logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Berita    Korupsi    Artikel Umum Korupsi    Tikus Korupsi

Tikus Korupsi yang Semakin Merajalela

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Tikus korupsi semakin merajalela saja pergerakannya. Demikian kira-kira apa yang bisa kita tangkap dari berbagai manuver yang dilakukan oleh para koruptor berdasi. Rasanya kita sulit untk menyebut satu saja institusi kita yang tak dihuni oleh oknum pengerat uang rakyat. Biasanya mereka mempunyai dua wajah: di satu sisi terlihat seperti orang baik, namun jika ada kesempatan mereka bisa dengan tega merampok duit rakyat.

Semakin masifnya gerakan tikus korupsi ini membuat kita penasaran untuk mengolaborasi apa sih itu korupsi? Korupsi sebenarnya berasal dari bahasa latin, corruptio yang memiliki makna busuk, menggoyahkan, atau rusak. Terminologi meninjau korupsi itu sebagai kegiatan memperkaya diri sendiri dengan mengabaikan aturan-aturan yang ada serta dipastikan melanggar hukum.

Korupsi dari Sudut Hukum

Dalam tinjaun hukum, beberapa tindakan yang termasuk dalam korupsi diantaranya:

  • Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, dan atau golongan.
  • Tindakan yang dipastikan melawan hukum.
  • Melakukan tindakan yang menyalahgunakan kewenangan.
  • Tindakan yang merugikan keuangan dan perekonomian negara.

Keadaan Penyubur Korupsi

Korupsi merupakan bahaya laten yang sulit untuk diberantas. Korupsi merupakan tindakan yang sulit untk diidentifikasi bahkan dideteksi. Pergerakannya di bawah tanah (underground), dan entah mengapa selalu menjadi momok yang akut di berbagai negara, sekalipun negara maju. Nah, beberapa diatara kondisi yang dianggap bisa menyuburkan praktik-praktik korupsi, yakni:

  • Minimnya transparansi keadaan kejuangan maupun berbagai kebijakan yang berpotensi merugikan keuangan negara kepada publik.
  • Keadaan dimana pengambilan keputusan bukan disandarkan pada tanggungjawab kepada rakyat, mislanya terjadi di rezim-rezim yang non-demokratik.
  • Biaya politik yang mahal.
  • Berbagai proyek yang berpotensi untuk diselewengkan.
  • Gaji pegawai pemerintahn yang snagat kecil sehingga mereka (para pegawai) akan mencari lahan yang lain untuk mencukupi berbagai kebutuhan hidupnya, salah satunya dengan korupsi.
  • Kondisi rakyat yang acuh tak acuh terhadap berbagai perilaku menyimpang pejabat-pejabatnya yang membuat keadaan koruptif semakin sulit untuk dihindari.
  • Ketiadaan kontrol yang ketat dan rigid, seperti dari LSM, perkumpulan masyarakat madani, penegak hukum, dsb.
  • Media yang terkerangkeng dan tercebur justru dalam hegemoni kekuasaan.

Negativitas Korupsi

Good governance menjadi suatu hal utopis dalam suasana kehidupan bernegara yang koruptif. Demokrasi akan terhambat. Begitu juga dengan pembangunan yang sulit untuk maju karena minimnya biaya sebagai dampak dari masifnya budaya koruptif. Berbagai tindak korupsi yang terjadi di berbagai sudut: di pemilihan umum akan berdampak dalam pengurangan akuntabilitas dan perwakilan ketika menggodok legislasi, korupsi di pengadilan akan menghentikan nilai-nilai keadilan yang sebenarnya menjadi ruh penegakan hukum itu sendiri, dsb.

Demikian juga di bidang ekonomi, tikus korupsi akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi dan menegasi kualitas pelayanan pemerintah terhadap rakyatnya. Dengan korupsi kekacauan di sektor publik akan terjadi dengan cara mengalihkan investasi-inevetasi ke berbagai proyek yang dilihat akan banyak menghasilkan fulus ke kantong koruptor. Bukan mengarahkan investasi untuk kemajuan dan pembangunan masyarakat sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengikis Faktor Penyebab Korupsi Melalui Pendidikan
  • Menyibak Contoh Kasus Korupsi di Indonesia
  • Demo Korupsi yang Marak Terjadi
  • Hukuman Mati Bagi Pelaku Korupsi?
  • Lima Contoh Korupsi
  • Kasus Korupsi Artalita dan Korupsi Indonesia
  • Berita tentang Korupsi
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA