logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Fikih

Teks Ceramah Agama Islam Tentang Mengingat Kematian


Ilustrasi teks ceramah agama islam
Agama Islam adalah agama yang mengajarkan tauhid yaitu setiap manusia diajak untuk menyembah Tuhan Yang Satu yaitu Allah Swt. Topik tentang tauhid ini menjadi salah satu bagian dari  ceramah dan artikel mengenai agama Islam. Topik ini sudah sangat banyak diulas di berbagai media, buku-buku agama dan buku-buku yang bahkan ditulis oleh orang non muslim, begitupun teks ceramah agama Islam yang mengulas berbagai segi dalam kehidupan dan kematian.

Tentang Kematian

Mengulas tentang kematian merupakan salah satu hal yang akan mengingatkan bahwa betapa dekatnya kematian ini dengan kehidupan manusia. Tidak pernah terbayangkan bagaimana kalau manusia bisa mengetahui kapan ia akan mati. Pasti dunia ini tidak menjadi sesuatu yang menarik, penuh kejutan, dan misteri. Karena kematian itu adalah satu kerahasiaan yang hanya Allah Swt yang tahu, maka banyak cara orang menjalani hidupnya yang akan menjadi pelajaran.

Kematian yang sudah pasti itu pun banyak tidak dipercaya bahkan disepelekan dan dihinakan. Kesombongan manusia mengenai kematian ini terkadang tidak masuk akal. Manusia yang mempunyai kekuatan membeli dan menguasai, berbuat seperti ia tidak akan mati. Ia membuat berbagai kegiatan yang ia yakini akan menghalangi kematian datang menghampirinya. Padahal, mau di manapun dan dalam keadaan apapun, kematian akan datang jua dengan cara yang tidak pernah disangka-sangka.

Telah banyak tipe kematian mulai dari yang menyedihkan hingga yang membuat hati terenyuh serta menggetarkan hati. Berita kematian bisa sangat mengguncang hati ketika yang meninggal itu adalah seseorang yang penuh manfaat dimasa hidupnya. Ada juga kematian yang begitu diharapkan terhadap nyawa orang yang tidak bermanfaat bahkan dianggap sebagai benalu dalam kehidupan. Semua kematian itu tidak bisa diatur oleh mahluk. Kematian adalah hak yang dipunyai oleh Sang Pencipta.

Kemisteriusan kematian inilah yang membuat banyak orang berupaya sekuat tenaga untuk memenuhi pundi-pundi amal mereka. Orang yang berilmu sangat menyadari bahwa yang akan menjadi temannya di kubur nanti adalah amalnya. Tidak ada seorang teman sebaik apapun yang mau menemaninya di dalam tanah yang lembab dan tiada berongga itu. Orang yang paling ia cintai dan mencintainya pun tidak akan mau menemaninya.

Harta yang ia usahakan akan tinggal menjadi harta warisan. Istri atau suami yang ditinggalkan mungkin akan menikah lagi dan berbahagia lagi. Lalu yang telah mati akan sibuk dengan urusannya mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya selama hidupnya. Jangan sepelekan kematian dan kehidupan setelah mati. Manfaatkan waktu sebaik mungkin dan kurangi kesenangan dunia yang melenakan.

Ketika dunia diserbu oleh Blackberry dengan fasilitas BBM-nya, banyak orang yang akhirnya terlena. Mereka bahkan dengan sangat senang hati mengirimkan ‘PING!” kepada orang yang tidak halal baginya. Selanjutnya percakapan itu akan berlanjut kepada kalimat-kalimat yang tidak ada artinya dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Bahkan bila dilanjutkan akan bisa menumbuhkan rasa suka sehingga terjadi perselingkuhan. Hal ini sangat berbahaya. Fasilitas kehidupan itu semuanya hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan beribadah kepada-Nya.

Manusia sering lupa bahwa waktu yang masih dimilikinya bukan untuk disia-siakan. Waktu yang ada itu untuk beribadah. Cara beribadah inilah yang mungkin tidak diketahui karena tidak mempunyai ilmu. Padahal, ilmu itu telah bertebaran di mana-mana. Keengganan mendapatkan ilmu yang bermanfaat mungkin terjadi akibat dari hati yang terlalu lalai. Untuk itulah, bergaul dengan orang baik adalah satu faktor menambah pengaruh keimanan ke hati.

Ingat Mati

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Berziarah kuburlah kalian, karena hal itu dapat mengingatkan kalian pada kematian.” (H.R. Muslim). Kata “kematian” yang paling pertama kita ingat mungkin tempat peristirahatan yang terakhir menunggu sampai hari hisab tiba dimana kita ditempatkan di “rumah baru” kita sebuah lubang gelap  kecil seukuran tubuh manusia yang begitu sunyi tanpa teman  dan penolong seorangpun.

Sering kita mendengar dalam ceramah agama Islam bagaimana para ustad  mengingatkan  setiap muslim untuk selalu mengingat kematian dengan cara sering berzikir, bertaubat dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang agama. Adapun manfaat dari mengingat kematian adalah selalu berbuat kebaikan dan takut untuk berbuat maksiat. Menjadi rajin beribadah

Tidak cinta dunia berlebihan, karena harta dan segala sesuatu yang kita cintai di dunia akhirnya akan kita tinggalkan dan pada saat kematian tiba kita hanya menggunakan kain kafan saja. Bila menghadapi cobaan lebih sabar dan kuat, karena tahu siksa dialam kubur dan siksa pada hari hisab nanti lebih dahsyat. Bertaubat. Selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong.

Sering seseorang bila ingat akan kematian yang dapat menghampiri kapan saja menjadi begitu taat beribadah, bersedekah dan sangat sayang kepada keluarganya. Tetapi orang lebih sering lupa akan akhir hidupnya yang bisa datang kapan saja dengan lebih mencintai dunia secara berlebihan tetapi cintanya pada akhirat hanya sedikit saja malah seolah-olah lupa bahwa kematian dapat menjemput kapan saja.

Zar’ah ibn ‘Abdillah meriwayatkan bahwa Nabi SAW. pernah bersabda, “Manusia itu lebih mencintai kehidupan, padahal kematian itu lebih baik baginya. Manusia juga lebih mencintai harta yang banyak, padahal sedikit harta itu lebih sedikit hisabnya bagi dirinya.”(HR.Imam al-Bayhaqi).

Mati dalam Maksiat - Nauzubilah Minzalik

Dalam ceramah agama Islam yang disampaikan seorang ustad di sebuah mesjid di Jakarta Pusat pada bulan Ramadhan lalu, beliau mengatakan bahwa  pada dasarnya semua umat muslim menginginkan mati dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik). Manusia tidak mengetahui mati di hari apa, dimana, atau sedang apa karena kematian itu adalah hal yang gaib sama halnya dengan kiamat hanya Allah SWT  yang tahu, yang harus diingat dalam kematian adalah kedatangannya mendadak dan bila sudah datang waktunya tak bisa ditolak.


Tetapi manusia bisa berusaha dalam keadaan seperti apa ia akan mati, husnul khatimah atau su’ul khatimah (akhir yang buruk). Untuk mencapai husnul khatimah pada saat kematian manusia bisa melakukan amal shalih yang istiqamah, agar bisa istiqamah adalah dengan memperbanyak Zikrul Maut, banyak mengingat mati.

Penyebab su’ul khatimah menurut sebagian ulama ada 4  faktor yaitu, mengabaikan sholat, minum khamar, durhaka pada ke dua orangtua, menyakiti kaum muslim. Anas r.a. menuturkan bahwa Nabi saw. telah bersabda “Perbanyaklah mengingat kematian, karena hal itu dapat membersihkan dosa dan menjadikan zuhud didunia. Jika kalian mengingatnya ketika kaya, ia akan menghabiskan harta itu dijalan Allah, jika mengingatnya ketika dalam keadaan miskin, ia akan menjadikan kalian ridha akan kehidupan.”

Setiap manusia tidak bisa lari dari kematian meskipun dia bersembunyi di ujung bumi bila ajal sudah datang menjemput pasti dia akan mati. Bila Allah menghendaki maut akan datang dimana dan kapan saja sesuai dengan firman Nya, “Katakanlah bahwasanya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya ia akan menemui kamu, …” (Al Jumu’ah ayat 8), demikian pula dalam surat Qaaf ayat 19, Allah berfirman : “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenarnya. Demikianlah yang kamu tidak dapat melarikan diri daripadanya.”

Sebenarnya tidur yang kita jalani setiap hari amat dekat dengan kematian, nyawa manusia ditahan ketika sedang tidur, di dalam kitab suci Al Qur’an Allah berfirman dalam surat Az Zumar surat 39 ayat 42, “Allah memegang jiwa orang ketika matinya dan memegang jiwa orang yang belum mati diwaktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan ...”.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk selalu berdoa sebelum tidur dan setelah tidur, itu artinya kita dibimbing untuk menghadapi kematian sebelum tidur dan diajak bersyukur karena Allah menghidupkan kita dari kematian.  

Selalu mengingat kematian memang sesuatu yang seharusnya kita lakukan karena dengan mengingat kematian manusia enggan untuk melakukan kemaksiatan dan perbuatan yang sia-sia apalagi sudah banyak contoh orang yang meninggal dalam keadaan sia-sia dan sesuai dengan apa yang menjadi kebiasaannya. Misalnya, pecandu narkoba atau seks bebas, mereka meninggal dalam keadaan melakukan hal maksiat yang biasa mereka lakukan sehari-hari. Nauzubilah Minzalik semoga kita tidak termasuk dalam golongan itu.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Peranan Lembaga Dakwah Islam di Indonesia
  • Hukum Cerai dalam Islam
  • Mudahkah Memberikan Pengertian Pendidikan Akhlak dalam Islam?
  • Muslimah Cantik Calon Penghuni Surga
  • Alasan Diperbolehkannya Cerai Menurut Islam
  • Khutbah dan Jenis-jenisnya dalam Islam
  • 7 Materi Kultum Singkat: Pegangan Pemula Penceramah Agama Islam
  • Memetik Pelajaran dari Metode Dakwah Rasulullah di Makkah
  • Agar Lidah Membawa Berkah
  • Psikologi Dakwah Islam
  • Contoh dan Tips Membuat Teks Dakwah Islam
  • Misteri Kubur - Berziarah ke Alam Barzakh
  • Yang Unik dari Azan Subuh
  • Kalam: Pergulatan antara Rasional dan Tradisional
  • JENIS - JENIS HEWAN HARAM MENURUT ISLAM
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA