Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi
Ilustrasi teknologi informasi
Teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kemajuan teknologi informasi ini hampir dapat dirasakan di berbagai wilayah di dunia. Contohnya di Indonesia, kecanggihan teknologi informasi kian terasa hingga ke wilayah-wilayah terpencil.
Salah satu pengaruh dari kemajuan teknologi informasi adalah semakin mudahnya manusia mendapatkan berita dan ilmu pengetahuan. Dengan teknologi informasi yang canggih, seseorang tidak perlu lagi pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan informasi yang dia cari. Cukup terhubung dengan internet dan melakukan browsing, maka infomasi itu dapat segera diperoleh.
Globalisasi yang merebak di seluruh negara-negara dunia memicu terjadinya percepatan perkembangan teknologi informasi. Dahulu, penjual dan calon pembeli harus bertatap muka untuk melakukan proses jual beli dan tawar menawar barang.
Tetapi saat ini, proses tersebut tidak diperlukan karena sudah tersedia banyak jenis alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menghubungkan langsung antara pembeli dan penjual. Jadi, proses jual beli dapat berlangsung dengan cepat.
Sebelumnya, teknologi informasi hanya berkutat pada pemrosesan data. Kini, teknologi informasi bisa digunakan untuk segala keperluan, mulai dari tingkat individu bahkan hingga perusahaan. Hal tersebut dapat difasilitasi oleh perkembangan aplikasi dan program teknologi informasi yang memungkinkan semua aktivitas yang berhubungan dengan data dapat dikerjakan secara otomatis. Misalnya, website yang berbentuk toko online.
Di website jenis ini, kita dapat melakukan aktivitas membeli barang yang ditawarkan oleh web tersebut sehingga aktivitas membeli barang tidak lagi perlu dilakukan dengan keluar rumah atau pergi ke toko. Cukup dengan melakukan beberapa klik dan ketikan, barang sudah dikirim ke tempat tinggal kita!
Sejarah Awal Teknologi Informasi
Pada mulanya, manusia saling bertukar informasi dengan menggunakan bahasa. Jadi, bisa dikatakan bahwa bahasa adalah salah satu teknologi informasi yang dihasilkan peradaban dalam sejarah manusia.
Komunikasi dengan menggunakan bahasa menghasilkan proses transfer informasi antara seseorang dengan yang lain. Tetapi, penggunaan bahasa sifatnya temporal dan terbatas pada jangkauan suara. Artinya, setelah proses berkomunikasi melalui lisan tersebut dilakukan, kemungkinan besar informasi yang telah berpindah ke sang penerima dapat hilang karena ingatan seorang manusia memiliki keterbatasan.
Perkembangan menyampaikan informasi berlanjut hingga ditemukan alat atau media komunikasi melalui gambar. Dengan menggunakan gambar, manusia dapat membawa informasi kemana-mana dan dapat disimpan atau dititipkan kepada seseorang untuk dihantarkan kepada alamat penerima yang dituju.
Kita dapat melihat sejarah manusia purba yang telah memakai gambar dalam proses tukar menukar informasi. Gambar dapat bertahan lama jika media yang dipakai adalah benda yang terbuat dari material padat dan keras, seperti batu, logam, atau tulang belulang. Terbukti hingga sekarang, gambar-gambar dari zaman purbakala masih dapat kita temukan, yang kemudian dianalisa oleh berbagai pakar sejarah dan ahli bahasa untuk menggali informasi dari zaman purba.
Setelah ditemukannya gambar, manusia menemukan tulisan yang dapat berperan lebih sempurna dari gambar. Dengan tulisan, informasi yang disampaikan akan lebih detail atau spesifik daripada gambar. Lalu, alfabet serta angka arabik muncul di peradaban manusia yang semakin membuat proses komunikasi semakin cepat dan efisien. Dibandingkan dengan angka romawi yang membuat informasi tertulis panjang, dengan angka arabik penulisan informasi angka dapat dilakukan dengan lebih ringkas.
Penemuan yang dipaparkan di atas kemudian mendorong perkembangan informasi teknologi yang semakin maju. Setelah itu, dunia mengenal teknologi radio, televisi, dan komputer, serta yang terakhir adalah penemuan internet sebagai media komunikasi secara instan dan mudah tanpa terbatas pada jarak dan waktu. Sejarah penemuan teknologi informasi tadi akan dibahas di tulisan berikut.
Sejarah Teknologi Informasi - Penemuan Radio
Radio adalah salah satu teknologi informasi modern yang dapat menghantarkan informasi atau data secara cepat menggunakan gelombang elektromagnetik dan proses modulasi. Kelebihan dari teknologi radio dalam menyampaikan informasi adalah prosesnya tidak memerlukan medium penghantar karena gelombang elektromagnetik dapat melewati udara ataupun ruang angkasa.
Yang pertama kali menemukan gelombang radio, dalam hal ini gelombang radio FM, adalah seseorang yang bernama Edwin Howard Armstrong. Armstrong lahir pada 1890 di Amerika, tepatnya kota New York.
Sejak kecil, Armstrong dikenal sebagai anak yang pintar dan senang bereksperimen. Saat berumur 14 tahun, dia sudah berniat untuk menjadi penemu. Kemudian, ia bekerja sebagai seorang tukang yang memperbaiki peralatan rumah tangga tanpa kabel. Ketika memasuki bangku SMA, ia melakukan banyak eksperimen, misalnya melakukan uji coba tiang antena untuk menyelesaikan permasalahan pada teknologi tanpa kabel saat itu.
Untuk memperdalam ilmu tentang teknologi komunikasi yang miliki, Armstrong masuk Universitas Colombia. Pada tahun ketiga, Amstrong memperkenalkan penemuannya, yakni penguat gelombang radio yang pertama kali yang kemudian dikenal sebagai radio amplifier. Enam tahun kemudian, Westinghouse membeli hak paten penemuan tersebut. Sealnjutnya, Westinghouse mendirikan stasiun radio pertama di dunia yang diberi nama KDKA.
Sejarah Teknologi Informasi - Penemuan Televisi
John Logie Baird yang merupakan penemu televisi lahir tahun 1888. Pendidikan tentang informasi teknologi diterimanya dari Universitas Glasglow dan Technical College Royal. Kemudian, ia bekerja sebagai insinyur listrik. Beberapa waktu setelah bekerja sebagai insinyur listrik, Baird melakukan penelitan yang fokus pada elektronik. Baird berkeyakinan bahwa sinyal visual dapat diciptakan sekaligus dikirimkan oleh transmisi.
Dengan menggunakan temuan teknologi gelombang radio oleh Guglielmo Marconi dan teknologi sconddisk hasil karya dari Paul Nipkow, Baird mampu mendesain alat penghasil sinyal visual. Berbeda dengan peneliti lainnya saat itu, Baird mampu menciptakan tayangan televisi yang dapat ditonton oleh pemirsa yang terpisah jarak serta tanpa menggunakan kabel.
Sejarah Teknologi Informasi - Penemuan Komputer dan Internet
Komputer pertama kali ditemukan oleh Vincent Atanasoff yang lahir di Hamilton pada tahun 1903. Komputer generasi pertama ini di kemudian hari menginspirasi para ahli informasi teknologi untuk menciptakan komputer yang lebih canggih dan efisien.
Sejak kecil, Anatasoff sangat tertarik pada matematika. Mungkin itu karena ayahnya adalah seorang insinyur listrik. Anatasoff dikenal sebagai anak yang sangat cerdas. Pendidikan SMA-nya diselesaikan dalam waktu yang cukup singkat, yakni hanya 2 tahun. Gelar Ph.D pun diselesaikannya di umur 27 tahun.
Saat Atanasoff kuliah pada jenjang doktor, dia sering merasa terbatasi oleh peforma kalkulator mekanik. Padahal, kalkulator mekanik saat itu terhitung sebagai alat hitung tercanggih. Tahun 1936, ia sukses menciptakan kalkulator analog.
Tahun 1939, ia bersama Clifford Berry berhasil merealisasikan impian mereka dengan membuat prototype komputer yang diberi nama ABC, yang merupakan singkatan dari Atanasoff Berry Computer. ABC merupakan komputer tercanggih di era itu dan mampu menyelesaikan masalah perhitungan atau persamaan linear sebanyak 29 dalam satu waktu.
Hingga sekarang komputer mengalami berbagai perkembangan dari segi kecanggihan serta bentuknya. Kita telah mengenal laptop ataupun netbook yang pada dasarnya merupakan komputer yang didesain sedemikian canggih hingga dapat dibawa kemana saja.
Setelah perkembangan komputer semakin melesat, penemuan informasi teknologi terbesar selanjutnya adalah ditemukannya internet. Internet ditemukan oleh Leonard Kleinrock, yang merupakan seorang profesor dari UCLA.
Pada 1969, Leonard Kleinrock mengadakan uji coba transmisi data antara 2 komputer. Uji coba tersebut berhasil meskipun data yang dikirimkan tidak diterima secara sempurna. Di tahun-tahun berikutnya, Klenrock terus mengembangkan penelitannya sampai jaringan komputer atau internet mengalami kemajuan seperti saat ini.
Teknologi adalah sesuatu hal yang netral, pengaruhnya dapat positif atau negatif tergantung dari niat sang pengguna. Semoga tulisan mengenai sejarah perkembangan teknologi informasi ini dapat dijadikan pelajaran sekaligus inspirasi bagi kita.
Sejarah dan Perkembangan Teknologi Informasi
Boleh dikata, teknologi informasi sebagai hasil karya rekayasa manusia, telah bermula ketika keberadaan manusia dimulai. Hal ini dapat dibuktikan karena sejak awal peradaban dan ada satu fase yang dinamai kehidupan, manusia telah menggunakan bahasa. Sesederhana apapun itu.
Sejarah Awal Teknologi Informasi
Bahasa adalah teknologi untuk bertukar informasi atau berkomunikasi. Dengan bahasa, seseorang dapat mengerti dan memahami informasi apa yang dimaksud lawan bicaranya. Teknologi untuk menyampaikan informasi kemudian berkembang dengan digunakannya gambar atau lukisan.
Dengan lukisan ini, informasi yang disampaikan dapat disimpan lebih lama dan mudah untuk dikirim kepada orang lain di lain tempat. Hal ini lebih efektif dibanding teknologi bahasa yang awalnya hanya digunakan secara lisan menggunakan suara.
Suara mudah hilang bila telah tersampaikan dan sangat terbatas oleh jarak tempat. Berbeda dengan lukisan, kita dapat menerima informasi yang disampaikan oleh manusia purba zaman prasejarah melalui lukisan abadi yang mereka buat di gua-gua.
Peradaban manusia kemudian menapaki babak teknologi informasi yang menggunakan tulisan ketika bangsa Sumeria pada 3000 SM menggunakan simbol-simbol pictograf sebagai fungsi huruf.
Kira-kira 100 tahun kemudian, bangsa Mesir Kuno menemukan bahasa tulisan yang lebih maju. Huruf hieroglif yang mereka gunakan dapat menggabungkan beberapa simbol berbeda sehingga mempunyai pengucapan dan arti yang lain.
Teknologi Informasi Masa Modern
Sejak ditemukannya kertas pada 105 M oleh bangsa Cina, penemuan alat baru penyampai informasi praktis mengalami kevakuman. Penemuan penting lainnya baru terjadi pada 1455 ketika Johann Gutenberg menemukan mesin cetak.
1830 dan 1837 adalah tahun penemuan program komputer pertama dantelegraph. Program komputer memungkinkan input data, pengolahan data, dan output yang di masa itu hanya berupa produk kartu. Mesin yang memakai program ini menjadi cikal bakal komputer digital walaupun cara kerjanya masih lebih bersifat mekanis.
Telegraph yang menggunakan kode morse memungkinkan pengiriman informasi yang dilakukan secara elektronik antara dua tempat berjauhan dalam waktu sangat singkat. Teknologi penyimpanan data pun berkembang dengan diciptakannya pita tape magnetis pada 1899.
Kemudian, disusul oleh penemuan-penemuan penting lainnya, seperti tabung TV pada 1923, dikembangkannya magnetic tape untuk pengiriman dan penerimaan dokumen militer pada Perang Dunia II, hingga komputer digital pertama ENIAC I yang dikembangkan pada 1946.
Teknologi Informasi Masa Kini
Kemudian, teknologi informasi mengalami perkembangan cepat seiring ditemukannya alat-alat teknologi. Boleh dikata, peradaban manusia mengalami revolusi ketika suatu alat penting baru ditemukan. Teknologi internet yang pada mulanya berupa penemuan militer Amerika Serikat, berkembang di rentang waktu 1973 hingga 1990.
Pada tahun-tahun berikutnya, jaringan internet mengalami kemajuan amat pesat serta dikembangkan dan merasuki berbagai sendi kehidupan manusia. Dunia bisnis, birokrasi, pendidikan, kesehatan, kepolisian, dan perbankan, kini tidak lepas dari teknologi informasi.
Anda dapat berniaga secara online dengan rekan bisnis di luar negeri. Anda dapat mengurus surat-surat pajak dan kependudukan dengan cepat dan transparan. Anda dapat menikmati e-learning, belajar jarak jauh dengan mudah. Anda pun dapat menikmati layanan kesehatan dengan teknologi baru yang menaikkan harapan hidup pasien.
Sebagai nasabah sebuah bank, Anda dapat mentransfer atau mengambil uang di mana pun dan kapan pun. Demikian pula tindakan kejahatan sekarang sangat mudah diungkap dengan teknologi informasi.
Tidak heran jika kemudian banyak pakar berpendapat bahwa kemajuan suatu negara tidak bisa lepas dari tingkat penguasaan teknologi informasi rakyatnya. Anda setuju?
Inovasi Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan
Kemajuan teknologi telah membuat dunia pendidikan ikut “berlari” mengikuti. Keberadaan teknologi informasi juga semakin memudahkan penyebaran informasi ilmu pengetahuan terbaru ke seluruh penjuru dunia dalam waktu singkat. Hal ini seakan “memaksa” para pengajar untuk selalu meng-update kabar paling anyar di bidang pendidikan yang mereka tekuni secara berkala.
Selain informasi terbaru, keberadaan internet juga membawa inovasi di dalam dunia pendidikan. Inovasi yang dimaksud adalah sebuah perubahan dari situasi awal menuju ke situasi baru yang lebih baik daripada sebelumnya.
Seseorang yang berkecimpung di dunia pendidikan sudah seharusnya melakukan inovasi dan pembaruan. Inovasi diperlukan bukan hanya untuk kepentingan siswa, sehingga mereka merasa bahagia dengan pelajaran yang mereka ikuti, namun inovasi juga penting bagi seorang pendidik. Sebab, selain mematangkan pengalaman dan menambah pengetahuan, juga untuk meringankan kejenuhan dalam pengajaran.
Macam-macam Inovasi Teknologi Informasi
Ada tiga macam inovasi teknologi informasi yang bisa Anda gunakan untuk menambah kompetensi dalam proses belajar mengajar, sekaligus mengakrabkan siswa dengan dunia teknologi informasi, yaitu:
1. Inovasi ide atau gagasan
Anda bisa memasukkan setiap ide atau gagasan Anda tentang dunia pendidikan melalui blog atau web pribadi Anda. Bahkan bila Anda tidak mampu hadir di dalam proses belajar mengajar semisal ada tugas dari atasan, Anda tetap bisa mengunggah tugas di blog Anda dan meminta siswa-siswi Anda untuk mengunduhnya.
Ini adalah inovasi teknologi informasi yang cukup membantu Anda dalam transfer pembelajaran. Anda dapat memasukkan sebuah artikel misalnya “Bioteknologi” di dalam blog untuk diunduh dan didiskusikan oleh siswa-siswi Anda. Hal ini selain meningkatkan kualitas dan keterampilan Anda di bidang teknologi informasi, juga demi mendekatkan siswa dengan dunia teknologi informasi.
2. Inovasi praktik atau metode pengajaran
Sebagai pengajar, Anda tentu tidak ingin menjadikan siswa-siswi Anda merasa payah terhadap metode pengajaran yang Anda sampaikan. Kepenatan akan metode pengajaran yang Anda berikan, akan membuat siswa-siswi Anda antipati terhadap pelajaran Anda, sehingga penerimaan informasi yang mereka dapatkan tidak optimal.
Anda dapat memodifikasi cara mengajar Anda dengan tipe-tipe pengajaran baru yang ada di internet. Metode Jigsaw, STAD, CIRC, P4QR, dan sebagainya, bisa membuat kondisi kelas Anda lebih hidup dan interaktif. Silakan Anda mencari kata kunci metode pengajaran tersebut melalui mesin pencari di dunia maya. Anda akan menemukan nuansa baru di dunia pendidikan yang lebih menyenangkan.
3. Inovasi produk atau software pendidikan
Anda juga bisa berinovasi dengan menciptakan sebuah produk atau software pendidikan yang mempermudah pemahaman siswa dan siswi Anda. Sebagai contoh, Anda dapat membuat sebuah laboratorium virtual dengan keterampilan komputer yang Anda miliki.
Andaikata waktu pembelajaran tidak cukup panjang, Anda masih bisa memanfaatkan laboratorium virtual online di dunia maya untuk membantu proses belajar mengajar. Dari laboratorium online tersebut, Anda bersama siswa-siswi Anda masih mampu menghasilkan sebuah karya, yaitu dengan menyusun presentasi atau modul praktikum dari laboratorium virtual yang telah Anda pelajari bersama-sama.
Jadi tunggu apa lagi, selamat berinovasi dengan teknologi informasi untuk memajukan pendidikan Indonesia.

