logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Seni Kontemporer

Tentang Seni Rupa: Apresiasi Terhadap Pameran Seni Rupa


Ilustrasi tentang seni rupa

Membahas tentang seni rupa bukan hanya bicara bagaimana dan mengapa karya tersebut dibuat. Ada beberapa hal yang bisa dibahas mengenai perkembangan seni rupa Indonesia saat ini yang mengalami perubahan sangat signifikan. Baik dari segi estetis, tema, bentuk, tempat berlangsungnya pameran, dan sebagainya. Tentu saja, perubahan seni rupa ini terjadi karena perkembangan kebudayaan dari manusia itu sendiri dan juga berkembangnya aspek-aspek yang menunjang kehidupan masyarakat seperti ilmu pengetahuan dan juga teknologi.

A-Z Tentang Seni Rupa

Pembicaraan tentang seni rupa bagi sebagian besar orang, merupakan tema yang tiada habisnya untuk dibahas. Bukan saja oleh para pelaku seni, dan pengamat seni, namun pembicaraan tentang seni di antara para penikmat seni juga sama pikuknya. Telah disinggung di awal tentang perubahan yang cukup signifikan pada dunia seni rupa. Dan banyak sisi yang tercakup di dalam seni rupa, seperti sisi estetis, tema, dan bentuk karya seni rupa. Selain itu makin maraknya kegiatan-kegiatan pameran, baik di galeri maupun ruang-ruang publik, membuka peluang untuk seniman berpameran. Tumpahan atau fokus dari apresiasi mulai terbentuk secara perlahan. Meski tingkat dan cara mengapresiasi masih bersifat awam dan berada di tahapan awal.

Pameran Seni Rupa Sebagai Ajang Apresiasi

Tidak dapat dipungkiri, dengan maraknya berbagai pameran seni rupa yang diadakan oleh banyak fungsional dan komunitas, membuat sesuatu tentang seni rupa bukan lagi sekedar isapan jempol. Dan bukan pula sebagai hal eksklusifisme yang hanya dapat dijamah oleh sebagian orang saja.

Kini kesadaran orang untuk mulai membuka diri kepada penilaian terhadap seni, yang tidak sebatas pada seni-seni baku saja. Seperti seni suara, seni lukis ataupun seni sastra. Tetapi seni rupa kini telah menjadi satu pelabuhan akhir pengapresiasian alternatif. Di mana untuk mampu mengapresiasi dibutuhkan suatu pemikiran yang jernih, pengetahuan dasar tentang seni rupa yang memadai, dan informasi tentang hal yang sebanding dengan yang diapresiasi tersebut.

Banyaknya acara pameran, apakah sudah dibarengi dengan meningkatnya apresiasi masyarakat? Banyak siswa sekolah yang belum pernah satu kali pun datang ke acara pameran seni rupa. Namun ada juga yang datang dengan tujuan lain. Misalnya, Beti dan kawan-kawannya yang merupakan pelajar SMU datang ke galeri untuk mengapresiasi lukisan dengan tujuan memenuhi salah satu tugas dari sekolah. Serta kegiatan-kegiatan sejenis lainnya, dalam lingkup akademisi.

Kondisi Apresiasi Masyarakat

Apabila ada pertanyaan tentang seberapa jauh masyarakat kita melangkah pada tahap mengapresiasi, maka jawabnya masih perlu dicari. Karena tidak ada batasan yang jelas, tentang masyarakat seni, atau komunitas seni, dan masyarakat apresiatif.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata apresiasi berarti:

  • kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya;

  • penilaian atau penghargaan terhadap sesuatu.

  • Kenaikan nilai barang karena harga pasarnya naik atau permintaan barang bertambah.

Merujuk definisi apresiasi tersebut, bisa disimpulkan bahwa membicarakan apresiasi dalam konteks seni rupa berarti membicarakan bagaimana masyarakat Indonesia memiliki kesadaran tentang nilai-nilai yang terkandung dalam karya seni rupa, memberikan penilaian terhadap karya, serta mengamati naik turunnya tata nilai karya seni rupa.

Dr. Primadi Tabrani memberikan sebuah pengantar mengenai apresiasi. Menurutnya, rasa apresiasi seseorang yang dihadapkan pada suatu karya, berhubungan dengan ciri-ciri kreasi karya tersebut.Karena itu pendidikan seni di Indonesia, khususnya seni rupa, perlu mendapatkan perhatian dan bukan sekadar ekstrakurikuler. Namun secara fakta, seni dan seni rupa di dunia akademisi Indonesia, masih bersifat sebagai tempelan saja. Dalam arti belum ada fokus atau tatanan yang mengarahkan praktisi akademis untuk mengadopnya dalam kehidupan nyata.

Seni masih dipandang sebagai sesuatu hal asing yang berada di luar garis lini kehidupan nyata. Seni masih merupakan suatu terapi belum menjadi kondisi. Karena itu seni masih terasa sangat asing dan di luar jangkauan masyarakat umum. Dan hanya sebagian orang saja yang mampu menyentuh ranah seni yang satu ini. Apalagi seni rupa, yang merupakan seni yang sangat berbeda dari karya-karya seni lainnya, seperti seni suara, seni sastra dan seni lukis, misalnya.

Tempat Berpameran atau Ruang Apresiasi

Walaupun sebagian besar masyarakat masih bingung tentang apa itu seni dan bagaimana mengapresiasi seni tersebut, sebagian masyarakat sudah mulai sadar tentang kebutuhan mereka akan seni. Karena itu, untuk menjembantani antara pelaku seni dan masyarakat yang ingin menikmati hasil seni tersebut, dibuatlah berbagai tempat pameran dan ruang apresiasi.

Dan tempat-tempat inilah yang bisa menjadikan karya seni bisa semakin diterima oleh masyarakat, karena ketika seseorang mau masuk ke dalam tempat pameran, dia sudah mengapresiasi karya seni itu sendiri.

Di antara tempat pameran itu adalah:

1. Apresiasi di Ruang Galeri

Ketika guru Beti memberi tugas untuk mengapresiasi, secara tidak langsung, ia mengajak atau menyuruh muridnya untuk mengamati, menafsirkan, dan mengkomunikasikannya kembali dengan sudut pandangnya. Bisa dengan tulisan, lisan, bahkan dengan karya.

Dalam hal ini, seniman dan galeri harus membuka diri, membuka kesempatan pada publik dari berbagai kalangan yang datang, dan memberikan panduan. Pemanduan yang dimaksud adalah memberikan informasi mendalam tentang apa dan bagaimana seniman memamerkan karya kepada siapa pun yang datang.

Galeri bukan sekadar tempat diadakan pameran atau tempat terjadinya transaksi jual beli, melainkan harus difungsikan sebagai salah satu tempat pendidikan, ruang apresiasi, serta ruang tempat pertukaran simbol dan makna berlangsung. Para guru harus mempelajari, lebih memahami, dan membuka diri pada kegiatan kesenian (seni rupa).

2. Pameran di Ruang Publik

Pameran di ruang publik adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh seniman dalam memperkenalkan karya seni kepada masyarakat secara luas. Pameran di ruang publik bisa dilakukan di beberapa tempat umum, misalnya taman, jalan, tempat pembelanjaan atau mall, terminal, dan tempat umum lainnya.

Misalnya, pameran yang pernah dilakukan Nandang Gawe, seniman asal Bandung. Pada 2003, ia melakukan pameran dengan tajuk “Re-Publik Pandora” karya dengan media kain-kain (kanvas) hampir menutupi tembok-tembok di Jalan Taman Sari Bandung.

Tentu saja karena menggunakan ruang publik sebagai tempat pameran, biasanya pameran ini diselenggarakan dalam waktu yang sudah dijadwalkan. Misalnya satu minggu, 10 hari, dua minggu, ataupun satu bulan. Semakin lama pameran dilakukan tentu akan semakin baik karena akan semakin banyak masyarakat yang secara langsung ataupun tidak langsung akan melihat pameran tersebut.

3. Apresiasi di Ruang Maya

Ruang maya atau ruang imajiner secara online, bisa dikatakan sebagai media yang paling jitu untuk memperkenalkan suatu karya seni rupa. Justru keapikan dan kecerdasan sebuah karya seni rupa yang dihasilkan di dalam ruang maya, membuka peluang begitu banyak apresiasi yang bersumber dari berbagai kalangan penikmat seni. Meski umumnya tidak terlalu benar penggambaran sebagai penikmat seni, karena secara general mereka yang intens menggunakan ruang maya, adalah orang-orang awam dari berbagai kalangan profesi dan latar belakang sosial.

Memang benar berbicara berbagai hal tentang seni rupa tiada akan pernah habisnya.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Kekhasan Motif Ukiran Kayu
  • Perihal Seni Kerajinan Anyaman
  • Patung Atlas: Bola Langit Bukan Bola Dunia
  • Mengenal Seni Batik Indonesia
  • Patung Airlangga: Tinggal di Museum
  • Mengenal Seni Kriya Ukiran Nusantara
  • Daya Pikat Patung Abstrak
  • Perkembangan Kerajinan Patung di Dunia - ANNEAHIRA.COM
  • Perayaan Patung Ganesha, Patung Kuno Simbol Kebijaksanaan
  • Informasi tentang Seni Musik
  • Seni Kerajinan Keramik
  • Sejarah Kesenian dan Berbagai Tujuannya
  • Ngayogjazz, Pertunjukan Seni Nan Sederhana
  • Indahnya Ukiran Kaligrafi
  • Sejarah dan Pengertian Batik Tulis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA