logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Karya Ilmiah    Penulisan Karya Ilmiah

Luasnya Teori Penelitian Kualitatif


Ilustrasi teori penelitian kualitatif

Dalam teori penelitian kualitatif, teori yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau menghadapi gejala sosial yang ditemukan. Karena, permasalahan yang dibawa peneliti dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara.

Teori Penelitian Kualitatif

Teori penelitian kualitatif memiliki jumlah teori yang jauh lebih banyak dibandingkan teori dalam penelitian kuantitatif. Karena peneliti kualitatif harus menyesuaikan teori dengan fenomena atau gejala sosial yang berkembang di lapangan.

Semua teori yang dikuasai oleh peneliti kualitatif akan menambah wawasannya semakin luas dan lebih profesional, sehingga teori tersebut bisa menjadi instrumen penelitian yang baik.

Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik karena proses penelitian lebih bersifat seni dan kurang berpola.

Dalam suatu realitas, penelitian kualitatif ini melihat suatu objek atau realitas itu sebagai sesuatu yang dinamis, hasil konstruksi pemikiran dan interprestasi terhadap gejala yang diamati, serta utuh karena setiap aspek dari objek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Di dalam penelitian kualitatif, seorang peneliti itu sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan data observasi berperan serta, dan wawancara mendalam, maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data. Dengan begitu, peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang memberikan data.

Selain itu, metode penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antarvariabel pada objek yang diteliti lebih bersifat interaktif, yaitu saling mempengaruhi, sehingga tidak diketahui mana variabel inpedennya dan dependennya.

Dalam sebuah penelitian, teknik penelitian ini digunakan sesuai dengan kebutuhan penelitian tersebut. Berikut dijabarkan mengenai penggunaan penelitian kualitatif di dalam sebuah penelitian.

  • Bila masalah yang akan diteliti belum jelas atau bahkan masih gelap. Kondisi seperti ini cocok diteliti dengan kualitatif karena penelitian kualitatif langsung masuk ke objek dan peneliti akan melakukan eksplorasi terhadap objek tersebut sehingga masalah akan dapat ditemukan dengan jelas.
  • Memahami makna di balik data yang tampak. Setiap ucapan dan tindakan orang memiliki makna tertentu. Untuk mencari makna dari dari setiap perbuatan dibutuhkan data yang dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
  • Untuk memahami interaksi sosial yang kompleks serta untuk menemukan pola-pola hubungan yang jelas
  • Memahami perasaan orang lain yaitu dengan berperanserta merasakan apa yang dirasakan orang tersebut.
  • Untuk mengembangkan teori yaitu dengan membangun data-data yang diperoleh dari lapangan.
  • Untuk memastikan kebenaran data. Data sosial sering sulit dipastikan kebenarannya. Melalui teknik pengumpula data secara triangulasi/gabungan, maka kepastian data akan lebih terjamin. Selain itu, data yang diperoleh akan diuji kredibilitasnya, dan penelitian berakhir ketika data sudah mencapai titik jenuh, sehingga kepastian data dapat diperoleh.
  • Meneliti sejarah perkembangan. Misalnya meneliti sejarah perkembangan kehidupan raja-raja di Erofpa dan contoh lainnya.

Pada umumnya jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama karena tujuan penelitian kualitatif adalah bersifat penemuan. Bukan sekedar pembuktian hipotesis, seperti pada penelitian kuantitatif.

Akan tetapi, kemungkinan jangka penelitian berlangsung dalam waktu pendek, bila telah ditemukan sesuatu dan datanya sudah jenuh. Lamanya penelitian akan tergantung pada keberadaan sumber data, interest, dan tujuan penelitian. Selain itu juga, penelitian kualitatif akan tergantung pada cakupan penelitian dan bagaimana peneliti mengatur waktu yang digunakan dalam setiap hari atau setiap.

Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bervariasi atau triangulasi (gabungan), dan dilakukan secara kontinyu sampai datanya jenuh.

Dengan teknik pengamatan tersebut, mengakibatkan variasi data yang muncul tinggi sekali. Data yang diperoleh pada umumnya adalah data kualitatif, sehingga teknik analisis data yang digunakan belum ada polanya yang jelas. Oleh karena itu, peneliti sering mengalami kesulitan dalam melakukan analisis data. 

Untuk memahami definisi analisis data, berikut ini akan dikemukakan pendapat Miles and Huberman (1984) yang menyatakan bahwa the most serious and central difficulty in the use of qualitative data is that methods of analysis are not well formulate. Artinya, yang paling serius dan sulit dalam analisis data kualitatif adalah karena metode analisis belum dirumuskan dengan baik.

Senada dengan pendapat tersebut, Susan Stainback menyatakan bahwa there are no guidelines in qualitative research for determining how much data and data analysis are necessary to support and assertion, conclusion, or theory. Artinya, belum ada panduan dalam penelitian kualitatif untuk menentukan berapa banyak data dan analisis yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan atau teori.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi melalui cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, mengklasifikasikan hal-hal penting dan yang akan dipelajari, dan membuat simpul, sehingga mudah dipahami oleh peneliti dan pembaca.

Fungsi Teori Penelitian Kualitatif

Fungsi teori bagi peneliti kualitatif, yaitu sebagai bekal untuk memahami konteks sosial atau gejala sosial yang ditemukan di lapangan secara luas dan mendalam. Peneliti kualitatif dituntut untuk menguasai teori secara luas dan mendalam. Akan tetapi, dalam penelitian di lapangan, peneliti kualitatif harus melepaskan teori yang menjadi landasan penelitiannya dan tidak digunakan sebagai panduan untuk menyusun instrumen penelitian, untuk wawancara, dan observasi.

Peneliti kualitatif dituntut pula untuk dapat menggali data sesuai dengan apa yang diucapkan, dirasakan, dan dilakukan oleh responden atau sumber data. Posisi peneliti dalam melakukan penelitian harus sebagai pencari data untuk memperoleh data bukan sebagai pengarah sumber data berdasarkan apa yang dipikirkan, tetapi bersifat apa adanya sesuai dengan yang terjadi di lapangan, yang dirasakan, dialami, dan dipikirkan oleh partisipan.

Oleh karena itu, penelitian kualitatif jauh lebih sulit dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Karena, peneliti kualitatif harus berbekal teori yang luas sehingga ia mampu menjadi human instrumen yang baik.

Dalam hal ini, Borg ang Gall (1988) menyatakan bahwa qualitative research is much more difficult to do well than quantitative research, because the data collected are usually subjective and the main measurement tool for collecting data is the investigator himself.

Artinya, penelitian kualitatif lebih sulit dibandingkan penelitian kuantitatif karena data yang terkumpul bersifat subjektif dan instrumen sebagai alat pengumpul data adalah peneliti itu sendiri. Maka, untuk dapat menjadi instrumen penelitian yang baik, peneliti kualitatif dituntut untuk mampu menguasai teori dan memiliki wawasan yang luas.

Hal ini merupakan bekal bagi peneliti kualitatif untuk melakukan penelitian, wawasan yang harus dimiliki peneliti mencakup wawasan teoretis maupun wawasan yang terkait dengan konteks sosial yang diteliti seperti budaya, nilai, keyakinan, hukum, adat istiadat yang terjadi dalam konteks sosial tersebut.

Dengan demikian, peneliti kualitatif dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, sehingga peneliti akan mampu membuka pertanyaan kepada sumber data dan mampu memahami apa yang terjadi di lapangan, serta mampu melakukan analisis secara induktif terhadap data yang diperoleh. Selain itu, peneliti kualitatif dituntut untuk menemukan teori baru berdasarkan data yang diperoleh di lapangan atau situasi sosial.

Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif

1. Analisis Data Sebelum di Lapangan

Analisis dalam tahap ini dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder yang akan digunakan peneliti untuk menentukan fokus penelitian. Akan tetapi, fokus penelitian pada tahap ini masih bersifat sementara, dan tentunya akan berkembang stelah peneliti melakukan penelitian di lapangan. Dalam penyusunan proposal, peneliti menentukan fokus penelitian untuk mencari data dari sumber data, termasuk karakteristiknya.

2. Analisis Data Selama di Lapangan

Pada tahap ini, analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data secara langsung melalui wawancara atau observasi. Misalnya, pada saat wawancara berlangsung, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban dari responden. Jika peneliti belum puas dengan jawaban dari responden, maka peneliti bisa melanjutkan pertanyaan lagi sampai batas tertentu diperoleh data yang valid. 

3. Analisis Data Selesai di Lapangan

Pada tahap akhir, analisis data dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut.

  • Analisis domain, yaitu memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian atau situasi sosial;
  • Analisis taksonomi, yaitu penjabaran secara rinci dari analisis domain melalui observasi terfokus;
  • Analisis komponensial, yaitu mencari cirri spesifik pada setiap detil struktur internal; dan
  • Analisis tema cultural, yaitu mencari hubungan antara domain, dan hubungannya dengan seluruh komponen, akhirnya dapat menentukan tema/judul penelitian. 

Selain itu, penelitian dengan metode kualitatif dalam mencantumkan teori masih bersifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitiannya juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial. Jadi, dalam penelitian kualitatif sebuah teori itu bersifat menemukan teori. Semoga teori penelitian kualitatif tersebut bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cara Menulis Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber
  • Jurnal Akuntansi: Pengatur Lalu Lintas Keuangan Anda
  • Komik Indonesia dan Sejarah Panjangnya
  • Kliping, Dari Informasi Sampai Hobi
  • Penulisan Nama Gelar
  • Mengenal Hiragana, Katakana dan Kanji dalam Tulisan Jepang
  • Contoh Karya Tulis Ilmiah - Dunia Skripsi - ANNEAHIRA.COM
  • Metodologi Penelitian Kuantitatif
  • Panduan Penulisan Skripsi dalam Bahasa Inggris
  • Pengertian Data dan Metode Pengambilannya
  • Menentukan Judul Penelitian Kualitatif
  • Phoenix - Burung Mitos Berbagai Budaya
  • Contoh Penulisan Ilmiah Beserta Sistematikanya
  • Contoh Latar Belakang Penelitian Karya Sastra
  • Jurnal Riset Kualitatif
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA