Tentara Islam untuk Palestina
Israel memang ditakdirkan menjadi orang-orang cerdas nan licik. Perjuangan Israel untuk menaklukkan Palestina sungguh luar biasa. Segala taktik dan strategi dilancarkan. Namun, para tentara Islam untuk Palestina tidak pernah gentar melawan dan membela kebenaran. Harga dan nyawa bukan soal bila sudah menyangkut perjuangan untuk tanah Palestina.
Mengapa Palestina Harus Dibela?
Siapa pun yang tertindas dalam memperjuangkan kebenaran harus dibela. Apalagi, Palestina dengan Masjidil Aqsa-nya. Penyerangan Israel terhadap salah satu masjid paling disucikan di muka bumi itu harus dilawan sekuat tenaga. Nabi Muhammad SAW melakukan lepas landas menuju ke langit dalam peristiwa Isra’ Mi’raj dari masjid tersebut.
Tidak mungkin umat Islam dari seluruh dunia, terutama dari Indonesia, akan berdiam diri saja menyaksikan kebiadaban Israel. Jangankan umat Islam, orang-orang di luar umat Islam saja terketuk hatinya untuk membantu penderitaan rakyat Palestina. Darah sudah banyak tertumpah. Harta sudah banyak terbuang dan terpakai. Namun, Palestina masih dalam cengkraman Israel. Itulah alasan mengapa Palestina harus dibela mati-matian.
MER-C
MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) bergerak untuk kaum yang paling lemah dan paling tertindas di mana pun berada. MER-C adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang kemedisan. Ruang geraknya meliputi membantu para korban bencana alam, perang, kekerasan akibat konflik, seperti di ambon dan Poso. MER-C tidak hanya melakukan kegiatannya di Indonesia, tetapi di luar negeri.
Aksi MER-C di luar negeri yang masih segar dalam ingatan adalah ketika sukarewan MER-C dan beberapa lembaga dari Indonesia termasuk ke dalam para tawanan yang berada di kapal Mavi Marmara yang diserang oleh Israel. Tujuan mereka ikut ke dalam kapal tersebut adalah untuk menjadi tentara Islam di Palestina. Mereka akan membangun sebuah rumah sakit untuk rakyat Palestina.
Mereka membawa berbagai peralatan dan perlengkapan untuk pembangunan masjid tersebut. Biaya pembangunan masjid didapat dari sumbangan para sukarewan Indonesia. Amanah yang sudah dipikul itulah yang membuat para tentara Islam tersebut tidak gentar menembus blokade tentara Israel yang menyerang mereka dengan membabi buta.
Kematian di depan mata dan kucuran darah para korban tidak menyurutkan tekad untuk kembali ke Palestina. Rumah sakit tetap harus dibangun. Strategi baru cara pengiriman sukarelawan dan bahan bangunan tidak boleh dilupakan.
Anak-Anak Ajaib
Anak-anak yang lahir di bumi Palestina adalah anak-anak ajaib. Sejak menghirup udara dunia, mereka sudah menjadi tentara Islam. Mereka terdidik menjadi kuat dan tegar menghadapi keberingasan tentara Israel. Mereka sudah belajar menggunakan senjata. Batu pun bisa menjadi senjata yang mematikan. Kematian bukanlah hal yang harus ditakuti. Tidak ada kata berhenti berjuang sebelum Palestina merdeka sepenuhnya.
Relawan dari Seluruh Dunia
Relawan dari seluruh dunia, apapun latar belakang mereka, adalah orang-orang baik yang cinta damai dan benci penindasan. Walaupun mereka belum tentu mau disebut tentara Islam, mereka sesungguhnya telah membantu dunia Islam di Palestina. Kegigihan mereka melawan Israel membangkitkan semangat juang tentara Islam di seluruh dunia. Walaupun kematian sudah banyak menjemput para relawan itu, ternyata dunia tidak pernah kehabisan stok relawan.






