logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Laboratorium

Mengenal Jenis-Jenis Tikus Sebagai Hewan Percobaan


Ilustrasi tikus

Tikus termasuk ke dalam mamalia, memiliki filum Chordata dan Ordo Rodentia. Ada beberapa jenis tikus yang ada pada saat ini. Masing-masing memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya, namun masih masuk ke dalam bangsa tikus. Jenis-Jenis Tikus ini menyebar di seluruh belahan dunia dengan keunikannya masing-masing.

Tikus merupakan salah satu hewan yang cepat berkembang biak. Sekali beranak bisa melahirkan sepuluh anakan. Selain itu tikus mudah sekali beradaptasi dengan berbagi lingkungan.

Tikus Hewan percobaan

Sejak lama tikus merupakan hewan yang akrab dengan dunia riset dan farmasi. Mengapa demikian? Dalam dunia penelitian dan farmasi, tikus menjadi salah satu hewan percobaan. Misalnya mengetes obat-obatan dan reaksi kimia. Jadi ketika peneliti menemukan ramuan obat, sebelum diberikan kepada manusia, terlebih dulu diujicobakan kepada tikus, tujuannya untuk melihat reaksi tikus setelah dimasukan obat. Selain itu menggunakan tikus lebih rendah resikonya dari pada langsung diterapkan kepada manusia.

Tikus yang kerap dijadikan hewan percobaan adalah tikus putih. Tikus ini jenis ini mudah didapat karena banyak dibudidayakan. Tikus putih juga sering dijadikan hewan percobaan di untuk mata pelajaran biologi di SMP dan SMA. Tikus dibedah untuk dilihat organ pencernaannya.

Secara tidak langsung tikus termasuk hewan yang berjasa terhadap terhadap kelangsungan hidup manusia. Ribuan orang bisa diselamatkan karena obat-obatan yang telah dari serangkaian uji coba yang dilakukan oleh tikus.

Jenis -jenis tikus

Hewan pengerat memiliki banyak kerabatnya. Berikut ini sejumlah nama-nama kerabat tikus yang masuk dalam genus murdae:

  • Mencit

Mencit (Mus.musculus ) adalah jenis yang paling dikenal. Tikus ini berukuran kecil namun sangat rakus jika sudah menemukan mebel, atau kain-kain yang biasanya dijadikan tempatnya bersarang. Bahkan mereka juga menyantap barang-barang rumah tangga lainnya. Konon tikus ini berasal dari Eropa, populasinya bisa merata sampai ke Indonesia, melalui media kapal layar.

Hewan ini diperkirakan adalah memalia terbanyak setelah manusia. Kelebihannya yaitu pandai menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang sengaja dibuat oleh manusia. Inilah yang menyebabkan kebanyakan dari mereka hidup di rumah-rumah penduduk, sangat jarang hidup liar di hutan.

Mencit memiliki organ yang terlengkap sebagai mamalia. Oleh karena itu, sering dipilih sebagai makhluk percobaan untuk obat-obatan atau makanan yang nantinya akan digunakan atau dikonsumsi oleh manusia.

Mencit berkembangbiak dengan beranak. Ia kawin pada usia 50 hari. Perkawinan biasanya dilakukan jika hari sudah malam. Masa kehamilan mencit kebanyakan adalah selama 20 hari. Keunikannya, ketika Ia sudah melahirkan si betina tidak mau diganggu sampai 2 hari setelah melahirkan.

  • Tikus Got

Rattus norvegicus adalah nama latin dari tikus ini. Ini adalah tikus yang paling banyak dijumpai di perkotaan, terutama saat ini. Bentuk mereka hampir sama dengan tikus rumah, hanya ukurannya saja yang lebih besar. Karena hidupnya cenderung bebas, tidak berkelompok dan hidup di mana saja, ia memilki warna yang bermacam-macam.

Karena jumlahnya yang banyak, maka tikus inilah yang sering dijadikan hewan percobaan. Bahkan, tidak jarang dipelihara oleh manusia, dengan mencoba melahirkan tikus-tikus jenis baru dengan perkawinan silang.

Tikus ini memakan segala jenis makanan. Baik di rumah maupun di luar. Ia pandai sekali berenang, sehingga mempunyai daya tahan yang tinggi untuk berada di got atau saluran-saluran air.

  • Tikus Rumah

Tikus rumah memiliki nama Latin Rattus rattus termasuk ke dalam hewan pengerat. Tikus jenis ini memiliki ekor yang panjang hingga mencapai 20 cm. Kebanyakan berwarna hitam atau warna cokelat terang. Mereka hidup di rumah, terutama rumah yang bersuhu udara hangat. Saingannya adalah tikus got.

Tikus rumah adalah jenis tikus yang tidak bisa berenang seperti tikus got. Namun uniknya tikus rumah pandai memanjat, lebih gesit dibanding tikus got, bahkan berani untuk melompat dari satu tempat ke tempat lain.

