logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Pendidikan

Beragam Teori-Teori Belajar


Ilustrasi teori-teori belajar

Teori-teori belajar pada dasarnya berusaha memahami cara manusia dalam menyerap pengetahuan. Karena belajar adalah kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi oleh tiap manusia. Sama halnya seperti makan, minum, dan memiliki tempat tinggal. Menurut Morgan dan Holmes, pendidikan lebih berpengaruh pada terciptanya keindahan di dunia. Untuk melengkapi proses tersebut maka yang dibutuhkan adalah memenuhi kebutuhan belajar pada tiap orang. 

Teori-Teori Belajar Berdasarkan Beragam Perspektif 

Pada awalnya, teori-teori belajar hanya mencangkup pada sedikit aspek. Oleh karena itu, dalam hal penerapan program belajar kita hanya menemukan satu cara untuk belajar, yaitu teacher oriented. Di mana seluruh warga belajar hanya menganggap bahwa seorang guru yang memberikan pengetahuan pada mereka. Seiring perkembangan zaman, teori-teori belajar banyak mengalami perubahan, yang di antaranya seperti anda ketahui, guru tidak lagi menjadi pusat pemberian informasi.

Untuk itu, pembahasan pertama adalah mengenal beragam perspektif dari teori belajar. Untuk mengetahui perubahan dari teori tersebut hingga menjadi beberapa model belajar yang kita kenal sekarang. Adapun beberapa teori yang berusaha kita kaji, di antaranya adalah:

1. Teori belajar behavioristik

Salah satu ciri khas pada teori belajar ini adalah pendapat bahwa perilaku manusia dikendalikan oleh dua hal yaitu, reward (hadiah) dan reinforcement (penguatan). Para guru yang menganut teori yang dikembangkan oleh Thorndike dan B F Skiner ini percaya bahwa lingkungan dan pengalaman seorang siswa berpengaruh pada cara mereka untuk mempelajari suatu materi.

Teori belajar ini menduga bahwa seorang siswa:

  • Membutuhkan motivasi untuk pendorong aktivitas.
  • Respons pada berbagai situasi yang diberikan oleh guru maupun lingkungan.
  • Eliminasi dari respons-respons yang gagal atau salah supaya mereka tidak mengulanginya lagi dan meniru suatu perilaku belajar yang dianggap benar, berdasarkan penguatan dari guru maupun lingkungan. 

Oleh karena itu, teori jenis ini banyak diterapkan pada taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Adapun ciri di antaranya adalah:

  • Adanya motivasi yang ditunjukan secara langsung pada murid.
  • Adanya hadiah bagi murid yang berprestasi.
  • Adanya hukuman yang membuat mereka jera dan tidak mengulangi kesalahannya.

2. Teori belajar kognitif

Teori belajar ini lebih banyak kita temui penerapannya pada pelatihan yang mengacu pada pemecahan bersama. Pada penggagas teori ini, seperti Mex Wertheimer berpendapat bahwa setiap siswa dalam kondisi belajar, tidak memahami suatu persoalan dalam bagian yang terpisah. Mereka akan melihat suatu permasalahan secara menyeluruh, dengan mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi permasalahan. Kemudian, lingkungan hingga akhirnya memahami cara untuk mengatasinya.

Teori jenis ini juga lebih dikenal sebagai psikologi Gestalt, yang menekankan bahasan pada masalah konfigurasi, struktur, dan pemetaan. Menurut teori kognitif, semua kegiatan belajar membutuhkan beberapa hal, di antaranya:

  • Insight: atau dikenal juga sebagai pemahaman. Cara ini membuat murid berupaya untuk memahami pelajaran dibandingkan dengan menghafalnya.
  • Equilibrium-diseqilibrium: suatu kondisi di mana warga belajar dapat mencapai pemahaman terbaiknya tentang materi yang dipelajari. Kondisi ini tercipta bergantung pada rasa antusias siswa karena mengetahui adanya materi baru yang akan dipelajarinya.
  • Act of Discover: merupakan konsep belajar yang dikembangkan agar siswa merasa terkait dan memiliki pemahaman berdasarkan pengalaman belajar yang mereka rasakan sendiri. Dalam teori ini, biasanya guru menyesuaikan materi belajar dengan suatu kegiatan yang menyenangkan.

3. Teori belajar humanistik

Pada dasarnya, teori ini berupaya untuk menyesuaikan seluruh materi pelajaran dengan pengalaman, perasaan, dan perhatian siswa. Oleh karena itu, teori yang dikembangkan oleh Carl Rogers ini lebih banyak digunakan pada pendidikan orang dewasa atau sekolah non formal. Tujuan utama pada teori belajar ini adalah untuk membantu siswa mengembangkan dirinya dengan cara mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik.

Dalam teori ini, Rogers juga menyebutkan beberapa prinsip teori humanistik.

  • Manusia memiliki kemampuan untuk belajar secara alami.
  • Tugas belajar yang mengancam pada diri seorang siswa hanya mempersulit proses belajar.
  • Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.
  • Belajar atas inisiatif siswa merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam.
  • Kepercayaan diri, kemerdekaan, dan kreativitas lebih mudah dicapai apabila siswa dibiasakan untuk mengkritik dirinya sendiri. Penilaian dari orang lain hanyalah cara kedua untuk mengungkap kekurangannya.

Penerapan Teori-Teori Belajar Berdasarkan Fase Hidup

Setelah membahas mengenai mazhab dalam teori-teori belajar, sebaiknya kita memahami juga perbedaan mendasar dari penerapan dan makna belajar berdasarkan fase. Adapun beberapa fase tersebut adalah: anak-anak, remaja, hingga dewasa. 

1. Fase anak-anak

Pada bagian ini, teori-teori belajar harus memenuhi tujuan pengembangan potensi yang dimiliki oleh tiap anak untuk melangkah ke fase selanjutnya. Oleh karena itu, program belajar berupaya untuk mencapai tujuan sebagai berikut:

  • Tumbuh mandiri: mereka harus berpikir bisa menjadi individu yang memiliki kemampuan dan bertanggung jawab pada keputusan yang dipilih.
  • Belajar memberi, berbagi, dan menerima kasih sayang: program ini biasanya bernuansa self-centered, dengan begitu anak-anak bisa mengapresiasi kasih sayang serta perhatian yang didapat dari teman sebayanya.
  • Mampu bergaul dengan anak lain: teknik ini mengajarkan pada anak-anak cara untuk berinteraksi pada cakupan yang lebih luas.
  • Belajar mengontrol diri: bertujan untuk memberikan pengenalan pada anak-anak pentingnya disiplin diri, serta mengarahkan atau mengatur diri sendiri. Program pengajaran jenis ini diharapkan bisa memberikan pengenalan pada anak-anak tanggung jawab pada pekerjaan meski dengan minimnya pengawasan.
  • Mengenali peran: yang dimaksud dengan hal ini adalah memperkenalkan perbedaan gender pada anak-anak serta peran-peran apa saja yang diharapkan oleh masyarakat pada pria maupun wanita.
  • Memahami tubuhnya sendiri: pengenalan pada anak-anak mengenai asupan gizi yang tepat agar mereka dapat mengetahui makanan atau minuman yang dibutuhkan agar tubuhnya sehat.
  • Melatih keterampilan motorik: program belajar yang dirancang untuk melatih keterampilan gerak pada anak-anak, hal ini biasanya dilatih dalam permainan ketangkasan maupun pelajaran olahraga.
  • Mempelajari kosa kata baru: sebuah program belajar yang bertujuan untuk memperkenalkan pada anak-anak beragam bahasa serta maknanya.

2. Fase Remaja

Remaja digambarkan sebagai seorang individu yang tengah berada di dalam masa transisi. Permasalahan yang didapat melalui perkembangan aspek fisiologis, ekonomi, maupun psikologis sedikit banyak mengubah pola pikir mereka mengenai konsep diri mereka. Oleh karena itu, teori-teori belajar yang dikembangkan ke dalam program harus memenuhi beberapa tujuan seperti berikut:

a. Pembentukan konsep diri

Program ini diperkenalkan pada remaja melalui ciri psikologis yang umumnya terjadi pada mereka. dengan mengetahui beberapa poin, seperti: 

  • Pengembangan pada potensi diri sendiri, yang ditandai dengan menerima bahwa orang lain adalah bagian dari dirinya, hingga berdampak pada berkurangnya perasaan egoisme. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan cerita motivasi yang dialami oleh orang besar, dan mengajak mereka untuk meneladaninya.
  • Memahami keistimewaan yang dimiliki yang ditandai dengan kemampuan untuk mengidentifikasi kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki.
  • Memiliki falsafah tertentu yang tidak terucap melalui kata-kata, tapi berdasarkan perbuatan yang mereka lakukan.

b. Permasalahan dalam Konsep remaja

Terdapat 10 tugas perkembangan yang harus dipenuhi oleh seorang remaja. Tugas perkembangan ini dapat dipenuhi oleh remaja jika kebutuhan dasarnya terpenuhi. Adapun kesepuluh tugas perkembangan tersebut adalah:

  • Mencapai hubungan dewasa dengan teman sebaya pria maupun wanita.
  • Mencapai peran sebagai wanita atau pria.
  • Menerima keadaan jasmaninya dan menggunakan jasmaninya secara efektif.
  • Mencapai kemandirian secara emosional dari ketergantungan kepada orang tua/orang dewasa.
  • mencapai keyakinan akan dapat mandiri secara ekonomi pada masa mendatang.
  • Memilih dan mempersiapkan diri untuk menjalankan suatu pekerjaan.
  • Menyiapkan diri untuk perkawinan dan berkeluarga.
  • Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang diperlukan sebagai warga masyarakat.
  • Menginginkan dan melakukan tindakan-tindakan yang secara sosial bertanggung jawab.
  • Memilih seperangkat sistem tata nilai yang menuntun tindak tanduknya.

3. Fase Dewasa

Pada fase ini, penerapan teori belajar harus memahami kebutuhan dari orang dewasa. Orang dewasa mengidentifikasikan dirinya berdasarkan pengalaman hidupnya. Oleh karena itu, program belajar mereka hanya berorientasi pada satu hal, yaitu kebutuhan. Adapun program belajar yang harus disusun setelah mengetahui teori-teori belajar adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan atau perbaikan pada kualitas hidup mereka.
  • Memenuhi keingintahuan pada suatu hal yang menarik minat atau berkaitan dengan pengembangan bakat yang dimilikinya.
  • Pengembangan pada pengetahuan dan keterampilan pada suatu objek yang akan digunakan untuk meningkatkan kompetensinya.
  • Kebutuhan akan gelar atau prestise.

Berdasarkan beberapa pengenalan singkat dari teori-teori belajar serta penerapannya tersebut,. diharapkan Anda bisa sedikit mengenali seperti apa kira-kira cara yang tepat bagi Anda untuk belajar. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai mempelajari minat yang baru. Ini karena seperti yang diungkapkan oleh Rogers, proses belajar harus membuat Anda bahagia.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Dasar-Dasar Pengetahuan: Lezatnya Ilmu Pengetahuan
  • Pidato tentang Pendidikan - Membawa Contoh Nyata ke Podium
  • Memahami Definisi Prestasi untuk Kesuksesan
  • Yuk, Identifikasi Penyebab Banjir!
  • Boneka Horta Sebagai Media Kepedulian Alam
  • Mengelola Limbah Rumah Tangga dengan Baik dan Benar
  • Pengertian Sampah - Beberapa Cerita Unik
  • Guru Tidak Profesional vs Guru Profesional
  • Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan
  • Bahaya Rokok dan Cara Menghentikan Kebiasaan Merokok
  • Makna dan Pengertian Analisis
  • Merangkai Kata Membuat Gambaran Neraka
  • Inovasi dalam Pendidikan: Pendidikan Anak Usia Dini
  • Ciri-Ciri Ilmu yang Bermanfaat
  • Berlikunya Mencapai Tujuan Pendidikan Nasional
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA