Tips
Tahukah Anda tips-tips mendidik anak? Tips mendidik anak memang sangat penting diketahui oleh kita semua, terutama bari mereka yang baru memiliki anak. Memiliki anak adalah dambaan setiap orang yang sudah menikah. Ketika telah dikarunia seorang anak, tentu kita harus menjaga dan mendidiknya dengan baik.
Pada dasarnya, pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara orangtua, keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Oleh karena itu, para orangtua tidak boleh beranggapan bahwa pendidikan anak itu tanggung jawab sekolah. Justru, orangtua-lah yang paling bertanggung jawab sebab di sinilah proses pendidikan dimulai. Orangtua berperan besar sebagai pendidik untuk anak-anaknya.
Selain itu, lingkungan keluarga pun dianggap lingkungan utama dalam pendidikan anak sebab di lingkungan inilah anak menghabiskan waktunya. Pendidikan yang terbanyak diterima anak adalah dalam lingkungan keluarga.
Fungsi Keluarga dalam Mendidik Anak
Keluarga sebagai sebuah lembaga pendidikan utama bagi anak mempunyai beberapa fungsi, yakni berfungsi dalam hal perkembangan kepribadian si anak dan berfungsi mendidik anak di rumah. Fungsi lainnya yaitu fungsi keluarga atau orang tua dalam mendukung pendidikan anak di sekolah.
Berikut ini fungsi keluarga dalam membentuk kepribadian serta dalam mendidik anak di rumah.
- Lingkungan keluarga dapat dijadikan pengalaman pertama pada masa kanak-kanak.
- Keluarga mampu menjamin kehidupan emosional si buah hati.
- Memberikan dasar pendidikan moral anak.
- Menanamkan dasar pendidikan sosial.
- Mengajarkan dasar-dasar pendidikan agama.
- Keluarga bertanggung jawab memotivasi serta mendorong keberhasilan si buah hati.
- Keluarga berfungsi memberi kesempatan belajar bagi anak. Caranya adalah dengan mengenalkan beragam ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi keidupannya di masa depan sehingga si anak akan menjadi manusia mandiri.
- Keluarga bertanggung jawab menjaga kesehatan anak sehingga si anak akan merasa nyaman menjalani proses belajar.
- Keluarga berperan besar menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat untuk anak dengan cara memberi pendidikan agama.
Sementara itu, fungsi keluarga atau orangtua dalam rangka mendukung pendidikan anak di sekolah adalah sebagai berikut.
- Orangtua bekerja sama dengan pihak sekolah.
- Sikap anak terhadap sekolah dipengaruhi sekali oleh sikap orangtua terhadap sekolah. Oleh sebab itu, kepercayaan para orangtua terhadap sekolah dalam mendidik anaknya sangat dibutuhkan.
- Orangtua wajib memerhatikan sekolah anaknya dengan cara memerhatikan pengalaman-pengalamannya serta menghargai semua usahanya.
- Orangtua harus bekerja sama dengan guru untuk mengatasi masalah kesulitan belajar anak.
Agar bisa melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan maksimal, para orangtua harus mempunyai kualitas diri yang cukup sehingga anak-anak akan tumbuh berkembang sesuai dengan yang diharapkan.
Maksudnya, para orangtua wajib mengetahui hakikat dan perannya sebagai orangtua dalam membesarkan anak, memiliki ilmu yang cukup tentang pola pengasuhan, dan mengetahui ilmu tentang perkembangan anak. Dengan memahami hal-hal tersebut, orangtua tidak akan salah menerapkan sebuah bentuk pola pendidikan, khususnya dalam membentuk kepribadian anak.
Pendampingan orangtua di dalam pendidikan anak dapat dilihat dari bagaimana cara orangtua tersebut mendidik anaknya. Cara orangtua mendidik anaknya inilah yang disebut dengan pola asuh. Semua orangtua pasti berupaya mencari dan memakai cara terbaik dalam mendidik si buah hati. Untik mendapatkan pola asuh terbaik dalam mendidik anak, orangtua seharusnya mempersiapkan dirinya dengan berbagai pengetahuan.
9 Tips Mendidik Anak
Membesarkan dan mendidik anak itu gampang-gampang susah. Selama ini, para orangtua mungkin sering mendapat nasihat tentang bagaimana cara mendidik anak dari banyak pihak. Hal ini mungkin saja akan membuat ayah dan ibu bingung. Agar tidak bingung, berikut ini 10 tips yang dapat Anda praktikkan dalam mendidik anak.
1. Komunikasi
Sebagai orangtua, cobalah jadi pendengar yang efektif supaya anak kita tidak menghindar sebab menganggap Anda sebagai seorang “penceramah”. Biasakan anak-anak untuk bersikap terbuka pada orangtuanya seperti layaknya seorang teman. Untuk mewujudkan itu semua, sisakan waktu khusus untuk menghabiskan waktu dengan anak dan lakukanlah secara rutin.
2. Keterlibatan
Orangtua jangan terlalu ikut campur mengatur anaknya sebab si anak pun tetap memerlukan kebebasan. Anak pun harus diberi kesempatan untuk mengemukakan atau mengeluarkan keinginannya bila memang dirinya telah cukup umur untuk melakukannya. Bila telah terbiasa mendidik dan mengarahkan anak sejak dini, para orangtua pasti akan memercayai dengan bijaksana segala tindakannya.
3. Norma dan Aturan
Bila Anda sebagai orangtua sudah percaya pada anak-anak, dengan sendirinya mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan peduli terhadap sesama. Tapi, semua ini bergantung pada bagaimana Anda membuat standar atau nilai kehidupan. Cobalah ajarkan anak bagaimana seharusnya ia berperilaku dan sifat-sifat apa saja yang wajib dimiliki.
4. Sopan Santun
Seorang anak yang tidak pernah diajarkan sopan santun pasti akan berkembang menjadi remaja bermasalah. Oleh karena itu, jangan pernah bosan mengingatkan dan menasihati mereka agar selalu bersikap sopan. Kita sebagai orangtua pun harus memberi contoh yang baik kepada anak.
5. Disiplin
Menerapkan sikap disiplin pada anak bukanlah sebuah hukuman atau siksaan. Oleh karena itu, sebelum anak kita tumbuh tanpa aturan serta menderita dalam hidupnya, terapkanlah sikap disiplin pada mereka sedini mungkin.
Sikap disiplin ini akan membuat anak percaya diri dan menjadi orang dewasa seutuhnya. Selain itu, pastikan pula anak tumbuh di sebuah lingkungan yang aturannya jelas, fair dan konsisten. Dengan cara ini, di masa depan, anak akan menikmati dan juga menghargai semua usaha Anda tersebut.
6. Percaya Intuisi
Kita tidak perlu meniru atau mengikuti aturan keluarga lain dalam mendidik anak. Oleh sebab itu, didiklah anak-anak supaya mengerti peraturan keluarg dan mereka harus bisa mematuhi peraturan tersebut.
Jangan lupa juga untuk mengenal teman-teman dari anak dan orangtuanya sehingga kita akan cepat tanggap bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya pengaruh buruk dari teman anak kita. Sebaliknya, mereka pun akan mengerti bagaimana aturan, norma, dan nilai-nilai yang diberlakukan di keluarga kita.
7. Memberi Pujian
Setiap anak itu pada dasarnya memerlukan sebuah dukungan. Anak-anak akan senang sekali dan bangga bila oarngtuanya mengetahui sekaligus menghargai kegiatannya. Tapi ingat, jangan terlalu berlebihan memuji anak sebab justru berpeluang menghancurkan anak. Hal ini ibarat air. Bila sedikit menjadi teman, tetapi akan menjadi musuh setelah menjadi banyak.
8. Mengatasi Pertengkaran
Perkelahian atau pertengkaran merupakan hal yang wajar dilakukan kakak dan adik dalam sebuah keluarga. Namun, pertengkaran ini bukan berarti boleh dibiarkan terjadi. Jika terjadi pertengkaran, lerai secepatnya.
Didiklah si buah hati agar terbiasa mengeluarkan perasaannya dengan kata-kata dan kalimat sopan. Orangtua tidak usah mencari tahu siap yang memulai pertengkaran sebab mereka pasti akan saling menyalahkan satu sama lain.
Bila orangtua tidak ikut campur, biasanya mereka akan mampu menyelesaikan masalah tersebut sendiri. Sebaiknya, nasihatilah dan bantu mereka mengembangkan kemampuan untuk mampu hidup berdampingan, bersama-sama, bertenggang rasa, dan saling berbagi.
9. Kekuasaan
Sebagai orangtua, tugas kita adalah menjadi pemegang kekuasaan paling tinggi atau wasit bila muncul ketidaksepakatan di antara anak-anak. Berilah kesempatan kepada anak untuk menyumbang kritikan dan ide. Bila kesepakatan tak juga dihasilkan, ayah atau ibu harus mengambil sebuah keputusan. Jika anak sudah mengerti hal ini sejak usia dini, mereka nantinya akan selalu menerima dan menghargai proses tersebut.
Nah, itulah tips-tips sukses mendidik anak. Semoga bermanfaat dan selamat menncoba!

