logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Tempat    Provinsi

Tifa Maluku: Alat Musik Gendang Bersuara Merdu


Ilustrasi tifa maluku

Dari 32 provinsi yang ada di wilayah Indonesia, Moluccas atau Maluku merupakan salah satu provinsi tertua di Indonesia. Maluku yang beribukota di Ambon ini memiliki seni dan budaya musik serta tarian yang juga berumur ratusan tahun. Mulai dari lagu-lagu daerah, seperti Rasa Sayange, Sarinande, Burung Kaka Tua. Selain itu Maluku juga punya alat musik terkenal, yaitu tifa Maluku.

Berbicara tentang seni dan budaya Maluku, memang sangat beragam dan turut mempengaruhi perkembangan seni budaya Indonesia secara umum. Khusus di bidang seni suara misalnya, sudah sejak lama dari Provinsi Maluku ini muncul musisi dan penyanyi yang berpengaruh di tingkat nasional bahkan internasional, mulai dari genre musik jazz sampai dengan musik pop. Sebut saja misalnya nama Bob Tutupoli atau Brory Pesolima, penyanyi pop legendaris yang kiprahnya sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan industri musik di tanah air bahkan sampai ke tingkat Asia. Begitu pula mendiang Utha Likumahua kiprahnya sebagai penyanyi nasional dan internasional, sudah tidak perlu diasingkan lagi terutama dalam forum kancah festival. Dan munculnya para penyanyi berbakat dari Ambon, Maluku ini, tentu saja tidak bisa dipisahkan dari adanya peran seorang musisi luar biasa seperti Jack Lesmana maupun Christ Kaihatu.

Alat Musik Gendang

Berbicara Ambon maka artinya berbicara pula salah satu alat musik tradisional yang bernama tifa atau Tifa Maluku untuk membedakan dengan tifa dari provinsi lain. Alat musik yang bernama tifa ini sepintas mirip seperti gendang. Cara memainkannya pun sama yaitu dengan cara dipukul. Biasanya, tifa digunakan pada saat upacara tradisional atau acara-acara penting lainnya seperti penyambutan tamu kehormatan atau pejabat negara. Tifa juga biasa dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional Maluku, yaitu tari Cakalele (tari perang), tari Saureka Reka, atau tari Katreji, yang merupakan salah satu jenis tari pergaulan.

Tifa Maluku bagi masyarakat Maluku umumnya dan Ambon khususnya, merupakan salah gengsi tersendiri. Sehingga seorang yang pandai memainkan alat musik ini akan dianggap sebagai orang hebat, seperti halnya bisa menjadi penyanyi terkenal yang akan mengharumkan nama Maluku. Tidak mengherankan dengan cara memelihara sikap seperti itu sampai sekarang alat musik ini terus dipelihara dan dijadikan salah kebanggaan masyarakat. Cara membuatnya juga diwariskan secara turun-temurun sehingga tidak ada satu generasi yang terlewatkan. Dengan cara seperti itu alat musik tifa Maluku ini bisa tetap ada dan lestari.

Tifa terbuat dari sebatang kayu yang dibolongi dan isinya dibuang. Kemudian, salah satu sisi ujungnya ditutupi. Layaknya alat musik gendang, alat musik perkusi ini membrannya berasal dari kulit hewan (kambing) yang telah dikeringkan. Khusus untuk menutup salah satu lubang dalam alat musik tifa Maluku ini, biasanya menggunakan kulit rusa. Diyakini pemilihan kulit rusa dapat menghasilkan suara yang lebih bagus dan indah. Berbeda jika menggunakan kulit dari hewan lain. Mungkin karena itu pula suara tifa Maluku tidak saja nyaring tapi terdengar jelas dan sangat khas.

Tentang bentuk tifa itu sendiri, tiap daerah di Maluku secara umum memiliki tifa yang hampir sama, yaitu menyerupai gendang. Namun sekalipun menyerupai gendang, ada yang berbentuk gemuk pendek, ada pula yang bentuknya tinggi langsing. Semua bentuk disesuaikan dengan fungsi spesifik yang dimilikinya sehingga tifa punya banyak nama, seperti tifa jekir, tifa dasar, tifa potong, tifa jekir potong, dan tifa bas. Satu hal lain yang membedakan antara tifa dari masing-masing suku yang ada di Maluku ini lebih kepada bentuk pola ukiran. Bisa dikatakan bahwa setiap suku punya ukiran khas masing-masing, yang satu sama lain tidak sama. Dengan demikian hanya dengan memperhatikan pola ukiran inilah, seorang yang mengetahui banyak tentang tifa, akan bisa memastikan dari suku mana tifa Maluku tersebut berasal.

Layaknya alat musik gendang yang dapat dijumpai di berbagai daerah, tifa pun tersebar tidak hanya di kawasan Maluku. Tifa dapat dijumpai di daerah Papua dan Nias, dengan bentuk dan fungsi serupa. Karena itulah untuk membedakan dengan tifa dari daerah atau provinsi lainnya, orang Maluku sering mengatakan alat musik tradisional mereka itu secara lengkap dengan nama tifa Maluku. Artinya bahwa yang dimaksud adalah tifa dari Maluku, bukan dari Nias maupun dari Papua.

Seni Musik

Selain tifa, Maluku mempunyai banyak jenis alat musik khas, misalnya, totobuang yang biasanya mengiringi tifa untuk menghasilkan warna musik khas Maluku. Ada juga alat musik tiup, yaitu kulit bia (kulit kerang), dan alat musik petik (ukulele dan hawaiian). Lengkap sudah alat musik yang dimiliki oleh Provinsi Maluku, yang menjadi kekayaan tak ternilai. Rata-rata musisi dan penyanyi nasional asal Maluku, menguasai atau setidaknya mengerti tentang alat musik tradisional tadi. Sebagai salah satu kekayaan daerah, tentu saja perlu dipelihara dan dijadikan kebanggaan, agar masyarakatnya tidak kehilangan rasa percaya diri dan hanya bergelut mengagumi alat musik modern yang sebenarnya tidak jauh lebih baik dalam hal menghasilkan harmonisasi nada. 

Selain alat musik tradisonal, Maluku memiliki alat musik hasil perpaduan budaya, yaitu alat musik tradisional yang bernama sawat. Alat musik sawa ini merupakan perpaduan dari budaya Maluku dan budaya Timur Tengah. Alat musik ini tercipta beberapa abad silam ketika bangsa Arab datang menyebarkan agama Islam di Maluku. Terjadilah akulturasi budaya, termasuk dalam hal musik, sehingga melahirkan sawat yang seperti rebana dan seruling, membawa ciri alat musik dari gurun pasir. Namun dalam menghasilkan nada tetap mampu menghasilkan irama khas dari tanah Maluku. Kegemaran menyanyi dan bermain musik bagi masyarakat Maluku, tentu saja semakin kaya dengan adanya banyak alat musik tradisional. Bagi penikmat musik, suara atau harmonisasi nada yang berasal dari alat musik tradisional memang akan terdengar lebih indah, alami, syahdu, yang tak gampang ditemukan atau dihasilkan oleh alat musik modern.

Semua keragaman alat musik ini jika dipadukan dapat menghasilkan harmoni nada luar biasa indah. Biasanya, digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pop atau lagu tradisional Maluku. Tifa sering pula digunakan untuk mengiringi nyanyian para musisi asli Maluku yang terkenal dengan suara emasnya.

Demikianlah tentang tifa Maluku, salah satu alat musik tradisional asal Provinsi Maluku, yang sepanjang masa menjadi saksi bagaimana dari tanah Maluku ini lahir dari tiap generasi musisi dan penyanyi bersuara emas, yang tidak saja populer di tanah kelahirannya namun juga menjadi musisi dan penyanyi papan atas dalam dunia industri hiburan musik di tanah air. Alat musik tifa Maluku akan menjadi salah satu pase penting dari setiap perjalanan musisi dan penyanyi dari Maluku, dan menjadi kebanggan tersendiri bila bisa memainkan alat musik tradisional ini. Kebanggaan yang patut dipertahankan, karena secara harmoni, alat musik tradisional ini mampu menghasilkan nada yang luar biasa.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Aneka Ragam Upacara Adat Jawa Tengah
  • Tanjung Lesung - Objek Wisata Eksotis di Banten
  • PLN Jatim: Listrik Untuk Kehidupan Lebih Baik
  • Memilih Hotel Murah di Bali, Cara Tepat Berlibur Hemat dan Meriah - A
  • Provinsi Bengkulu, Tanah Subur untuk Bunga Rafflesia Arnoldi
  • Jawa Timur - Pesona di Timur Pulau Jawa
  • Arti Irian Jaya - Sinar Menghalau Kabut dan Sejarah Papua
  • Mudahnya Mengakses Peta Jawa Barat Secara Online
  • Sejarah Maluku: Sejarah Penjajahan di Maluku
  • Menjelajahi Papua Barat
  • Arti Batik Jawa Tengah Bagi Masyarakatnya
  • Pesona Danau Singkarak Sumbar
  • Cakalele Tarian Maluku yang Eksotis
  • Pantai Aceh: Antara Keindahan dan Trauma Tsunami
  • Menyibak Sejarah dan Potensi Provinsi Gorontalo
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA