logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Berita    Bencana    Bencana Alam    Teori Tsunami

Teori Tsunami: Mengenal Tsunami Lebih Dekat

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Indonesia telah beberapa kali dihantam gelombang tsunami. Gelombang berkekuatan besar ini mampu meluluhlantakkan semua bangunan dan pepohonan yang dilewatinya. Tidak sedikit korban berjatuhan akibat tsunami, ratusan bahkan ribuan orang tewas. Menurut teori tsunami, gelombang dahsyat ini terjadi karena adanya ketidakstabilan air laut yang biasanya disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut.

Asal Usul Kata Tsunami
Kata “tsunami” sendiri berasal dari Tsu dan Nami yang diambil dari bahasa Jepang. Tsu memiliki arti pelabuhan, sedangkan Nami artinya gelombang besar. Kemudian istilah tsunami sering digunakan masyarakat setempat ketika terjadi gelombang besar yang disebabkan oleh adanya gempa bumi. Berdasarkan teori tsunami, tidak semua gempa di laut bisa mengakibatkan gelombang besar atau tsunami. Dan sebaliknya tanpa adanya gempa di dasar laut, tsunami juga bisa terjadi.

Penyebab Tsunami
Seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan istilah tsunami tidak hanya untuk menunjukkan gelombang besar yang terjadi akibat gempa saja, namun juga disebabkan oleh letusan gunung berapi, serta longsor di dasar laut. Pada intinya, tsunami terjadi karena adanya perubahan mendadak pada dasar laut sehingga terjadi gangguan secara impulsif terhadap air laut.

Menurut teori tsunami, ada beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan gelombang besar atau tsunami, yaitu:

  • Gempa bumi. Pada umumnya, gempa bumi adalah penyebab utama terjadinya tsunami. Gempa bumi yang dapat menimbulkan tsunami adalah gempa yang bisa menyebabkan gerakan tanah di dasar laut tegak lurus dengan permukaan air atau permukaan bumi. Bila gerakannya horizontal dengan permukaan air laut, maka kemungkinan tidak akan terjadi tsunami.
  • Erupsi vulkanik atau letusan gunung berapi. Letusan gunung berapi juga dapat menimbulkan terjadinya tsunami, seperti yang terjadi pada tahun 1883 akibat letusan dahsyat Gunung Krakatau. Letusan ini menyebabkan gangguan impulsif sehingga air laut menjadi tidak stabil, dan terjadilah tsunami.
  • Longsor yang terjadi di dasar laut. Gempa di dasar laut seringkali menimbulkan energi yang besar sehingga mampu meruntuhkan bukit-bukit atau tebing yang terdapat di dasar laut. Gerakan runtuhnya tebing atau bukit tersebut tegak lurus dengan permukaan air laut sehingga dapat menimbulkan gelombang tsunami.


Karakteristik Gempa yang Berpotensi Tsunami
Berdasarkan teori tsunami, tidak semua gempa dapat mengakibatkan gelombang besar yang disebut tsunami. Terdapat beberapa karakteristik gempa yang berpotensi menyebabkan tsunami, di antaranya adalah:
•    Gempa terjadi di dasar laut
•    Pusat gempa memiliki kedalaman kurang dari enam puluh kilo meter
•    Gempa yang terjadi berskala di atas 6,0 SR

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Gunung Merapi, Salah Satu Tipe Letusan Gunung Api
  • Pelajaran dari Gempa Bumi Sumbar 2009
  • Peristiwa Tsunami Aceh, Menghapi Bencana Indonesia
  • Bahaya Lahar Dingin
  • Tragedi Banjir Situ Gintung 2009
  • Gempa Bumi yang Menyebabkan Tsunami di Aceh
  • Banjir Bojonegoro yang Banyak Menimbulkan Kerugian
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA