logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Koleksi    Lukisan

Mempelajari Teknik-teknik Melukis


Anda pasti pernah melihat suatu lukisan – baik dalam suatu pameran, di gallery ataupun lukisan-lukisan yang dijual di mall-mall. Reaksi Anda pertama saat melihatnya adalah perasaan kagum sekaligus menyimpan pertanyaan: “Bagaimana cara menghasilkan lukisan tersebut?” Sebenarnya semua hasil lukisan akan bergantung pada teknik-teknik melukis.

Pengertian Melukis

Melukis merupakan cabang atau bagian dari seni rupa. Hanya melukis atau seni lukis lebih lengkap dan utuh pengembangannya daripada menggambar biasa.

Dalam penjelasan teknik-teknik melukis, seni lukis atau melukis memiliki pengertian berupa suatu aktivitas yang mengolah media dua dimensi menjadi suatu objek tiga dimensi untuk memperoleh kesan yang diinginkan.

Pengertian lain dari seni lukis adalah paparan imajinasi dari seorang seniman yang dituangkan dalam suatu media tiga dimensi untuk memunculkan kesan dan imajinasi tertentu dari sang pelukisnya.

Aliran Seni Lukis

Aliran seni lukis adalah suatu pakem atau aturan tertentu yang menjadi suatu acuan bagi sang pelukis untuk mengembangkan karyanya dalam bentuk lukisan. Biasanya aliran seni lukis dipengaruhi oleh perkembangan kondisi sosial pada saat tertentu yang diadopsi oleh seniman dalam karya-karyanya.

Aliran dalam seni melukis biasa disebut juga dengan gaya. Gaya atau aliran seni lukis banyak macamnya. Beberapa yang dikenal oleh sebagian orang termasuk Anda adalah sebagai berikut :

  1. Realisme

Pada umumnya, realisme dilihat sebagai reaksi terhadap aliran romantis. Aliran realisme ini berusaha menggambarkan hidup dengan sejujur-jujurnya. Jujur disini maksudnya tanpa rekayasa dan tanpa usaha memperindahnya.

Aliran realisme ini muncul karena adanya dorongan semangat zaman yang mementingkan kegiatan rasional dan kemajuan ilmu pengetahuan, pada abad ke-19.

Biasa aliran ini mengangkat tema lukisan obyek real atau nyata. Semisal lukisan tentang manusia, ataupun hewan.

Tokoh-tokoh terkenal dari aliran realisme, yaitu Gustove Corbert, Fransico de Goya, dan Honore Daumire

  1. Naturalisme

Naturalisme merupakan aliran atau corak dalam seni rupa yang berusaha melukiskan sesuatu objek sesuai dengan alam (nature). Objek yang digambar, ingin pelukis ungkapkan, layaknya seperti mata yang melihat langsung.

Untuk memberikan kesan mirip, bentuknya harus diusahakan persis ukurannya. Dalam hal ini, artinya proporsi, keseimbangan, perspektif, pewarnaan diusahakan setepat mungkin sesuai dengan penglihatan mata.

Naturalisme adalah seni lukis yang mengangkat tema alam. Seperti pemandangan alam, gunung meletus dan lain sebagainya.

Tokoh-tokoh yang terkenal dari aliran naturalisme, yaitu Frans Hall, William Hogart, dan Rembrant. Di Indonesia, aliran naturalisme ini dianut oleh Raden Saleh, Basuki Abdullah, Abdullah Sudrio Subroto, Trubus, dan Gambir Anom.

  1. Surealisme

Aliran Surealisme muncul pada masa Perang Dunia I. Pada saat itu, seoang Futuris italia Carlo Carra bertemu dengan Georgio de Chirilo yang menemukan aliran baru dalam seni modern. Aliran ini digunakan dalam seni lukis yang mendasar eksistensinya pada metafisika.

Surealisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan hal-hal tidak nyata menjadi suatu wujud lain yang dilukiskan dalam suatu obyek gambar. Contohnya, lukisan Buraq - kendaraan Nabi Muhammad ketika sedang melakukan Isra Mi’raj.

Pelopor aliran surealisme, yaitu Salvador Dali, Joan Miro, dan Andre Masson. Sementara, di Indonesia yang menganut aliran surealisme adalah Amang Rahman, Sudibio, dan Sudiardjo.

  1. Ekspresionisme

Aliran Ekspresionisme, adalah aliran seni yang tidak terikat pada suatu hal khusus. Ekspresionisme lebih mengutamakan pemahaman seorang pelukis terhadap sesuatu yang diyakini atau dirasakannya.

Pelopor aliran ekspresionisme, yaitu  Vincent Van Gogh, Paul Gaugiuin, Ernast Ludwig, Karl Schmidt, Emile Nolde, JJ. Kandinsky, dan Paul Klee. Sementara, di Indonesia penganut ini adalah Affandi, Zaini, dan Popo Iskandar.

  1. Kontemporer

Kontemporer adalah hal-hal modern yang dapat Anda hadirkan dalam kegiatan melukis. Seni lukis Kontemporer biasanya digunakan untuk keperluan tertentu yang lebih mengutamakan efek visualnya. Misalnya digunakan untuk keperluan iklan, sponsor dan yang semacamnya.

Pelukis yang terkenal dari aliran kontemporer, yaitu Sprinka, Angelina P, Nyoman Nuarta, dan Jim Supankat.

  1. Abstraktif

Aliran Abstraksi adalah seni lukis yang mengetengahkan obyek lukisan yang sifatnya abstrak (tak berbentuk), namun dalam pandangan sang pelukis memiliki suatu nilai tertentu. Dan sang pelukis biasanya akan menyerahkan penilaian karyanya kepada si penikmat lukisannya. Dengan begitu, akan muncul berbagai apresiasi si penikmat lukisan. Di Indonesia, pelukis abstraktif cukup banyak, dan salah satu yang mungkin Anda pernah dengar adalah Basuki Abdullah.

Dan masih banyak aliran-aliran yang ada dalam seni lukis. Seperti aliran seni lukis Dekoratif, Kubisme dan Impresionisme. Semua tergantung kepada si pelukis untuk mewujudkan karyanya, dan apresiasinya tergantung kepada si penikmat karya lukis.

Teknik-Teknik Melukis

Melukis memiliki aliran-aliran tertentu yang menjadi pakem bagi sang pelukis. Namun teknik melukis tidak terlalu banyak. Hal ini dikarenakan, pada dasarnya semua aliran memakai teknik melukis yang sama.

Secara garis besarnya seni melukis dibagi dalam tiga teknik utama, yaitu teknik basah dan teknik kering, dan teknik campuran.

  • Teknik Basah

Teknik basah adalah teknik melukis dengan menggunakan media lukisan berupa kanvas. Selain itu, dalam teknik melukis ini diperlukan cat air maupun cat minyak. Sebaiknya, melukis dengan teknik basah harus menggunakan jenis kuas yang panjang bulunya.

Teknik basah biasanya digunakan untuk melukis tanpa kesan volume (secara rata/flat). Ada beberapa kelebihan yang bisa Anda dapat bila melukis dengan menggunakan teknik basah.

Pertama akan cepat memblok warna. Kedua, hasil lukisan akan terlihat bersih dan cemerlang. Kelebihan terakhir  melukis dengan teknik basah , yaitu hanya memerlukan cat minyak relatif sedikit.

  • Teknik Kering

Teknik kering adalah teknik melukis dengan memakai media selain kanvas, bisa berupa media varian lain seperti : tembok, board (papan iklan) mobil ataupun di atas selembar t-shirt.

Teknik kering biasanya menggunakan kuas dalam keadaan kering dan tidak berminyak. Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah cat yang baru dikeluarkan dari dalam tube. Teknik kering ini cocok untuk melukis dengan kesan volume, seperti naturalisme, surealisme, dan realisme.

Adapun kelebihan dari teknik kering adalah mudah membentuk objek dan kesan keruangan. Selain itu, mudah mengontrol proses pendetailan, lebih mudah menghapus warna, dan cat lebih cepat kering.

  • Teknik Campuran

Banyak orang yang menyebut teknik campuran sebagai teknik akademis. Teknik campuran merupakan kombinasi, antara teknik basah dengan teknik kering. Bisa dibilang teknik campuran merupakan penyempurna dari kedua teknik sebelumnya. Teknik ini dilakukan dengan teknik kering terlebih dahulu, kemudian teknik basah.

Peralatan Melukis

Peralatan yang dipakai biasanya lebih diutamakan dapat menunjang kegiatan sang pelukisnya. Umumnya adalah satu set cat air atau cat minyak komplit, kuas dalam berbagai ukuran, kemudian palet dalam tiga ukuran (besar, sedang, dan kecil), serta kanvas. Kanvas biasanya akan ditopang sebuah tripod yang kakinya dapat disetel sesuai dengan kebutuhan.

Cat air dalam penggunaannya selalu dicampur dengan air. Sementara, cat minyak dalam pengaplikasiannya dicampur dengan minyak atau biasa disebut dengan linsed oil.

Peralatan lainnya, yaitu pisau palet  atau Anda dapat pula menyebutnya dengan kapi. Pisau palet memiliki tiga ukuran standar yang dapat Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Semisal ingin memberi kesan slide dalam lukisan, atau ingin menebalkan suatu obyek lukisan.

Kemudian peralatan melukis, seperti kanvas dapat Anda peroleh di toko-toko hobi atau toko yang khusus menjual peralatan melukis.

Perkembangan Teknik-teknik Melukis

Dalam perkembangannya, teknik-teknik melukis berubah perlahan-lahan dalam pengaplikasiannya. Meski secara garis besar tetap terbagi atas tiga, yakni teknik basah, teknik kering, dan teknik campuran. Namun sesuai dengan pengertiannya, bahwa melukis pada dasarnya adalah pengembangan dari menggambar.

Demikianlah artikel mengenai melukis. Mulai dari pengertian melukis, aliran lukisan, teknik-teknik melukis, sampai dengan perkembangannya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Lukisan Pemandangan di Bali
  • Pengertian Melukis
  • Cara Mendapatkannya Koleksi Lukisan
  • Permainan Melukis untuk Melatih Anak Melukis
  • Langkah Langkah Melukis sebagai Ciri Khas Pelukis
  • Fungsi dan Teknik Membuat Karikatur
  • Lomba Melukis Untuk Umum
  • Teknik dan Tips Melukis Pemandangan Alam
  • Biografi Hendra Gunawan
  • Langkah Penting Pendukung Cara Melukis Efektif
  • Menapaki Madzhab Lukis Ekspresionisme Indonesia
  • Sedang Melukis Pemandangan Alam
  • Menjadi Kolektor Lukisan
  • Mengetahui Cara dan Teknik Melukis Wajah
  • Teknik Melukis Abstrak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA