pernah menumpang di salah satu gedung dekat Tugu Muda Semarang untuk melaksanakan kegiatan perkuliahannya, jadwalnya pun dilakukan pada sore hari. Bahkan, jurusan ini juga pernah menempati gedung milik tentara yang digunakan untuk perencanaan pelaksanaan perang.
Hingga akhirnya, pada 1993 Jurusan Teknik Sipil resmi menempati gedung baru miliki Universitas Diponegoro di daerah Tembalang. Di gedung baru ini, Teknik Sipil Undip mempunyai beberapa laboratorium untuk mendukung kegiatan belajar mengajarnya.
Teknik Sipil Undip Kini
Sejarah panjang yang telah dilewati Jurusan Teknik Sipil Undip telah membawanya pada masa sekarang. Beberapa penyesuaian pun dilakukan dalam kurikulum pengajarannya. Awalnya, jurusan ini mempaketkan pendidikan selama lima tahun. Kini, kurikulumnya berubah menjadi sistem SKS atau sistem kredit semester. Jurusan Teknik Sipil Undip menyelenggarakan program studi untuk jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor.
Fasilitas yang disediakan oleh jurusan ini juga tergolong lengkap. Teknik Sipil yang semula tidak bergedung, kini sudah memiliki banyak fasilitas penunjang. Sedikitnya ada lima gedung yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Masing-masing dari gedung perkuliahan tersebut memiliki kegunaan yang berbeda.
Di dalam gedung kita akan menemukan fasilitas ruang kuliah umum, laboratorium, ruang untuk seminar dan diskusi, ruang administrasi, dan ruang komputer. Selain gedung yang diperuntukkan kegiatan belajar mengajar secara formal, Teknik Sipil Undip juga memiliki sarana penunjang lain seperti perpustakaan, studio, musola, dan kantin.
Keseluruhan fasilitas yang disediakan tidak lain untuk kemajuan para mahasiswanya. Jumlah mahasiswa yang dimiliki oleh Jurusan Teknik Sipil Undip juga bertambah setiap tahunnya. Para lulusannya pun demikian.
Mereka dituntut untuk bisa bersaing dengan sumber daya manusia yang lain. Bila semua itu terwujud, maka tujuan para pendiri jurusan ini terdahulu sudah dapat dikatakan tercapai.






