logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Korea Selatan

Tiket Korea Selatan Menuju Piala Dunia dan Manajerial Bisnis Tiket


Ilustrasi tiket 

Indonesia (dengan nama Hindia Belanda) boleh saja menjadi negara pertama Asia yang mendapatkan tiket pertama ke Piala Dunia 1938. Jepang boleh pula menjadi negara yang paling konsisten di ajang Piala Dunia. Sejak lolos ke Piala Dunia 1998, Jepang terus mendapatkan tiket ke Piala Dunia berikutnya.

Namun, bicara negara yang paling banyak mendapatkan tiket ke Piala Dunia, negeri ginseng Korea Selatan lah pemenangnya. Negara ini sudah mendapatkan tiket perdana ke Piala Dunia pada 1954. Bahkan, sejak 1986, Korea Selatan tidak pernah melewatkan tiket Piala Dunia.

Tiket Awal Piala Dunia dan Masa-masa Suram Korea Selatan

Korea Selatan mendapatkan tiket pertama ke Piala Dunia pada perhelatan Piala Dunia 1954 di Swedia. Sayang, keberhasilan mereka mendapatkan tiket ini tidak diimbangi dengan penampilan menarik di putaran final Piala Dunia. Korea Selatan tergabung dalam grup neraka yang diisi oleh Hungaria, kekuatan dunia sepakbola masa itu. Ada pula Jerman Barat dan Turki yang dari segi level permainan jauh di atas Korea Selatan.

Yang unik, meskipun tergabung dalam satu grup, tiket ke putaran berikutnya tidak didapatkan dari pertemuan dengan semua anggota grup. Korea Selatan, seperti negara lain di Piala Dunia 1954, cuma berhadapan dengan 2 lawan di babak penyisihan grup. Ujian pun datang ketika mereka tampil menghadapi Hungaria.

Saat itu, Hungaria memiliki penyerang tertangguh dunia, Ferenc Puskas. Pemain yang berkostum Real Madrid ini menjadi pencetak gol pembuka Hungaria. Korea Selatan sendiri saat itu dipermalukan Hungaria dengan skor sangat telak, 9-0. Dengan kemenangan ini, Hungaria memulai kampanyenya untuk mendapatkan tiket ke putaran berikutnya.

Pada pertandingan kedua, keadaan kembali mengenaskan bagi Korea Selatan. Kali ini, giliran Turki yang melumat mereka dengan skor 7-0. Alhasil, mimpi memperoleh tiket ke babak selanjutnya berubah menjadi neraka. Korea Selatan dengan tiket pertama ke Piala Dunia, justru menjadi bulan-bulanan. Mereka tercatat sebagai negara dengan selisih gol terburuk pada Piala Dunia 1954.

Hasil mengecewakan ini seolah membuat Korea Selatan begitu trauma mendapatkan tiket ke putaran final Piala Dunia. Buktinya, butuh waktu 32 tahun untuk memperoleh tiket serupa. Korea Selatan baru bisa lolos kembali ke Piala Dunia 1986 yang digelar di Meksiko. Peruntungan negeri ginseng dengan tiket kedua ini lebih baik.

Korea Selatan memang cuma mendapatkan satu poin di babak penyisihan grup dan langsung angkat kopor. Namun, hasil yang didapatkan tidak terlalu memalukan. Mereka kalah 1-3 dari Argentina, kemudian bermain imbang 1-1 dengan Bulgaria yang saat itu cukup tergolong negara elite di Eropa.

Terakhir, mereka cuma kalah tipis dari Italia dengan skor 3-2. Dengan hasil yang di satu sisi mengecewakan, tapi di sisi lain menunjukkan perkembangan maksimal Korea Selatan, negeri ginseng menunjukkan kualitas mereka untuk senantiasa mendapatkan tiket ke putaran final di edisi Piala Dunia berikutnya.

Lolos ke Piala Dunia 1990 di Italia, Korea Selatan melanjutkannya dengan tampil di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat dan Piala Dunia 1998 di Prancis. Di edisi terakhir, Korea Selatan memang kalah 5-0 dari Belanda yang saat itu diperkuat oleh duet sensasional Patrick Kluivert-Dennis Bergkamp. Namun, bisa dikatakan inilah edisi terakhir masa suram Korea Selatan khususnya dan Asia umumnya di Piala Dunia. 

Pada Piala Dunia berikutnya sejak awal dekade 2000-an, tim Asia menunjukkan kualitas mereka dengan meraih tiket yang lebih jauh daripada babak penyisihan grup.

Piala Dunia 2002 Nyaris Mendapatkan Tiket ke Final

Keuntungan besar diterima Korea Selatan ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Bersama Jepang, mereka menjadi negara Asia pertama yang menyelenggarakan turnamen terbesar di planet bumi. Kesempatan ini tidak disia-siakan. Korea Selatan saat itu berada di Grup D bersama Portugal, Polandia, dan Amerika Serikat.

Meskipun ditangani pelatih seperti Guus Hiddink, tim negeri ginseng dianggap cuma akan menjadi hiburan. Namun, kejutan datang di pertandingan pertama. Korea Selatan mendapatkan momentum dengan menaklukkan Polandia 2-0. Meski sempat tertahan ketika bermain imbang 1-1 dengan Amerika Serikat, Korea Selatan akhirnya memastikan tiket ke putaran 16 besar setelah menekuk Portugal 1-0.

Lolosnya Korea Selatan ke babak perdelapan final saja sudah merupakan keajaiban. Namun, mereka tidak berhenti menyihir dunia. Kali ini, juara Piala Dunia 1982 Italia dihajar dengan skor 2-1. Kekalahan ini begitu menyakitkan bagi Italia. Pertama, wasit terlihat sangat memihak Korea Selatan seolah sudah dititipi pesan agar negara kuat Asia Timur ini lolos ke perempat final.

Namun yang paling fatal adalah pencetak gol Korea Selatan ke gawang Gianluigi Buffon. Dia adalah Ahn Jung Hwan, pemuda yang saat itu berkarier di klub Italia, Perugia.

Tampang Ahn Jung Hwan yang imut dan mengingatkan fans wanita dengan personel F4, boyband Taiwan yang tengah mendunia kala itu, membuat bertambahnya jutaan penggemar sang penyerang. Namun, tidak demikiannya di negara Italia. Pelatih Perugia, Serse Cosmi siap memecat sang pemain yang dianggap mengkhianati negara tempatnya mencari uang. Apa pun kata orang, Lee Chun Soo dkk. sukses menapaki perempat final.

Pada babak 8 besar, lagi-lagi wasit memberikan bantuan pada Korea Selatan hingga pertandingan harus diakhiri drama adu penalti. Spanyol yang berjuluk raja tanpa mahkota pada era tersebut, harus meringis karena tersingkir dengan cara menyakitkan. Di semifinal, Korea Selatan akhirnya bertemu dengan Jerman. Kedua tim sebenarnya sama-sama rapuh. Jerman lolos dengan cara tertatih dan permainan mereka tidak terlalu menarik.

Sementara itu, Korea Selatan terus disorot dengan keberpihakan wasit. Akhirnya, gol Michael Ballack menutup peluang Korea Selatan untuk menjadi negara Asia pertama yang meraih tiket partai puncak Piala Dunia.

Di perebutan tempat ketiga, lagi-lagi Korea Selatan kalah. Mereka disingkirkan oleh sesama tim kejutan, Turki, dengan skor tipis 2-3. Namun, kepahlawanan Lee Won Jae dkk. disambut meriah oleh seluruh Asia. Mereka menunjukkan bahwa Asia bukan lagi konfederasi terbelakang yang datang ke putaran final Piala Dunia untuk menyerah begitu saja.

Di satu sisi, keberhasilan Korea Selatan mendapatkan tiket ke semifinal Piala Dunia dianggap akan sangat sulit diulangi siapa pun wakil AFC lain di Piala Dunia selama turnamen tersebut tidak digelar di negara sendiri.

Piala Dunia dan Tiket yang Lepas dari Genggaman Tangan

Benarlah dugaan orang. Korea Selatan tak bisa mencapai posisi setara Piala Dunia 2002. Mereka memang lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman. Sorotan pers mengarah pada Park Ji Sung yang kariernya begitu mengilap di Eropa. Korea Selatan sempat mencatatkan kemenangan pertama mereka di luar Asia di Piala Dunia, ketika menjungkalkan Togo, pendatang baru Piala Dunia dengan skor 2-1.

Mereka kemudian juga terbukti masih sakti ketika menahan imbang Prancis yang kelak menjadi finalis Piala Dunia 2006 dengan skor 1-1. Namun, pada partai terakhir babak penyisihan grup, Korea Selatan didepak Swiss dengan skor 0-2. Alhasil, tiket ke 16 besar yang dimatchday 2 sempat dipegang kuat-kuat, lepas begitu saja.

Pada Piala Dunia 2010, keadaan lebih baik. Korea Selatan berhasil meraih tiket 16 besar pertama di luar Asia. Mereka menghajar Yunani dengan skor 2-0. Meskipun sempat dihajar Argentina 4-1, Korea Selatan bangkit dengan menahan imbang Nigeria 2-2.

Pada babak 16 besar, Park ji Sung dkk. dibekap Uruguay, peringkat empat Piala Dunia 2010, dengan skor 1-2. Meskipun tak bisa mengulang prestasi Piala Dunia 2002, bukan tidak mungkin di Piala Dunia berikutnya raihan tiket 16 besar kembali akan diulang oleh tim negeri ginseng.

Manajerial Bisnis Jual Beli Tiket

Sobat Ahira, terima kasih sudah menjadi pembaca setia situs kami. Kali ini bahasan kita seputar persoalan tiket. Mulai dari apa itu tiket, mengelola tiket, bisnis jual beli tiket, membedakan tiket asli dan tiket palsu, konfirmasi tiket, tiket pesawat, bus, tiket kereta api sampai tiket pertandingan sepak bola, dan macam-macam tiket serta pembelian tiket secara offline dan tiket online. 

Tiket zaman dahulu pada umumnya disebut karcis dan masih berbentuk kertas. Tiket zaman dahulu ditulis menggunakan pulpen. Tiket zaman sekarang di-print di kertas. Bentuk tiket zaman sekarang pun, kadang bervariasi seperti kartu ATM atau bentuk lain. Kendati demikian, tiket dalam bentuk kertas adalah yang paling umum dan tetap dipergunakan sebagai tanda bukti pembelian. 

Malah sekarang setiap pembelian tiket konser musik. Anda tidak bisa langsung menerima tiket. Melainkan voucher yang nanti pada hari H pelaksanaan akan ditukar dengan tiket asli.

Hal ini dilakukan guna mencegah pemalsuan tiket yang lazim terjadi. Jika tiket dibeli dan dijual jauh-jauh hari, peluang untuk pemalsuan tiket lebih besar ketimbang dijual pas dekat hari H pelaksanaan.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika acara-acara pertandingan akbar olahraga seperti sepak bola atau konser musik yang jumlah penontonnya bisa mencapai puluhan ribu orang. Penipu tiket tahu kalau panitia tidak mungkin memeriksa satu per satu tiket penonton. Jadi, hal ini menjadi kesempatan bagi para pemaslu tiket. 

Sementara itu, untuk tiket pesawat terbang, kereta api, bus atau tiket-tiket transportasi umum tidak menggunakan voucher sebagaimana tiket untuk konser musik atau nonton pertandingan, melainkan langsung tiket asli.

Bisnis Jual Beli Tiket

Jika Anda punya ide dan berminat menjadi agen penjualan tiket, sebaiknya fokuskan mau menjual tiket apa, pilihannya kira-kira. Berikut ini pilihan alternatif untuk melakukan bisnis jual beli tiket. 

  • Tiket Kereta Api
  • Tiket Pesawat Terbang
  • Tiket Bis
  • Tiket Kapal Laut
  • Tiket Konser Musik
  • Tiket Pertandingan Sepak Bola
  • Tiket Arena Bermain
  • Tiket Ekspo Pameran dan Bazzar
  • Tiket Seminar
  • Tiket Undangan
  • Tiket Promo 
  • Pembelian Tiket Offline dan Online
  • Tiket Megablitz Cineplex XXI 

Ada banyak pilihan ide menjual tiket. Tinggal dipilah saja, Anda mau menjadi agen travel penjualan tiket atau sekadar “calo resmi” tiket untuk berbagai kegiatan. 

Agar Tiket Tidak Dipalsukan

Sebenarnya ada banyak cara agar tiket tidak mudah dipalsukan di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Tiket menggunakan bahan kertas yang berbeda dari umumnya atau menggunakan bahan lain. Jika tiket model kertas. Gunakan hologram khusus untuk membedakan tiket yang asli dan tiket palsu.
  • Tiket palsu pun dijual dengan harga yang sama dengan tiket asli. Hal ini untuk menghilangkan kecurigaan selisih promosi harga kepada customer.
  • Tiket dijual di tempat resmi.
  • Tiket sebaiknya tidak dijual jauh-jauh hari. Jika mau jauh-jauh hari berikan saja semacam voucher yang nantinya bisa ditukarkan dengan tiket asli.
  • Tiket dicantumkan nomor urut.

Promosi Tiket  Agar Penjualan Tiket Laku

Karena zaman serba online, sebaiknya Anda pun sudah harus menggunakan media-media online untuk berjualan tiket. Membuat situsonline khusus untuk menjual tiket. Lalu, promosikan situs penjualan tiket Anda secara profesional, misalnya lewat FB dan Twitter, Google +, dan jejaring sosial lainnya.  

Sebagai penjual tiket, Anda pun harus aktif terlibat mencari customerdengan cara berburu tiket-tiket promo. Ingat, bisnis jasa penjualan tiket sangat mengandalkan kepercayaan. Jika Anda belum apa-apa dianggap tidak profesional. Anda bisa disangka penipu padahal mungkin belum terbiasa atau sistem penjualan tiket sedang dalam masa penyesuaian. 

Keuntungan penjualan tiket bisa didapat melalui sistem komisi. Ada sistem komisi per bulan atau per penjualan tiket. Kalau Anda ingin menjual tiket pesawat. Anda bisa menghubungi sejumlah maskapai penerbangan untuk diajak kerja sama. Maskapai penerbangan tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Air Asia Indonesia.
  • Garuda Indonesia
  • Lion Air.
  • Batavia Air.
  • Mandala Airlines.
  • Citilink.
  • Susi Air.
  • Adam Air.
  • Sriwijaya Air.
  • Riau Airlines.
  • Trigana Air Service.
  • Merpati Airlines.
  • Indonesia Air Asia.
  • Kartika Airlines.
  • Wings Air

Lambat-laun, Anda pun akan belajar banyak dari bisnis tiket. Misalkan pada musim-musim tertentu pemesanan tiket akan mengalami lonjakan seperti musim lebaran, Natal, imlek, liburan tahun baru dan liburan sekolah. 

Tips untuk Pemesan dan Pembeli Tiket

Bagi pemesan dan pembeli tiket, harap perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Jeli memilih travel agen penjualan tiket.
  • Tanyakan harga tiket, cek ulang dan cari perbandingan harga dengan travel agen lainnya.
  • Tanyakan ke agen tiket. Apakah harga yang ditawarkan sudah termasuk tiket pesawat, pajak bandara, bagasi, dan lain sebagainya.
  • Pesan jauh-jauh hari dan rajin browsing tiket promo. 

Waspada Tiket Palsu

Situs-situs penjualan tiket online banyak sekali bertebaran di internet. Ada yang serius dan ada pula yang sekedarnya saja. Umumnya menggunakan domain gratis seperti: 

  • kimchitickets.webs.com
  • ticketkimchi.webs.colainnm
  • justinbiebertickets.webs.com
  • rajakarcis.webs.com
  • raja-karcis.webs.com

Bisnis jual beli tiket transportasi ke depannya semakin prospek. Karena, saat ini Indonesia sedang memasuki era baru di mana kota-kota di sejumlah provinsi mulai berkembang. Hal itu berarti akan ada banyak orang yang bepergian menggunakan pesawat atau kendaraan lain semisal bis dan kapal laut.

Sobat Ahira, dari semua contoh-contoh pengelolaan tiket dengan segala pernak-perniknya. Bagaimana jika kita sekarang memposisikan diri sebagai promotor penyelenggara sebuah acara konser musik. Kira-kira apa yang akan kita lakukan:

  • Saat acara berlangsung pisahkan penonton kelas vip dengan kelas festival. Berarti tiket pun dari segi warna harus berbeda.
  • Jika acara berlangsung di gedung mewah dan megah. Usahakan penonton tidak masuk dari satu pintu. Sesuaikan dengan kelas tiket.
  • Bagi pembeli tiket tercepat akan mendapatkan hadiah.
  • Koordinasikan selalu dengan aparat keamanan jika terjadi kerusuhan. Tiket jangan sampai tercecer. Karena, dari tiket kita tahu berapa orang penonton riil.
  • Agar setiap penonton merasa bangga dengan tiket. Hadirkan juga doorprize dengan memberikan hadiah kejutan.

Tiket Online

Jika Anda menjadi agen penjual tiket online, terutama untuk tiket perjalanan. Sebaiknya berhati-hati. Sebab, bisnis tiket online itu untungnya tidak banyak. Paling-paling 30.000 sampai dengan 50.000,- pertiket dan risikonya besar. Sekali konsumen terpuaskan oleh layanan kita. Ia akan panjang-lebar bercerita kepada rekan-rekannya. Sebaliknya, apabila pelayanan kurang terpuaskan, pelanggan akan mengatakan kepada rekan-rekannya juga. 

Jika Anda sudah bertekad untuk berbisnis tiket melalui jalur online. Buat situs yang ramah desain. Sederhana, praktis dan berisi petunjuk. Dalam situs tersebut terdapat menu-menu yang berisi langkah-langkah pembelian tiket online. Termasuk bagaimana cara pembayaran pembelian tiket.

Jadi, jangan ragu untuk memulai berbisnis jualan tiket online. Tiket apa saja bisa Anda usahakan jual. Ingat, tidak boleh ada tiket palsu. Sebab, jika Anda menjual tiket palsu sama saja mendukung perbuatan kriminal. Sesuatu yang kriminal tentulah tidak baik.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kiat Sukses Kerja di Korea Selatan
  • Hubungan Internasional Indonesia dengan Korea Melalui Program Beasiswa
  • Kedutaan Korea di Indonesia: Indonesia dan Korea Semakin Dramatis
  • Cara Unik Belajar Bahasa Korea Selatan
  • Hanbok: Busana Korea Unik dan Menarik
  • Tempat Wisata di Korea: Uniknya Pulau Jeju
  • Budaya Korea - Dari Rumah Hingga Festival Panen
  • Korea yang Terus Melesat
  • Perkembangan Islam di Korea Selatan
  • Sekilas Tentang Pendidikan di Korea Selatan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA