3 (Tiga) Kelompok Tes Prestasi Belajar
Proses pembelajaran dilaksanakan untuk melakukan perubahan terhadap kompetensi siswa. Kompetensi yang kita maksudkan terkait dengan 3 (tiga) aspek dasar, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Sementara untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa, maka sekolah mengadakan tes prestasi belajar. Tes prestasi belajar ini dilakukan beberapa kali dalam proses pembelajaran.
Tes prestasi belajar merupakan kegiatan pengukuran hasil belajar siswa. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan guru menyelenggarakan proses pembelajaran. Dengan tes prestasi belajar inilah, maka guru dapat mengevaluasi program pembelajaran yang sudah disusun dan selanjutnya menjadikan hal tersebut sebagai acuan untuk proses penyelenggaraan selanjutnya.
Seperti kita ketahui, proses pembelajaran itu adalah kegiatan berkesinambungan. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan berlangsung dalam tingkatan waktu dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itulah, maka pada setiap tingkatan kita harus mengetahui taraf kemampuan siswa. Untuk halk tersebut, maka tes prestasi belajar merupakan cara efektif untuk mengetahinya.
Berdasarkan konsep dasar pembelajaran dan aspek utama yang diinginkan mengalami perubahan dalam proses pembelajaran, maka tes prestasi belajar dapat dikelompokkan pada 3 (tiga) kelompok dasar, yaitu:
Tes kemampuan Afektif
Tes kemampuan afektif merupakan jenis tes prestasi belajar yang diarahkan untuk mengetahui tingkat penguasaan aspek afektif pada siswa. Aspek afektif adalah aspek yang berkaitan dengan sikap dan nilai-nilai positif yang dimiliki siswa. Dalam hal ini kita mencoba untuk mengukur tingkat perubahan sikap dan nilai-nilai positif yang dimiliki siswa dari sebelum belajar dan setelah selesai belajar.
Tes prestasi belajar pada aspek afektif ini terkait dengan moral, tingkah laku, kesehatan, dan berbagai nilai positif yang dimiliki sebagai bagian bangsa yang beradab. Seperti kita ketahui, setiap anak mempunyai kondisi awal yang berbeda sebab lingkungan hidup mereka yang berbeda.
Untuk saat sekarang ini, mungkin dapat kita katakan bahwa anak-anak yang hidup dalam lingkungan keluarga yang teratur jauh lebih baik sikap hidupnya dibandingkan mereka yang berasal dari lingkungan hidup yang tidak teratur. Dan, pendidikan dan pembelajaran bertugas untuk melakukan perubahan secara positif terhadap kondisi ini.
Pada umumnya, ketika siswa mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran, tingkat kemampuannya dalam aspek afektif belum begitu maksimal. Bahkan, beberapa dari mereka sangat parah pola kehidupannya. Tetapi dengan mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran, maka kondisi tersebut dapat diubah. Dan, untuk mengetahui hasil proses pendidikan dan pembelajaran, maka diberlakukan tes prestasi belajar.
Tes prestasi belajar siswa dalam aspek afektif dapat kita ketahui selama proses pendidikan dan pembelajaran berlangsung. Aspek afektif itu melekat dalam diri dan pola hidup siswa sehingga tes prestasi belajarnya kita lakukan selama proses berlangsung.
Tes kemampuan kognitif
Tes kemampuan kognitif merupakan jenis tes prestasi belajar yang terkait dengan pengetahuan hasil belajar. Selama proses belajar yang diikuti, siswa mendapatkan berbagai macam pengetahuan yang sangat berguna bagi kehidupan. Pengetahuan inilah yang diharapkan dapat menjadi bekal menghadapi kehidupan yang lebih baik. Dan, untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam belajar, maka kita melakukan tes prestasi belajar.
Untuk mengetahui hasil tes prestasi belajar siswa dalam aspek kognitif ini, maka dapat melihat dari hasil saat siswa mengikuti berbagai ujian atau tes yang diselenggarakan sekolah dan guru dalam waktu tertentu. Ujian atau tes prestasi belajar ini merupakan program integral dalam kurikulum sekolah.
Oleh karena, maka kita mengenal ada tes prestasi belajar harian, tengah semester, semester, dan tes prestasi belajar siswa nasional. Macam-macam tes prestasi ini merupakan upaya untuk mengetahui tingkat perubahan yang terjadi pada siswa, terutama pada aspek kognitif. Artinya, kita mencoba untuk mengetahui seberapa besar perubahan pengetahuan siswa antara sebelum mengikuti proses pembelajaran dan sesudah mengikuti proses pembelajaran.
Umumnya tes prestasi belajar aspek kognitif inilah yang menjadi patokan untuk kelanjutan pendidikan siswa. Oleh karena itulah, maka dalam proses pendidikan dan pembelajaran, aspek ini digarap secara intensif oleh sekolah dan guru. misalnya, mata pelajaran matematika, bahasa inggris, dan bahasa Indonesia merupakan aspek kognitif oleh sebagian besar guru dan sekolah sebagai penentu keberhasilan siswa. Hal ini karena ujian nasional sangat mensyaratkan mata pelajaran tersebut mendapatkan nilai baik, lulus.
Tes kemampuan psikomotor
Tes kemampuan psikomotor adalah terkait dengan keterampilan yang didapatkan siswa dari proses pendidikan dan pembelajarannya. Dengan mengetahui tingkat kemampuan ini, maka kita dapat menentukan tingkat kemampuan siswa untuk bekerja, melakukan kegiatan kerja. Oleh karena itulah, maka tes prestasi belajarnya berupa kegiatan keterampilan.
Dalam konteks ini, guru atau sekolah mengadakan tes prestasi belajar siswa dengan evaluasi praktek. Siswa harus melakukan kegiatan praktek terkait dengan kemampuan yang harus dimiliki siswa. Secara khusus siswa dievaluasi tingkat kemampuan skillnya dalam menangani suatu pekerjaan. Jika mereka dapat melakukan satu atau beberapa jenis keterampilan, tentunya tes prestasi belajar mereka berhasil.
Begitulah tes prestasi belajar yang kita lakukan untuk mengevaluasi hasil proses pendidikan dan pembelajaran. Lantas mengapa dunia pendidikan masih dianggap tidak professional?






