Teori Big Bang Pembentukan Bumi
Ilustrasi teori big bang pembentukan bumi
Banyak silang pendapat tentang teori pembentukan bumi. Namun dari sekian teori yang paling populer adalah teori big bang pembentukan bumi. Teori big bang pembentukan bumi adalah teori yang paling populer dan sering kita dengar. Teori ini merupakan teori yang paling kuat sehingga diyakini sebagai asal muasal atau awal terbentuknya bumi tempat kita tinggal saat ini. Sekalipun sebenarnya bagi umat muslim teori pembentukan bumi ini telah dijelaskan dalam alQuran dalam beberapa surat. Dasar penciptaan bumi ini tentu saja adalah keimanan dan jangan semata-mata mengandalkan kekuatan akal pikiran.
Namun ketika menelisik teori big bang pembentukan bumi ini pada akhirnya disudutkan pada satu keyakinan tentang adanya kekuatan besar yang mustahil terjadi bila tidak ada satu kekuatan yang menghendakinya. Kalau memang penemu teori big bang ini meyakini pada awalnya ada satu kekuatan yang menciptakan, maka sebenarnya teori big bang pembentukan bumi ini akan sejalan dengan keterangan alQur’an.
Sebagai sebuah teori yang paling populer dan dianggap sebagai satu kebenaran, teori big bang pembentukan bumi merupakan teori ilmiah yang paling masuk akal. Dengan demikian siapa saja yang menjadikan akal sebagai panglima akan dengan mudah menerima teori ini. Sebaliknya bagi seorang yang beriman yang mempercayai ada kekuatan diantara seluruh ciptaan dan bahwa seluruh bumi dan seisinya merupakan makhluk Allah, tentu saja ciptaan bumi ini adalah mutlak ciptaan Allah tanpa harus didahului oleh sebab akibat. Allah SWT menciptakan seluruh makhluk tidak perlu dengan menyandarkan pada teori sebab akibat, karena mencipta adalah hak prerogratif Allah seperti juga pada saat berkehendak untuk menghancurkannya.
Teori pembentukan bumi sendiri telah ada dan mulai mendapat perhatian sejak jaman kuno. Teori pertama yang terkenal sebelum munculnya teori big bang ini adalah teori kuno yang berkembang pada awal abad 19. Namun demikian dengan munculnya teori big bang yang dikemukakan oleh Edwin Hubble – salah seorang ahli astronomi yang juga menemukan teropong bintang model Hubble – dengan sendirinya teori pembentukan bumi dan alam semesta yang berkembang pada awal abad 19 tersebut rontok.
Dasar Teori Big Bang Pembentukan Bumi
Kata big bang berasal dari bahasa Inggris, yang berarti dentuman besar dan dahsyat. Teori ini ditemukan berdasarkan observasi atau pengamatan seorang ahli astronom yang berasal dari Amerika Serikat yang bernama Edwin Hubble pada tahun 1929.
Penemuannya Hubble tercatat sebagai sebuah penemuan besar dalam sejarah astronomi. Penemuan teori ini juga mengalahkan teori alam semesta kuno abad ke 19 yang menyebutkan bahwa alam semesta itu statis dan sudah ada sejak dulu kala. Pengertian statis dalam teori pembentukan alam semesta kuno merupakan ketidak berdayaan menemukan bukti lain yang mendukung bagaimana sebenarnya alam semesta ini terbentuk. Tentu saja hal ini sangat masuk akal karena pada saat itu belum ditemukan peralatan canggih yang bisa mengamati pergerakan benda-benda langit secara detail dan terus-menerus. Penemuan teropong bintang merupakan langkah penting yang telah mempermudah berbagai penelitian yang berkaitan dengan alam semesta ini.
Gagasan kuno ini meyakini bahwa alam semesta itu kekal dan tidak berawal serta tidak pula berakhir. Dengan demikian gagasan kuno tersebut juga menolak adanya Sang Pencipta. Semestinya yang tidak berawal dan tidak berakhir adalah Sang Pencipta, sementara alam semesta merupakan makhluk Allah yang jelas keberadaannya melalui proses penciptaan. Keyakinan yang menjadi hal penting dari gagasan kuno tentang penciptaan alam semesta ini tentu saja sesuai dengan keyakinan para ilmuwan saat itu tentang Sang Pencipta.
Dalam pengamatannya, Edwin Hubble menemukan bahwa galaksi selalu dalam keadaan bergerak dan menjauhi kita (bumi) dengan kecepatan tinggi. Selain itu, Hubble juga menemukan bahwa jarak antar galaksi selalu bertambah setiap waktu. Atas dasar inilah Hubble menarik kesimpulan bahwa terbentuknya alam semesta termasuk bumi berasal dari pengembangan yang terjadi pada masa lampau dan mengalami sebuah dentuman yang besar atau dikenal dengan teori big bang pembentukan bumi.
Al-Qur’an dan Teori Big Bang
Teori big bang pembentukan bumi juga telah dikaji oleh seorang ilmuwan Islam ternama, Harun Yahya. Penemuan teori ini sesuai dengan apa yang tercantum di dalam alQur’an. Di antaranya adalah fakta bahwa keberadaan bumi dan alam semesta ini adalah hasil dari ciptaan Allah SWT sebagaimana yang terdapat dalam alQur’an surat Albaqarah ayat 22 disebutkan antara lain Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.
Dalam surat yang lain, yaitu surat Al-Anbiya ayat 30 disebutkan bahwa Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?. Hal ini sesuai dengan penemuan teori big bang pembentukan bumi yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta merupakan satu titik yang mengalami pengembangan hingga pada akhirnya titik tersebut mengalami dentuman dahsyat sehingga terpisah dan membentuk alam semesta ini.
Beberapa ayat alQuran yang berkaitan dengan penciptaan alam semesta ini misalnya disebutkan dalam Q.S 6 : 73 yang berbunyi “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” Serta dalam Q.S 7 : 54 yang berbunyi “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”.
Demikianlah teori big bang tentang bagaimana alam semesta terjadi, yang pada beberapa sisi memang ada kesamaan dengan ayat-ayat alQur’an yang menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi ini. Teori big bang termasuk teori penciptaan alam semesta mutakhir yang dipercaya paling ilmiah. Tentu saja teori ini memiliki dasar-dasar ilmiah yang selama beberapa tahun diteliti oleh Hubble. Sebagai seorang ahli astronomi, Hubble memang mendasari teorinya pada hasil pengamatan berbagai macam benda langit melalui alat teropong bintang. Tidak mengherankan bila Hubble juga dikenal sebagai seorang ahli astronomi yang menemukan salah satu bentuk dari teropong bintang itu sendiri. Namun demikian teori big bang penciptaan bumi ini dengan semakin mutakhirnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak mustahil ada yang menyempurnakannya.

