Tentang Islam dan Sejarah Perkembangannya di Dunia
Ilustrasi tentang islam
Ajaran tentang Islam yang paripurna telah menjadi daya tarik bagi manusia yang memikirkannya. Membahas tentang Islam beserta ajarannya maka tidak ada habisnya. Banyak para pemikir, penulis sejarah dan ilmuan membahas mengenai Islam baik pemikiran dan metodenya, sejarahnya, dan sumbangsihnya terhadap kemajuan peradaban dunia.
Tulisan penuh sanjungan diberikan oleh mereka kepada Islam. Bahkan banyak dari mereka yang menulis itu adalah orang non-muslim. Kebenaran Islam tidak bisa dibantah oleh siapa pun juga baik secara akal dan fitrah.
Tiada yang dapat menolak kebenaran ajaran Islam yang dibawa nabi Muhammad Saw. Semua pemikiran Islam itu membawa kebaikan bagi manusia. Islam bukanlah agama yang sulit seperti yang dikatakan oleh para pedengki Islam, melainkan agama yang memudahkan manusia untuk beribadah kepada Allah serta memudahkan mereka untuk mengatur kehidupannya.
Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an:
- "Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman". (TQs. Al A'raaf [7]: 52)
- "Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini".(TQs. Al Jaatsiyah [45]: 20)
Tentang Islam dan Sejarah Perkembangannya
Ketika Islam tegak melalui negara Islam di Madinah, semua orang bisa melihat kebaikan yang dibawa oleh ajaran Nabi Muhammad Saw. Hukum Allah SAW secara kaffah diterapkan dan dipatuhi oleh semua warga negara, baik itu kaum muslimin dan kafir dzimmi (orang kafir yang menjadi warga negara Islam).
Semua kaum muslimin bisa beribadah dengan khusyuk dan sempurna. Suara lantang mudzin Bilal dan Umi Maktum disambut dengan gemuruh para sahabat yang berdatangan untuk sholat jamaah di Masjid. Para sahabat Nabi bisa melakukan puasa Ramadhan dengan penuh ketengangan tanpa ada gangguan dari pihak luar.
Mereka pun bisa melaksanakan amalan sunnah dengan baik dan istiqomah. Tentang ajaran Islam yang telah memberikan petunjuk yang sempurna dalam mengatur kehidupan di dunia telah digambarkan dalam Al Qur’an: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (TQs Al Maa'idah [5]: 3)
Kaum muslimin di bawah pimpinan Nabi Muhammad Saw pun menerapkan semua aturan Islam tentang masalah hubungan dengan diri sendiri dan hubungan dengan sesamanya. Hukum mengenai peradilan, ekonomi, pergaulan sosial, zakat dan lainnya bisa diterapkan di tengah masyarakat sehingga Islam menjadi peraturan hidup yang sempurna.
Penyebaran Islam melalui dakwah dan jihad pun dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabat sehingga dalam waktu singkat Islam menyebar ke beberapa negeri. Islam kemudian menjadi cahaya terang atas kegelapan yang menyelimuti jazirah Arab pada waktu itu.
Dimana Islam mengajak manusia hanya beribadah secara murni kepada Allah SWT. Kemenangan-kemenangan Islam datang secara cepat dengan dimulai penaklukan kota Makkah yang dipimpin oleh Rasulullah Saw.
Di masa kepemimpinan Rasulullah Saw ini Islam menjadi agama yang dimenangkan oleh Allah SWT atas semua agama pada waktu itu. Setelah Rasulullah Saw wafat, maka kepemimpinan negara dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin.
Kemenangan Islam atas negeri lain pun diraih sehingga dakwah menyeru kepada agama tauhid semakin luas dan tidak terbendung. Kemenangan-kemenangan ini sudah dijanjikan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an: "Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (TQs al-Fath [48] : 21)T
Tentang Islam di Masa Khalifah yang Banyak
Tentang Islam dan penyebaran ajarannya setelah masa Khulafaur Rasyidin kemudian dilanjutkan oleh para khalifah yang bergantian memimpin secara luar biasa. Mereka para khalifah memimpin umat Islam dengan Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana para pendahulunya.
Islam pun berkembang sampai dengan 2/3 dunia saat itu mulai dari Afrika sampai ke perbatasan China. Sebuah kegemilangan peradaban yang tidak akan mampu untuk dikalahkan oleh ajaran yang lain.
Islam bukan hanya sekedar menaklukkan sebuah negeri melainkan memberikan petunjuk hidup yang sempurna kepada warga negeri yang ditaklukkan sehingga mereka dari keadaan yang jahiliyyah berubah menjadi orang yang beriman dan beramal shaleh serta cerdas dalam semua bidang.
Rakyat jelata yang dahulu hidup dalam sistem kerajaan karena tertindas dan terdzalimin oleh para raja kemudian menjadi mulia harkat dan martabatnya setelah Islam menyentuh wilayah mereka. Dunia pun tahu bahwa Islam yang telah memberikan kemaslahatan bagi warganya baik yang berislam maupun yang tidak (kafir dzimmi).
Hal ini layaknya buah yang baunya wangi dan harum yang mengundang lebah dan serangga lainnya untuk datang menikmatnya. Orang-orang dari negara lain seperti dari benuaEropa pun berdatangan ke khilafah untuk menimba kekayaan khasanah pengetahuan Islam terutama pada bidang sains.
Namun, kekhilafahan Islam kemudian menjadi lemah karena pemerintah dan kaum muslimin mulai meninggalkan pemikiran Islam dan mengabaikan metode pelaksanaannya. Mereka bahkan meremehkan bahasa Arab dan menutup pintu ijtihad.
Semangat untuk menyebarkan Islam melalui dakwah dan jihad meredup. Kondisi ini semakin diperparah dengan seranga dari pihak luar terutama dari Inggris dan Prancis. Agen-agen kedua negara tersebut menyusup ke tubuh pemerintahan untuk menghancurkan Khilafah. Akhirnya pada tanggal 3 Maret 1924, Islam pun kehilangan Khilafah yang merupakan institusi yang dicontohkan dan diwajibkan oleh Nabi Saw.
Khilafah runtuh dan wilayahnya dipecah-pecah menjadi puluhan negara dengan berbagai bendera yang berbeda. Keadaan kaum muslimin yang seharusnya menjadi yang terbaik kemudian terbalik menjadi kaum yang tertindas.
Tentang Islam di Timur Tengah dan Asia
Bila kita membahas tentang ajaran Islam dan keadaan umatnya di dunia terutama di Benua Timur Tengah, Asia dan Afrika, maka akan kita temukan kehinaan dan kerusakan yang terjadi di setiap negeri-negerinya. Ketika kita menengok lebih dalam ke Negara Palestina maka tetesan air mata tidak akan dapat kita tahan bila melihat anak-anak kecil, perempuan dan kakek-nenek dibantai secara keji oleh bangsa kera Israel.
Mereka yang hidup di Gaza seperti santapan lezat bagi orang-orangkafir setiap saat, tembakan peluru, lemparan granat dan ledakan rudal selalu menghujani mereka tanpa henti. Keadaan kaum muslimin di Afganistan juga tidak jauh berbeda, rakyat Islam disana sering menjadi korban dari agresi tentara Amerika Serikat dengan alasan perang melawan terorisme dan penerapan demokrasi serta pelaksanaan HAM.
Jutaan kaum muslimin di negeri itu harus menimpa kehinaan dengan kedatangan tentara AS dan sekutunya. Lebih dari 1 juta rakyat harus menjadi korban dari serangan Amerika dan sekutunya. Mereka menyerang negeri ini dengan alasan senjata nuklir dan biologis yang sampai sekarang belum terbukti.
Bahkan secara keji mereka mengadu domba umat Islam, mereka memprovokatori peperangan antara Sunni dan Syiah. Di saat terjadi peperangan saudara kemudian mereka dengan rakus mengambil sumber energi Irak yang memiliki cadangan bermilyar barrel minyak.Sample di Asia adalah Indonesia.
Tentang Islam di Indonesia juga tidak berbeda dengan 3 negara sebelumnya. Bila Palestina, Afganistan dan Irak terjajah secara militer maka keadaan Indonesia terjajah secara sistem. Apakah negeri ini merdeka? Apakah negeri ini bangkit? Kedua pertanyaan ini akan membuat kita berpikir secara mendalam.
Bila indonesia merdeka mengapa sistem yang diterapkan adalah sistem demokrasi sekuler yang merupakan sistem dari negara barat (Amerika, Inggris, Prancis dan lainnya). Bila Indonesia merdeka mengapa sumber daya alam kita disedot secara rakus oleh perusahaan asing negara barat.
Bila Indonesia bangkit mengapa kemiskinan, kemelaratan, pengangguran, kriminalitas, kecurangan, kedzaliman tetap subur. Inilah yang seharusnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita untuk kembali berusaha agar kemuliaan Islam dapat diraih kembali sebagaimana yang diraih pada masa Nabi Muhammad Saw dan Khulafaur Rasyidin.
Pengetahuan Filsafat tentang Islam
Agama Islam merupakan agama yang mendatangkan banyak rahmat dan berkah bagi umatnya. Serta selalu memberi dorongan untuk para umatnya agar lebih maju dalam ilmu pengetahuan maupun peradaban tentang Islam.
Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam wajib untuk menuntut ilmu dalam bidang apapun demi kemajuan agama dan dunia. Ilmu pengetahuan tentang Islam memang telah lama tumbuh dan berkembang. Salah satu di antaranya adalah filsafat tentang Islam. Artikel berikut ini akan menerangkan kepada Anda seputar filsafat tentang Islam.
Pengertian dan Manfaat Filsafat Tentang Islam
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata philo yang berarti suka (cinta). Sedangkan shopia dapat diartikan sebagai kebijaksanaan, hikmat, dan pengetahuan. Sehingga orang yang mencintai kebijaksanaan dinamakan sebagai filsuf.
Menurut bahasa Indonesia, filsafat dapat dimaknai dengan ilmu pengetahuan dan penyelidikan yang disertai akal budi mengenai segala hakikat yang ada, asal, sebab, dan hukumnya. Melalui acuan pengertian tersebut, kemudian lahirlah beragam filsafat alam, ketuhanan, serta filsafat tentang Islam.
Definisi arti filsafat tentang Islam adalah suatu ilmu pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala macam yang ada, asal-usul, penyebab, serta ketentuan hukumnya kepada ajaran agama Islam menurut pedoman Alquran dan Hadis. Setiap pemeluk agama Islam sebaiknya mempunyai pengetahuan filsafat tentang Islam. Dengan pengetahuan tersebut, umat Muslim dapat mengambil manfaat yang terkandung di dalamnya.
Sabda Rasulullah Muhammad saw mengenai filsafat tentang Islam:
“Sesungguhnya hikmah itu (pengetahuan tentang hakikat segala yang ada), adalah sesuatu yang senantiasa dicari oleh orang mukmin.”
Adapun manfaat-manfaat filsafat tentang Islam adalah sebagai berikut:
- Dapat membimbing umat Muslim supaya mampu berpikir dengan cara yang sistematis dan Islami dalam menghadapi suatu persoalan.
- Memperkokoh keyakinan umat Muslim terhadap kebenaran ajaran agama Islam.
- Filsafat tentang Islam dapat digunakan sebagai senjata oleh umat Muslim dalam mempertahankan kebenaran dan kesucian agama Islam dari segala fitnah atau tuduhan-tuduhan yang diucapkan oleh musuhnya. Dengan tujuan untuk mengotori kesucian agama Islam serta menganggap remeh umat Islam.
Filsafat tentang Islam Berpengaruh terhadap Ilmu Pengetahuan
Berpedoman pada pengertian filsafat tentang Islam, dapat dikatakan bahwa filsafat tentang Islam itu adalah induk dari segala macam ilmu pengetahuan dan juga memiliki pengaruh yang amat kuat terhadap ilmu-ilmu ini. Pengaruh yang timbul tersebut dapat dirarasakan pada beberapa bidang ilmu berikut ini.
1. Ilmu Fiqih
Pengertian dari ilmu Fiqih adalah ilmu yang berisi tentang hukum serta peraturan undang-undang dalam agama Islam. Filsafat Islam juga berpengaruh terhadap ilmu Fiqih. Hal tersebut dapat terlihat dari keberadaan filsafat hukum-hukum Islam.
Filsafat hukum Islam membahas mengenai akibat-akibat buruk bagi manusia apabila mengkonsumsi makanan dan minuman yang diharamkan oleh agama Islam, misalnya bangkai, daging babi, minuman beralkohol, dan darah. Ketentuan tersebut semakin memperkuat rasa kepercayaan bahwa hukum atau aturan-aturan tersebut ditetapkan hanya untuk manusia agar memiliki kehidupan yang sejahtera.
2. Ilmu Tafsir
Ilmu tafsir dapat didefinisikan sebagai ilmu yang membahas tentang interpretasi, analisa, dan penjelasan makna ayat-ayat Alquran. Filsafat tentang Islam ternyata juga memiliki pengaruh dalam ilmu Tafsir.
Hal itu dapat dilihat dari penafsiran ayat-ayat Alquran melalui cara yang sistematis, universal, analitis, serta mempunyai wawasan yang luas. Sehingga umat Islam akan lebih yakin terhadap Alquran yang merupakan Kitab Suci umat Islam. Karena semua yang ada di dalam Alquran secara keseluruhan benar adanya.
3. Ilmu Kalam
Arti dari ilmu Kalam, yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang firman-firman Allah (Kalaamullah) dan memiliki kaitan dengan aqiah agama Islam. Contohnya, pembahasan yang terkandung dalam rukun iman. Filsafat Islam berpengaruh terhadap ilmu Kalam. Hal ini tampak dari kemunculan alasan-alasan yang bersumber dari akal sehat manusia (dalil aqli) guna mempertahankan serta memperkokoh kebenaran aqidah Islam tersebut.
Tokoh-tokoh Filsafat tentang Islam
Dalam sejarahnya, agama Islam pernah mempunyai tokoh-tokoh filsuf Islam yang terkenal pada saat itu. Berikut adalah para tokoh filsuf Islam tersebut.
1. Al-Kindi (805 - 873 M)
Al Kindi yang bernama lengkap Ya’kub bin Ishak Al Kindi ini lahir pada tahun 805 M di Kufah. Beliau adalah filsuf Islam yang berasal dari Arab dan keturunan kaum bangsawan Kindah. Ayahnya pernah menjabat sebagai seorang kepala pemerintahan di Kufah, tepatnya pada zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Al-Mahdi.
Saat masih muda, Al-Kindi tinggal di Bashrah. Dan ketika Al-Makmum diangkat sebagai khalifah, ia pergi ke Bagdad guna meneruskan sekolahnya.
Beliau termasuk dalam salah satu cendekiawan Muslim dengan produktivitas tinggi. Hasil karyanya membahas tentang beragam ilmu pengetahuan, seperti logika, filsafat, astronomi, ilmu jiwa, politik, kedokteran, matematika, dan musik.
2. Al-Farabi (872 - 950 M)
Al-Farabi lahir pada tahun 872 M di Farab Trasoxania. Pria yang memiliki nama lengkap Abu Nashr Muhammad Ibnu Tarkhan Ibnu Ulzag Al-farabi ini merupakan seorang filsuf Islam keturunan Turki. Ayah beliau adalah seorang panglima perang pada zaman Dinasti Samani.
Al-Farabi menimba ilmu dari Bishr Malta Ibnu Yunus. Selain itu, ia juga menekuni beragam bidang ilmu penyetahuan, seperti logika, militer, musik, ilmu alam, metafisika, astronomi, dan teologi.
Karya ilmiah miliknya yang paling populer, yaitu berjudul “Arro’yu Ahlul Madinah Al-Fadilah” yang berarti tentang pemikiran tentang penduduk negara utama. Menurut pemikirannya, negara yang paling baik, yakni negara yang dipimpin oleh seorang Rasul, kemudian dengan filsuf.
Al-Farabi juga memiliki pendapat bahwa agama Islam dan filsafat tidak bertentangan. Karena Islam sama-sama membawa kebenaran di jalan Allah. Maka, kedudukan Rasul lebih tinggi dari Filsuf.
3. Ibnu Sina (980 - 1036 M)
Pemilik nama lengkap Abu Ali Al-Husein Ibnu Abdullah Ibnu Sina ini menghabiskan waktu mudanya untuk mempelajari beragam ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang ditekuninya, yakni pengetahuan umum dan pengetahuan agama. Karena kecerdasan yang dimilikinya, beliau mampu menghafal seluruh isi Alquran. Tak hanya itu, Ibnu Sina juga pandai dalam ilmu-ilmu lain, seperti matematika, sastra Arab, fisika, astronomi, kedokteran, dan logika.
Ia pernah menjadi seorang dokter istana bagi Amir Nuh Mansyur. Karya-karya beliau jumlahnya sangat banyak hingga mencapai ratusan. Pendapat Ibnu Sina tentang filsafat dan kenabian adalah bahwa kedudukan Nabi lebih tinggi dari Filsuf. Maka dari itu, ajaran Rasul (Nabi) wajib dijadikan sebagai tuntunan dalam seluruh kehidupan manusia.
4. Al-Gazali (450 – 505 H)
Al-Gazali merupakan salah satu ulama yang memiliki pengaruh kuat dalam dunia pengetahuan Islam. Al-Gazali lahir pada tahun 450 H di desa Gazaleh, Iran Utara. Beliau dibina dalam lingkungan keluarga yang sederhana serta tidak haus akan kehidupan duniawi yang rata-rata silau dengan kekayaan. Ia mengenyam pendidikan Madrasah Nizamiyah di Tus. Al-Gazali juga berguru serta bergaul dengan salah seorang ulama besar, yakni Iman Al-Juwaeni.
Ia menderita sakit selama beberapa bulan hinga sulit untuk berbicara. Al-Gazali memutuskan untuk mengasingkan diri dari orang banyak dengan niat semata-mata hanya untuk beribadah serta mendekatkan dirinya kepada Allah. Karena jasa-jasanya, beliau dianugerahi gelar Hujjatul Islam yang berarti bukti kebenaran agama Islam.
Adapun jasa-jasa Al-Gazali adalah sebagai berikut:
- Sebagai guru besar dan pemimpin Madrasah Nizamiyah di Bagdad.
- Pendiri madrasah untuk para calon ahli ilmu Fiqih di daerah Tus.
- Sebagai penulis dari beragam buku yang jumlahnya ratusan lebih. Buku-buku tersebut membahas tentang tasawuf, filsafat, teologi, fiqih, dan logika.
5. Ibnu Rusyd (520 – 595 H)
Ibnu Rusyd lahir di Kordova pada tahun 520 H. Ilmu-ilmu yang dikuasainya dengan baik, antara lain ilmu Kalam, ilmu Fiqih, sastra Arab, fisika, matematika, astronomi, kedokteran, serta filsafat.
Adapun karya-karya yang terkenal adalah sebagai berikut:
- Kitab yang bertajuk Bidayat Al-Mujtahid. Kitab tersebut membahas tentang ilmu Fiqih.
- Buku tentang kedokteran yang berjudul Kulliyat fi At-tib. Buku karyanya ini dijadikan buku pegangan oleh mahasiswa di negara Barat selama berabad-abad.
- Karyanya yang juga terkenal, yakni kata putus tentang kaitan antara filsafat dan syariat atau agama Islam.
Menurutnya, ilmu filsafat tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Islam pun menyarankan agar umatnya mempelajari ilmu tersebut. Hendaknya, umat Islam di dunia senantiasa memperkaya wawasan tentang Islam. Supaya ilmu pengetahuan tentang duniawi maupun agama selalu mengalami kemajuan yang baik dan berguna bagi sesama.

