Mengenal Tes Buta Warna dan Penyebabnya
Tes buta warna selalu dilakukan jika kita akan melamar pekerjaan atau mengikuti serangkaian tes masuk sebuah lembaga atau akademi. Tes buta warna ini dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengidap penyakit buta warna atau tidak. Terutama bagi mereka yang ingin masuk ke akademi kepolisian, tes buta warna menjadi salah satu tes yang wajib hukumnya.
Untuk beberapa perusahaan tertentu, juga ada yang melakukan tes buta warna ketika merekrut calon karyawannya. Tes buta warna dilakukan bukan dengan maksud untuk mendiskreditkan mereka yang menderita buta warna. Tes buta warna ini dilakukan agar mereka yang mengidap buta warna bisa mengantisipasi dan mencari jalan keluar untuk memilih jenis pekerjaan yang bisa mereka ambil tanpa harus melakukan serangkaian tes buta warna.
Selain itu, juga bagi perusahaan atau lembaga pemerintahan, akademi atau profesi tertentu, melalui tes buta, mereka akan terhindar dari kesalahan yang akan terjadi di kemudian hari jika salah seorang anggotanya melakukan kesalahan dalam kerja hanya karena buta warna.
Ragam Cerita Seputar Tes Buta Warna
Anda pernah menjalani tes buta warna? Mayoritas kita sudah pernah melakukan tes buta warna ini. Nah, biasanya apa yang harus Anda lakukan ketika menjalani tes buta warna? Apakah Anda disuruh menjawab berlembar-lembar soal? Tentu saja tidak bukan?
Ketika melakukan tes buta warna, kita hanya disuruh untuk melihat gambar dan menyebutkan benda apa yang ada dalam gambar tersebut. Namun, gambar yang disuguhkan dalam tes buta warna ini dibuat dengan penuh warna dan kita disuruh menebak gambar di tengah-tengah gambar.
Tes buta warna memang sederhana seperti yang digambarkan di atas, tetapi sebenarnya dampak dari buta warna jika terdeteksi melalui tes buta warna tersebut cukup menggangu aktivitas kita. Jadi, jangan menganggap enteng tes buta warna. Jika terdeteksi buta warna melalui tes buta warna ini, kemungkinan peluang mendapat pekerjaan idaman bisa melayang.
Ada yang mengatakan mereka yang terdeteksi dalam tes buta warna tidak dapat disembuhkan. Ada juga yang lain mengatakan buta warna bisa disembuhkan. Lalu mana yang benar?
Ada beberapa ragam terkait tes buta warna yang perlu Anda ketahui. Sebelum melakukan tes buta warna ada baiknya Anda cari tahu terlebih dahulu seluk beluk tes buta warna itu sendiri dan caria tahu dahulu apa itu buta warna.
Dalam masyarakat berkembang bahwa buta warna itu adalah penyakit. Oleh karena itu, banyak yang melakukan tes buta warna untuk mengetahui apakah mengidap buta warna atau tidak dan jika terdeteksi, segera cari pengobatannya. Tapi, sebenarnya buta warna itu tidak bisa disembuhkan.
Buta Warna dan Tes Buta Warna
Buta warna bukanlah sebuah penyakit, tetapi buta warna itu adalah kelainan gen atau kelainan yang diturunkan dari orang tua. Dalam istilah medisnya, kelainan gen buta warna ini disebut dengan sexlinked. Mengapa bisa terjadi kelainan gen buta warna?
Jika sempat bertanya dengan dokter yang memeriksa tes buta warna Anda, bisa Anda tanyakan langsung. Namun, jika tidak sempat bertanya, kelainan gen buta warna itu dibawa oleh kromosom X. Kromosom X identik dengan gen pembawa sifat yang dimiliki oleh wanita. Berdasarkan hasil tes buta warna, rata-rata yang memiliki kelainan gen buta warna ini adalah wanita.
Meskipun pembawa sifat kromosom X ini adalah seorang wanita, dari hasil tes buta warna diketahui bahwa wanita tersebut tidak langsung mengidap buta warna karena kromosom X-nya yang lain normal. Tapi, salah satu gen bawaan kromosom X yang mengalami kelainan tersebut akan menurun pada anaknya nanti.
Seorang wanita benar-benar mengalami buta warna jika kedua kromosom X-nya mengandung pembawa sifat buta warna. Buta warna tersebut terjadi karena syaraf reseptor yang mengantarkan cahaya pada retina mengalami perubahan, tepatnya pada sel kerucut.
Berdasarkan hasil tes buta warna, seseorang mendapatkan buta warna tidak hanya karena faktor kelainan gen pada kromosom X. Buta warna bisa diidap karena mengalami masalah pada mata. Salah satunya penyebab buta warna dari masalah mata adalah kerusakan retina atau mengalami cedera pada otak. Cedera tersebut mengakibatkan pembengkakan pada bagian lobus occipital.
Buta warna juga bisa Anda alami akibat dari pengaruh sinar ultraviolet, terutama jika tidak menggunakan pelindung mata dengan benar. Sebenarnya, semua penyebab bisa juga dideteksi melalui tes buta warna.
Tes buta warna yang lazim kita ikuti selama ini ternyata berasal dari Jepang. Tes buta warna tersebut disebut dengan tes Ishihara. Tes buta warna ini ditemukan dan dikembangkan oleh seorang dokter dari Jepang yang bernama dr. Shinobu Ishihara.
Tahukah Anda, tes buta warna Ishihara ini pertama kalinya digunakan pada 1917 di Jepang. Tes buta warna Ishihara inilah yang digunakan di seluruh dunia untuk mendeteksi buta warna. Tes buta warna Ishihara tersebut berupa gambar-gambar penuh warna.
Bagi yang sudah pernah mengikuti tes buta warna, mungkin sudah tidak asing lagi dengan gambar-gambar yang diberikan dalam sesi tes buta warna. Gambar-gambar dalam sesi tes buta warna berupa titik-titik yang diberi aneka warna dan bentuk.
Titik-titik warna dalam gambar tes buta warna tersebut membentuk sebuah lingkaran besar. Lalu, di tengah gambar dibuat sebuah bentuk dengan warna yang berbeda. Namun, karena di tengah-tengah penuh warna, pengidap buta warna tidak bisa menyebutkan gambar apa yang ada dalam lingkaran tersebut. Sementara itu, orang yang normal ketika sesi tes buta warna tersebut berlangsung, ia bisa menyebutkan gambar apa yang ada di dalamnya.
Terapi Setelah Tes Buta Warna
Anda terdeteksi buta warna setelah melakukan serangkaian tes buta warna? Anda tidak perlu khawatir meskipun buta warna tidak bisa disembuhkan karena kelainan gen kromosom X. Jadi, meskipun buta warna, Anda masih bisa melihat warna hanya saja dengan teknik dan metode yang berbeda. Anda bisa membedakan warna dengan cara yang berbeda dari tes buta warna.
Bagaimana caranya agar bisa belajar mengenal warna meski berdasarkan hasil tes buta warna Anda terdeteksi buta warna? Berikut beberapa terapi lanjutan yang bisa Anda lakukan setelah mengikuti tes buta warna.
- Anda bisa menggunakan cara sendiri untuk belajar mengenal warna dengan menggunakan metode yang lain. Salah satunya Anda bisa mengenal warna lewat tingkat kecerahan dan tempat. Bisa juga Anda lakukan terapi dengan mengubah ukuran atau kode warna, seperti warna biru muda Anda ubah lebih terang dan lebih besar.
- Anda bisa menggunakan lensa kacamata atau lensa kontak berwarna khusus orang buta warna sehingga Anda bisa mengenal warna lebih baik lagi. Tapi ingat, itu tidak bisa menyembuhkan, hanya membantu mengurangi buta warna yang diderita.
- Jika berdasarkan hasil tes buta warna Anda ternyata termasuk penderita buta warna ringan, Anda bisa mengenal warna lewat benda. Melalui benda, Anda bisa mengenal warna seperti mereka yang tidak mengidap buta warna.
- Anda yang sudah terdeteksi buta warna melalui tes buta warna bisa mengikuti tes buta warna yang lebih spesifik lagi. Dengan begitu, buta warna yang dialami tidak akan mengganggu pekerjaan Anda.