Tikus jenis ini memakan segala, namun Ia lebih menyukai untuk memakan jenis bulir. Perkembangbiakannya beranak kapan saja ia mau. Maksimal menghasilkan 10 anak tikus dalam 1 kali kelahiran. Umurnya bisa sampai 3 tahun dengan kehidupan berkelompok.

  • Tikus Sawah

Tikus jenis ini memiliki nama latin Rattus argentiventer. Bentuknya lebih kecil dibandingkan dengan tikus got. Tikus ini memiliki warna perut kelabu dengan warna tepi yang putih, sedangkan ekornya sendiri berwarna cokelat.

Makanan favoritnya adalah bulir padi, jagung atau rumput, sehingga memilih persawahan, ladang atau padang rumput sebagai tempat hidupnya. Kebiasaannya adalah membuat lubang-lubang di dalam tanah yang tersembunyi.

Tikus jenis ini sangatlah cerdas. Ia mampu mempelajari tingkah laku manusia terhadap diri dan keberadaannya. Oleh karena itu, mereka sering dijadikan tikus percobaan untuk penelitian terhadap perilaku hewan. Bahkan ada pula yang menjadikan tikus-tikus ini sebagai bahan makanan.

  • Tikus Pohon

Tikus pohon atau nama latinnya Rattus tiomanicus. Sesuai namanya tikus pohon, habitat aslinya di hutan, dan pepohonan. Sebaran tikus jenis ini di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Tikus pohon merupakan hewan nocturnal yang aktifnya di malam hari. Mereka keluar mencari makan di malam hari. Makanannya adalah serangga, pucuk daun, buah-buahan dan telur burung.

Bahkan didaerah Sulawesi, tikus pohon bisa dijadikan santapan bagi masyarakat setempat. Di pasar Tomohon, Sulawesi Utara, tikus pohon diperdagangkan.

Tikus termasuk hewan hama

Tikus merupakan binatang rakus,mereka menjadi hewan pengganggu bagi petani. Kawanan tikus bisa melahap satu petak sawah dalam hitungan hari. Tikus bisa memangsa tunas padi yang baru tumbuh dan bulir padi yang akan panen. Oleh karena itu kawanan tikus menempati urutan pertama hama yang paling berbahaya.

Cara membasmi hama tikus, harus dilakukan serentak, dengan digropyok atau menggunakan racun tikus. Namun terkadang membasmi dengan racun tikus tak efektif. Rupanya tikus bisa membedakan antara makanan dan racun.

Tikus penyebar penyakit berbahaya

Hewan pengerat ini terkenal sebagai hewan penyebar penyakit. Hanya karena tikus benua Eropa kehilangan penduduknya hampir sepertiga dari total jumlah penduduk Eropa. Virus pes yang ditularkan dari tikus menulari manusia, sehingga menyebabkan kematian. Dahulu belum ditemukan vaksin pencegah penyakit pes. Malapetaka yang terjadi diabad pertengahan dikenal sebagai black death.

Suku Astec di Amerika musnah juga disebabkan oleh wabah pes yang melanda benua merah. Penyakit ini menular secara cepat, dibawah oleh tikus secara tak sengaja ikut dalam pelayaran antar benua.

Wabah pes juga pernah melanda Indonesia, ketika masih era kerajaan nusantara dan sampai masa kolonialisme. Penyakit ini dibawa oleh pelaut yang datang dari India dan Afrika, ketika masa perdagangan rempah.

Leptospirosis penyakit paska banjir

Salah satu penyakit yang disebarkan oleh tikus adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh kuman yang dikeluarkan dari kencing tikus dan bersifat zoonosis. Zoonosis maksudnya penyakit yang ditularkan dari hewan kepada manusia.

Sedangkan jenis tikus yang membawa bakter leptospirosis adalah tikus wirog, jenis tikus besar yang hidupnya di got dan tempat sampah. Biasanya penyakit timbul ketika musim hujan atau banjir. Jika lingkungan rumah kotor, kesampatan tertular penyakit ini besar. Air yang terkontaminasi bakteri leptospirosis masuk melalui anggota badan yang terluka atau pengidapnya minum air yang tak bersih.

Masa inkubasi kuman lepto, sekitar tiga hari, kemudian ditandai dengan gejala demam tinggi. Orang yang terkena leptospirosis kalau tak segara diobati, bisa menyebabkan kerusakan organ dan bahkan kematian.

Pencegahan agar kita tak terkena atau terpapar bakteri leptospirosis adalah ketika hujan selalu menggunakan alas kaki. Luka yang terbuka sebaiknya ditutupi dengan menggunakan plester. Membersihkan tempat-tempat kotor agar tikus tak bersarang. Jika demam tak turun sebaiknya periksa ke dokter untuk diobati.

Demikianlah sekilas tentang tikus yang terkadang ada manfaatnya bagi manusia. Namun tikus juga ternyata membawa petaka bagi manusia.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kiat Sukses Usaha Warnet di Sekolah
  • Penelitian Dasar
  • Siapa yang Mau Belajar Bahasa Indonesia?
  • Alat Laboratorium Sekolah
  • Mengenal Reaksi Kimia
  • Mengenal Alat Ukur Laboratorium Kimia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA