Mengenal Tema dalam Cerita
Banyak penjabaran tentang tema dan secara umum mengatakan bahwa tema adalah suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Menurut Ensiklopedi Sastra Indonesia, tema adalah gagasan, ide pokok, atau pokok persoalan yang menjadi dasar cerita.
Tema adalah inti dan fondasi awal dalam setiap cerita. Para pembaca pun banyak yang menentukan pantas tidaknya suatu tulisan dibaca hanya degan melihat tema. Semakin menarik temanya, cerita itu semakin memiliki nilai lebih.
Memang sering dijumpai kekeliruan dalam mengartikan sebuah tema. Ada yang menyamakan tema dengan topik. Padahal, definisi keduanya jelas berbeda. Topik hanyalah pokok pembicaraan yang ada dalam cerita, sedangkan tema adalah gagasan sentral, yaitu sesuatu yang hendak diperjuangkan melalui karya tersebut.
Fungsi Sebuah Tema
Adanya tema menjadi unsur paling penting dalam penyusunan sebuah cerita karena ia menjadi pegangan pengarang dalam menentukan elemen struktural lain, seperti plot, tokoh, dan latar.
Temalah yang berperan sebagai titik awal yang menuntun pengarang dalam menciptakan dan membentuk plot atau membawa tokoh menjadi serasa hidup. Ada pun fungsi terpenting tema dalam sebuah cerita adalah menjadi elemen penyatu terakhir keseluruhan cerita.
Selain itu, fungsi tema yang lain adalah melayani visi. Visi di sini yaitu tanggapan total pengarang terhadap pengalaman hidup dan hubunganya dengan jagat raya. Yaitu, pengarang dapat menciptakan dunia fiksional yang membawa pembacanya seolah-olah sedang mengalami kejadian dalam cerita. Pembaca pun dapat melihat pengalaman hidup orang lain lewat kacamata pengarang.
Jenis-jenis Tema
Tema memang banyak jenisnya. Secara umum, dapat diklasifikasikan berdasarkan pokok pembicaraan, ketradisian, dan cakupan.
1. Berdasarkan Pokok Pembicaraan
- Tema Jasmaniah (Physical)
Tema ini berkaitan dengan keadaan jasmani manusia, yaitu mempunyai fokus pada manusia sebagai molekul, zat, dan jasad.
- Tema Organik (Moral)
Tema ini mencakup hal-hal yang berhubungan dengan moral manusia, misalnya tentang hubungan antarmanusia, antarpria dan wanita.
- Tema Sosial
Tema ini mencakup masalah sosial, yaitu hal-hal di luar masalah pribadi. Lebih jelasnya, dalam tema ini, dibahas mengenai kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, yaitu interaksinya dengan masyarakat.
- Tema Egoik
Tema ini mencakup reaksi-reaksi pribadi manusia sebagai individu yang senantiasa menuntut pengakuan atas hak individualitasnya. Tentunya, dalam kedudukannya sebagai makhluk individu, manusia mempunyai permasalahan dan konflik, misalnya perbedaan pendapat. Itulah yang menjadi kajian dalam tema ini.
- Tema Ketuhanan (Divine)
Tema ini mencakup kondisi dan situasi manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, yaitu hubungan antara manusia dengan Tuhannya.
2. Berdasarkan Ketradisian
- Tema Tradisional
Tema ini sangat berkaitan dengan kejahatan dan kebenaran. Tema ini disukai pembaca karena akan menggambarkan bahwa kebenaran pada akhirnya selalu menang melawan kejahatan.
- Tema Nontradisional
Tema ini mempunyai ide utama yang melawan arus atau tidak lazim. Dalam cerita yang mengambil tema ini, kadang mengecewakan pembaca karena jalan ceritanya tidak sesuai harapannya. Tidak seperti pada cerita bertema tradisional, dalam cerita ini kadang yang jahat malah mampu mengalahkan yang baik.
3. Berdasarkan Cakupan
- Tema Pokok (Tema Mayor)
Pada tema ini, makna pokok cerita yang menjadi gagasan umum tidak hanya terdapat dalam bagian tertentu, tetapi terdapat dalam keseluruhan bagian.
- Tema Tambahan (Tema Minor)
Pada tema ini, makna pokok cerita yang menjadi gagasan umum hanya terdapat pada bagian tertentu.






