Ragam Sudut Pandang Teori Konsumsi
Ilustrasi teori konsumsi
Apa yang Anda ketahui soal konsumsi? Selain hal tersebut merupakan kebutuhan dasar dari manusia. Konsumsi juga dapat diartikan sebagai sebuah siklus hidup, yang berawal dari adanya permintaan yang direspons oleh adanya penawaran. Konsep permintaan inilah yang menjadi awal dari teori konsumsi, sementara konsep penawaran menjadi teori produksi. Dalam pembahasan kali ini, Anda akan diperkenalkan pada teori konsumsi. Teori yang pada umumnya menjadi salah satu pembahasan dalam kajian ekonomi makro.
Teori Konsumsi
Teori konsumsi pada awalnya diperkenalkan oleh John Maynard Keynes pada era Great Depression (1929-1930). Teori yang diajukan oleh Keynes pada awalnya mengalami penolakan dari kaum klasik. Mereka berpendapat bahwa penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri, yang dengan kata lain jika Anda membuat suatu produk maka percayalah itu akan memiliki pembelinya sendiri. Sementara berbeda dengan teori konsumsi yang berpendapat bahwa:
- Setiap manusia memiliki perencanaan khusus dalam apa yang akan dikonsumsinya.
- Perencanaan konsumsi pada umumnya diubah menjadi konsep menabung.
Hal tersebut sama saja dengan memberikan kekuasaan pada permintaan yang kemudian diikuti oleh produksi dan penawaran.
Teori Konsumsi - Para Tokoh dan Teorinya
Teori konsumsi memiliki sejumlah penggagas yang mencoba melengkapi teori tersebut secara lebih spesifik. Adapun beberapa nama di antaranya adalah:
1. John Maynard Keynes
Adalah satu ekonom yang memiliki banyak pengikut yang menyebut sebagai Keynessian ini memperkenalkan teori konsumsi melalui penelitiannya menggunakan data periode 1929-1940. Penelitian ini melahirkan yang disebut fungsi konsumsi jangka pendek Keynes. Dengan persamaan sebagai berikut:
C = a + c YD
Di mana:
C : Marginal yang siap untuk dikonsumsi
a : Konstanta
YD : Pendapatan
Disposabel Persamaan Keynes ini juga menunjukan beberapa hal, di antaranya:
- Kecendrungan untuk mengonsumsi akan turun ketika pendapatan naik.
- Kecenderungan mengonsumsi margin menjadi rendah.
2. Simon Kuznets
Adalah seorang ekonom peraih nobel pada tahun 1971. Karyanya untuk teori konsumsi merupakan pengembangan dari yang dilakukan oleh Keynes. Kuznets melakukan penelitian menggunakan data yang rentang waktunya lebih panjang, yaitu 1869-1929 yang dikenal juga sebagai fungsi konsumsi jangka panjang. Adapun hasil dari penelitiannya tersebut adalah:
- Kecenderungan untuk mengkonsumsi secara rata-rata dalam jangka panjang adalah tetap.
- Sedangkan tidak ada kecenderungan mengonsumsi secara rata-rata apabila pendapatan disposable atau pendapatan yang siap dibelanjakan meningkat.
3. Jason Duessenbery
Sebagaimana Kuznets membantah teori Keynes, begitu juga dengan Duessenbery. Teorinya dalam konsumsi membantah apa yang dilakukan oleh Kuznets. Mulai dari ketidaksetujuannya pada penggunaan asumsi pada penelitian Kuznets yang di antaranya:
- Setiap konsumsi dalam keluarga merupakan keinginan sendiri, lingkungan tidak memiliki pengaruh apapun dalam hal ini.
- Konsumsi hanya dipengaruhi oleh pendapatan tahun yang sama, bukan dipengaruhi oleh pendapatan dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan aspek tersebut, Duessenbery mengembangkan teori konsumsinya sendiri yang dinamakan The Relative Income Hypothesis. Teori tersebut menyempurnakan penelitian yang dilakukan oleh Kuznetss dengan cara:
- Menyelidiki presentase konsumsi yang berubah seiring dengan adanya siklus bisnis.
- Menemukan bahwa presentase dari konsumsi dan pendapatan cenderung menurun pada saat perekonomian stabil, dan cenderung meningkat pada saat perekonomian memburuk.
- Menemukan bahwa saat terjadinya perubahan pada penghasilan tidak akan langsung berpengaruh pada meningkatnya konsumsi, akibat pengaruh dari konsumsi di tahun sebelumnya.
- Begitu juga yang terjadi pada saat penurunan pada penghasilan. Hal tersebut tidak akan langsung berpengaruh pada menurunnya rata-rata konsumsi suatu keluarga. Hal ini karena perilaku yang belum terbiasa dengan keadaan tersebut.
Duessenbery juga menarik kesimpulan dalam teorinya yang di antaranya adalah.
- Menemukan apa yang disebut sebagai Ratchet Effect. Yang merupakan kondisi di.mana konsumsi seseorang akan tergantung pada penghasilannya saat ini dan penghasilan tertinggi dari tahun sebelumnya.
- Menemukan apa yang disebut sebagai Demonstration Effect, yang merupakan pengaruh lingkungan pada perilaku konsumsi seseorang.
3. Milton Friedman
Merupakan pemenang Nobel 1976 di bidang ekonomi. Teori konsumsi yang digagas oleh Friedman adalah teori pendapatan permanen atau permanent income theory. Menurutnya, perilaku konsumen yang dimiliki oleh seseorang akan memacunya untuk mencapai tingkat keinginan maksimum, dengan cara mengkonsumsi sesuatu yang sesuai dengan anggaran miliknya. Menurut teori tersebut, budget line atau batas kemampuan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:
- Pendapatan pada periode pertama
- Pendapatan pada periode kedua
- Tingkat bunga
Menurut teori tersebut, terdapat suatu kondisi di mana:
a. Periode pertama
Pada saat pendapatan mencapai periode pertama para konsumen akan mengkonsumsi barang sesuai dengan anggaran. Yang apabila memiliki sisa akan disimpan.
b. Periode kedua
Pada periode kedua ketika pendapatan tidak mencapai kondisi maksimum. Maka perilaku konsumen juga akan menyesuaikan. Di mana kepuasannya tetap maksimal, dengan cara mengurangi tingkat konsumsinya atau dengan cara menggunakan tabungannya. Kondisi tersebut terjadi karena pada saat konsumen mengalami periode pertama, dia melakukan apa yang disebut sebagai saving atau menabung.
Dengan begitu, pada periode kedua, konsumen bisa tetap pada konsumsi maksimal dengan dua cara. Menyesuaikan barang yang akan dikonsumsi atau, menggunakan tabungannya untuk memenuhi tingkat konsumsinya.
Penelitian Friedman itu dilakukan menggunakan data time series, seperti halnya Keynes dan lainnya. Hanya saja, rentang yang digunakan oleh Friedman adalah tahun 1897-1949. Kesimpulan pada penelitian mengenai teorinya ini adalah:
- Keluarga yang memiliki pendapatan tinggi akan memiliki sejumlah tabungan yang lebih besar dibanding dengan keluarga yang memilii pendapatan rendah.
- Keluarga yang memiliki penghasilan tinggi tidak akan menghabiskan penghasilannya tersebut untuk konsumsi, tapi mereka akan memilih untuk menabung.
4. Franco Modigliani
Merupakan ekonom asal MIT yang menerima Nobel pada 1985. Teori konsumsi yang dikembangkan olehnya adalah teori daur hidup atau life cycle. Teori ini berpendapat bahwa usia seseorang berpengaruh pada pendapatan yang relatif rendah di dua siklus hidup, yaitu:
- Pada masa remaja.
- Pada usia lanjut.
Sementara itu pada pertengahan yaitu usia dewasa, dapat diartikan sebagai usia produktif. Dengan begitu, jika Anda coba membayangkan kurva yang digambarkan oleh Modigiliani maka Anda cukup membayangkan huruf "C". Hal tersebut merupakan gambaran adanya pengeluaran atau disaving pada usia muda dan usian lanjut. Sementara terdapat adanya peningkatan tabungan pada saat usia produktif atau saving.
Hipotesa penelitian yang coba dibangun dalam teorinya adalah:
- Konsumsi seseorang dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu pendapatan saat ini, kekayaan yang terakumulasi dari masa lalu, dan harapan penghasilan di masa depan.
- Pada dasarnya, seseorang yang sedang mencapai usia produktif akan semakin meningkatkan konsumsinya. Sementara secara alamiah akan mengurangi rata-rata konsumsinya apabila mendekati usia lanjut.
- Dalam penelitian ini juga ditemukan variabel kekayaan berpengaruh pada meningkatnya konsumsi seseorang.
- Peningkatan pada pendapatan akan sedikit mempengaruhi konsumsi pada jangka pendek.
Teori Konsumsi dan Prinsipnya
Dengan pembahasan dari berbagai sudut pandang teori konsumsi tersebut maka sedikitnya Anda mengetahui bahwa, teori konsumsi tidak hanya berbicara mengenai sifat boros manusia dalam mengkonsumsi sesuatu. Melainkan, perencanaan manusia dalam menambah kekayaan, sekaligus mempertahankannya.
Beberapa aspek yang disalahgunakan hanyalah terminologi kata konsumsi dan konteks ekonomi, seringkali mengacu pada menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan kerusakan dan manfaat yang diberikan. Teori konsumsi seperti kita ketahui dibuat pada masa depresi hebat, di mana keadaan memburuk dan setiap orang berupaya untuk bertahan hidup.
Pada masa itu, tidak heran teori konsumsi berupaya menekankan pada kemampuan manusia dalam hal perencanaan hidup seperti, menabung, mengidentifikasi usia produktif dan non produktif, hingga anjuran penghematan pada keluarga atau masyarakat yang lebih mampu. Teori konsumsi berusaha memahami dan mengombinasikan potensi manusia dalam mengelola harta di masa yang sulit, pada saat itu.
Pada akhirnya, beberapa pandangan teori konsumsi tersebut dapat Anda manfaatkan sebagai alternatif dalam mengelola sumber daya yang Anda miliki secara baik dan bermanfaat.

