logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Rumah & Taman    Dekorasi    Furnitur

Tempat Tidur Susun, Solusi untuk Rumah Kecil yang Tidak Lagi Terkesan Kumuh


Ilustrasi tempat tidur susun

Ketersediaan lahan untuk mendirikan rumah sekarang sudah semakin terbatas. Akibatnya, rumah pun menjadi terbatas dalam hal ukuran. Belakangan banyak solusi yang ditawarkan ahli-ahli dekorasi untuk menyiasati rumah dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Karena kita tidak mungkin menambah luas ukuran tanah, maka hal yang bisa dilakukan adalah menyiasati dekorasi ruangan, agar ruangan yang sempit dapat terasa nyaman.

Salah satu caranya adalah dengan pemilihan furnitur yang sekiranya memiliki bentuk yang efisien. Salah satunya adalah tempat tidur susun. Mendengar kata “susun” pemikiran kita pasti tertuju pada sesuatu hal yang sempit, kumuh, dan pengap. Nyatanya memang demikian, tempat tidur susun hadir atas keterbatasan lahan namun tidak lantas ia berkonotasi buruk seperti yang terkesankan di masyarakat.

Tempat Tidur Susun Praktis Aman dan Nyaman

Tempat tidur susun bisa menjadi salah satu furnitur kegemaran keluarga. Jauh sebelum ketersediaan lahan menipis, tempat tidur susun sudah terkenal lebih dulu. Awalnya ia identik dengan asrama atau tempat sekelompok orang tinggal. Entah berprofesi sebagai karyawan maupun mahasiswa.

Bahkan ada satu kesan menyedihkan yang identik dengan tempat tidur susun. Kesan menyedihkan tersebut adalah tempat tidur susun sebagai tempat tidur bagi para tahanan di penjara.

Kini berbagai kesan “kumuh” mengenai tempat tidur susun sudah selayaknya dihapuskan. Kini zaman sudah berubah praktis. Penggunaan tempat tidur susun justru akan banyak diminati untuk waktu-waktu sekarang ini.

Desain tempat tidur susun yang dulu identik dengan kekumuhan, kini akan menjelma menjadi salah satu furnitur kegemaran keluarga.

Tempat tidur susun akan pas untuk Anda yang sudah memiliki dua orang anak, terlebih dua-duanya memiliki jenis kelamin yang sama. Dengan adanya tempat tidur susun, kamar tidur anak yang semestinya dibuat dua kini tidak perlu lagi.

Tempat tidur susun ternyata menimbulkan kekhawatiran sendiri bagi para orang tua. Alasannya tentu saja masuk akal, mereka takut anak yang menempati tempat tidur bagian atas akan terjatuh ketika tidur. Namun kini, desain dari tempat tidur susun sudah banyak mengalami perubahan. Desainnya kini tidak lagi monoton dengan bentuk tangga berdiri tegak lurus di samping tempat tidur dan tanpa penghalang.

Kini, tempat tidur susun sudah tersedia dalam beberapa bentuk. Ada yang memiliki bentuk tidak terlalu tinggi antara tempat tidur tingkat satu dan dua dan ada juga yang berinovasi dalam bentuk tangga. Tangga pada tempat tidur susun kini tidak lagi terletak di pinggir dan berdiri tegak.

Tangga bisa berbentuk agak sedikit doyong dan terletak di bagian dalam tempat tidur tingkat satu. Kasur yang terletak pada tempat tidur susun tingkat satu pun ditempatkan menjadi agak maju.

Tempat tidur susun kini bukan hanya efisien dari segi penempatan, tapi juga pemasangan. Selayaknya sebuah robot yang bisa dirakit, tempat tidur susun pun demikian. Cara pemasangannya cukup dengan mengikuti petunjuk yang sering disertakan pada saat pembelian.

Pemasangan harus dilakukan dengan seksama. Jangan sampai ada baut atau penyangga yang kurang direkatkan dengan pas, sehingga akan berakibat fatal untuk putra-putri Anda.

Tempat tidur susun tidak disarankan untuk digunakan pada anak usia lima tahun ke bawah. Karena anak pada usia tersebut, masih belum mengetahui secara pasti hal-hal apa saja yang dapat membuat mereka celaka.

Penggunaan tempat tidur susun idealnya untuk anak di atas usia 6 tahun. Karena di usia seperti itu, setidaknya mereka sudah bisa mencerna larangan dan nasihat yang diberikan orang tua untuk kebaikan mereka.

Banyak Pelajaran Berharga Untuk Anak-anak di Tempat Tidur Susun

Salah satu alasan menggunakan tempat tidur susun adalah karena jumlah anak. Lagian ngapain pakai tempat tidur susun kalau anaknya cuma seorang saja. Salah satu sebab mengapa tempat tidur susun sudah tidak begitu banyak lagi kita jumpai adalah semakin kecilnya anggota keluarga. Sekarang ini tiap pasangan keluarga, paling-paling hanya punya dua anak saja, beda dengan zaman dulu. Dulu masing-masing keluarga Indonesia setidaknya ada 4 anak, bahkan bisa berjumlah belasan.

Sekalipun demikian, masih ada juga keluarga moderen sekarang ini yang tidak membatasi keturunannya seperti yang dianjurkan oleh program Keluarga Berencana. Terutama belakangan program KB itu sudah semakin tidak terdengar kampanyenya maka, banyak juga keluarga muda yang mulai beranak lebih dari dua.

Oleh sebab itu “mengasramakan” anak-anak dalam satu kamar sudah menjadi kebutuhan. Tetapi bukan sekadar kebutuhan, untuk memadatfungsikan kamar yang terbatas, juga ternyata mengandung unsur pendidikan di dalamnya.

Pendidikan apa saja yang dapat diselenggarakan di kamar “asrama” seperti ini? Itulah yang perlu kita siapkan agar, tempat tidur bertingkat ini tidak sekedar berfungsi penempatan tidur semata. Banyak hal berikut ini yang perlu dijadikan bahan pendidikan untuk anak-anak kita yang akan menikmati tidur mereka di tempat tidur bertingkat.

Selamat datang di “Asrama Buah Hati Calon Pemimpin Bangsa” bisa kita buat tulisan seperti itu di atas pintu kamar. Selanjutnya kita siapkan hal-hal penting yang akan menjadikan mereka benar-benar akan menjadi pemimpin bangsa melalui pendidikan di dalam kamar “asrama” ini. Berikut ini ide menarik untuk pendidikan anak-anak di tempat tidur susun.

Mengajarkan pola hidup sederhana. Para pemimpin bangsa di masa depan adalah pribadi yang efisien, bukan pemboros yang kurang bisa mengahargai karunia kehidupan. Semakin sederhana dalam tuntutan pribadi maka, akan semakin efisien seorang dalam memimpin. Anak-anak yang tidur di “asrama’ ini harus menyadari akan hal itu. Kesederhanaan yang tertanam sejak dini akan mudah mereka praktekkan kelak mereka dewasa.

Pendidikan tentang kedisiplinan. Anak yang diajarkan disiplin sejak dini, terlebih dalam sekala kecil yang sederhana seperti dalam kamar tidur meraka, akan sangat melekat membentuk karakter. Bisa kita buat peraturan mengenai hal ini, misalnya tentang jam tidur dan jam bangun, tentang aturan kerapian tempat tidur dan lain sebagainya. Dengan tidur beramai-ramai peraturan ini akan sangat mudah untuk dipatuhi karena, satu sama lain antar anak akan saling menegur dan saling mengontrol.

Pelajaran kerukunan dan kekompakan. Aturan yang telah ditetapkan bagi penghuni “asrama” perlu dukungan semua penghuninya. Selain itu saat-saat menjelang tidur pun dapat berguna sebagai ajang bercerita. Mereka bisa saling berinteraksi dengan harmoni kerukunan dalam satu keluarga. Segalanya dapat tumbuh dan berkembang di tempat ini, dan yang penting mereka akan semakin kompak sebagai satu keutuhan keluarga, kerukukunan antar saudara.

Belajar ilmu organisasi. Bisa dibuatkan susunan kecil kepengurusan “asrama” yang terdiri dari mereka sendiri. Dan bagian-bagian pekerjaan untuk menjaga kebersihan dan kerapian kamar dapat dibagi selayaknya seksi-seksi dalam organisasi.dan masih banyak lagi hal-hal baik yang dapat ditanamkan kepada anak-anak calon pemimpin bangsa di kamar “asrama” ini.

Perabot Pendukung Kamar “Asrama”

Dalam ruang tidur yang diwujudkan sebagai tempat pendidikan dan pembentukan karakter sebagaimana disebutkan sebelumnya, perlu ditata sedemikian rupa dengan fasilitas dan perabot yang mendukung. Akan semakin lengkap “asrama” ini apabila perangkat-perangkat lain ditambahkan di dalamnya.

Misalnya audio yang terpasang di sudut-sudut kamar. Perangkat audio ini akan membantu anak untuk menikmati musik relaksasi sebelum tidur. Musik-musik ringan yang lembut sangat baik untuk mengisi energi positif ke alam tidur mereka. Musik sangat membantu pendidikan karakter, terutama untuk mempengaruhi alam bawah sadar mereka. Dapat pula meningkatkan kesehatan dan kecerdasan emosi anak-anak.

Perangkat lain selain audio, video juga diperlukan untuk nonton bersama film-film anak yang dapat membantu pendidikan karakter mereka. Disamping itu, sekarang banyak pembelajaran memalui multi media yang dapat dimanfaatkan bersama oleh para penghuni kamar. Kebersamaan yang ditanamkan dalam organisasi kecil yang ada di dalam kamar “asrama” dapat lebih terwujud dengan beberapa fasilitas pendukung yang ada.

Anak-anak dapat pula belajar membangun kecerdasan spiritualnya dengan perabot seperti tempat sholat dan perangkat ibadah lainnya. Sebelum tidur mereka dapat berdoa bersama dengan berbagai sarana yang ada. Bagi anak-anak semua ini akan mereka nikmati sebagai permainan yang mengasikkan, itulah ciri khas pendidikan anak yang tepat buat mereka. Semoga ide ini dapat diwujudkan di rumah kita, dan menjadikan rumah sebagai tempat anak bertumbuh dan belajar meningkatkan potensi positif mereka.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Seluk Beluk Lemari pakaian
  • Kursi Tamu - Bagian Terpenting dari Sebuah Rumah
  • Berburu Furniture Murah
  • Kiat Sukses Bisnis Toko Furniture
  • Hemat Tempat dengan Tempat Tidur Lipat
  • Keunikan Mebel Kayu Kelapa
  • Rumah Lebih Luas dengan Furniture Minimalis
  • Pernak-Pernik Furniture Kamar Tidur
  • Tips Memilih Furniture Anak yang Nyaman
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA