logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa

Tips Belajar yang Benar Untuk Pelajar


Ilustrasi tips belajar yang benar
Bagi sebagian besar pelajar, belajar merupakan tugas yang berat. Tips belajar yang benar sangat diperlukan agar mereka mampu menguasai materi pelajaran yang diberikan. Pelajaran di sekolah seringkali sudah memasuki bab baru padahal bab sebelumnya belum sempat dikuasai. Padatnya materi yang harus dikuasai juga menjadi satu kendala terbengkalainya beberapa materi sehingga terkadang anak didik harus mengulangi beberapa tes atau mereka menyebutnya remedi.

Beratnya Tugas Seorang Pelajar

Tahun 2013, pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar akan dihapuskan. Pemerintah mengambil keputusan ini dengan melihat bahwa pelajaran yang ada di sekolah dasar itu sudah terlalu berat. Anak-anak terlalu terbebani dengan segala hal yang berbau pelajaran di sekolah. Padahal dalam kenyataannya, banyak anak sekolah dasar yang malah belum paham bahasa Inggris dan tetap tidak mampu memahaminya hingga ia memasuki sekolah lanjutan pertama atau SMP. Ada tips belajar yang benar tersendiri khususnya untuk pelajaran satu ini.

Hal yang cukup mengagetkan ini mengundang banyak pro dan kontra di tengah masyarakat. Ada yang setuju tetapi banyak juga yang kurang setuju. Bagi yang kurang setuju, mereka mengkhawatirkan kualitas anak-anak nantinya. Ketika dunia sudah semakin maju dan bahasa Inggris menjadi bahasa internasional, anak-anak Indonesia malah tidak diberi pelajaran ini sedini mungkin. Padahal di lapangan sering ditemukan guru-guru yang mengajarkan bahasa Inggris malah tidak bisa berbahasa Inggris dengan benar.

Ada baiknya memang mengambil jalan tengah. Bagi sekolah yang mampu menyelenggarakan pelajaran bahasa Inggris karena mempunyai guru-guru bahasa Inggris yang baik, maka mereka masih diperbolehkan menempatkan bahasa Inggris sebagai salah satu pelajaran di sekolah. Sebaliknya, bagi sekolah yang tidak mempunyai guru bahasa Inggris yang memadai, mereka tidak diwajibkan menyelenggarakan pelajaran bahasa Inggris.

Selain pelajaran bahasa Inggris, pemerintah juga akan menghapuskan pelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar. Hal ini juga mengundang pro dan kontra. Pelajaran IPA dan IPS dianggap mata pelajaran yang sangat penting bagi anak-anak. Mereka seharusnya memang mempelajari kedua pelajaran ini sejak dini. Itu pendapat yang kontra dengan keputusan ini. Bagi yang pro dengan keputusan ini, mereka mengatakan bahwa anak-anak sekolah dasar, masih terlalu muda untuk memahami konsep yang sulit daari pelajaran IPA dan IPS.

Beratnya tugas pelajar ini membuat pendidikan di negeri ini selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan. Bagaimanapun, negeri ini tidak akan menjadi negeri yang lebih baik kalau soal pendidikan tidak menjadi satu hal yang diperhatikan dengan saksama. Tidak mudah menerapkan satu kurikulum yang efektif ditengah begitu banyak persoalan pendidikan. Sebenarnya mau dibawa ke mana arah pendidikan ini. Ada yang mengatakan bahwa pendidikan dasar seharusnya lebih menekankan pada pendidikan budi pekerti dan agama.

Setelah anak-anak memahami budi pekerti dan agama, baru mereka belajar yang lain. Teknik belajar yang diterapkan seharusnya memberikan peluang bagi anak mempelajari semuanya secara bersama-sama. Ketika mereka belajar IPA dan IPS mereka sesungguhnya belajar ilmu Tuhan. Saat mengetahui tentang ilmu Tuhan itulah, hati mereka dilembutkan dengan memberikan hal-hal yang berkaitan dengan budi pekerti. Dengan demikian, anak-anak akan belajar dengan teknik yang belajar.

Kalau mereka belajar hanya untuk mendapatkan nilai, mereka hanya diminta untuk mengerjakan soal saja. Otaknya akan penuh dengan hapalan tanpa makna. Nilai besar tetapi konsep tidak bisa masuk sama sekali. Yang mereka tahu adalah bahwa 2-1 = 1. Padahal 4-3=1 juga. Banyak jawaban yang sama tetapi situasoinya berbeda. Hal ini terkadang tidak dipelajari dengan benar.

Orangtua Yang Utama

Siapa yang paling bertanggung jawab dengan pendidikan anak? Orangtualah jawabannya. Orangtualah yang seharusnya memberikan contoh bagaimana belajar yang benar. Bila mempelajari sesuatu malah tidak lebih mendekatkan kepada Tuhan, itu artinya ilmu yang dipelajari bukan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang mendatangkan keberkahan itu adalah ilmu yang akan menjadikan hati semakin merendah dihadapan Sang Pencipta. Setiap ilmu itu selalu berkaitan dengan keberadaan manusia sebagai hamba.

Bila anak telah terdidik mempelajari sesuatu dengan ikhlas untuk mendapatkan pengetahuan yang mengarahkan hatinya lebih dekat kepada Tuhannya, maka ia akan mempelajari ilmu itu dengan sungguh-sungguh. Pengetahuan tentang hal ini hendaknya merupakan refleksi dari kehausan orangtua dalam menuntut ilmu. Tidak harus mendapatkan gelar dari universitas tertentu. Bukankah orang yang lulus dari perguruan tinggi itu belum tentu orang yang terdidik?

Orang yang berilmu akan semakin merendahkan hatinya. Ilmunya akan dibagikan kepada orang lain. Ia akan menjadi orang yang bermanfaat. Ilmunya mendatangkan keberkahan. Tanpa keberkahan dari satu ilmu, maka ilmu itu mungkin dipelajari hanya untuk mendapatkan keuntungan di dunia saja. Betapa meruginya mempelajari sesuatu tanpa mendapatkan faedah dan amal akhirat dari semua kerja keras tersebut.

Guru – Orangtua di Sekolah

Tugas guru memang berat. Guru merupakan orangtua di sekolah. Mereka diharapkan memberikan pengetahuan bagaimana cara belajar yang sebenarnya. Tanpa pengetahuan dan metode yang tepat dalam mengajar, tentu saja mereka mereka tidak bisa menjadi contoh yang tepat bagi para siswanya. Tanggung jawab guru ini sangat berat. Mereka dituntut oleh banyak pihak. Kalau mereka tidak sadar bahwa mengajar itu adalah tugas yang mulia, beratnya beban mengajar itu akan membuat mereka stres.

Beratnya beban tanggung jawab itu tidak mengurungkan tiap guru dari masing-masing mata pelajaran berlomba memberikan tugas pekerjaan rumah, baik itu tugas pribadi maupun berkelompok. Hal ini berdampak pada anak didik. Belum lagi jika ditambah les dan kursus ini-itu yang juga ada tugasnya. Hingga akhirnya tak ada lagi waktu bagi anak-anak  untuk melakukan hobi atau bermain.


Sebagai pelajar yang cerdas, mereka tidak hanya harus pintar dan mendapat nilai yang tinggi, tapi juga harus cermat mengelola waktu 24 jam yang mereka miliki. Bahkan siswa yang paling berprestasi pun hanya mempunyai waktu 24 jam dalam satu harinya. Artinya,  semua anak itu sama dalam banayk hal. Yang membedakan mereka adalah tekniknya belajar.

Tips Belajar yang Benar

Ada beberapa tips belajar yang benar agar setiap pelajar tidak merasa bahwa belajar adalah tugas berat, pertama, membuat target belajar berikut jadwal tahunan dan bulanan. Khusus buat  yang akan menghadapi ujian, buatlah jadwal belajar tahunan dan bulanan. Misalnya di kelas VIII (SMP) mereka mengulang pelajaran kelas VII, dan di kelas IX mengulang pelajaran kelas VIII dan VII, kemudian mempelajari soal-soal ujian.

Manfaatkan liburan. Di akhir semester atau tahun ajaran, sekolah akan meliburkan siswanya selama jangka waktu yang cukup panjang. Nah, manfaatkanlah masa liburan ini untuk belajar. Buatlah target belajar untuk pelajaran-pelajaran semester berikutnya. Mereka bisa membeli buku pelajaran semester depan atau meminjamnya dari saudara atau kenalan yang lebih senior.

Buatlah target tiap buku yang akan  dihabiskan dalam waktu berapa hari. Semua buku itu hendaknya selesai dibaca dalam masa liburan. Bagilah target sehingga  mempunyai target harian, misalnya sehari berapa lembar. Buat juga jadwal harian. Buat juga jadwal kegiatan sehari-hari untuk kamu jalani setiap hari setelah masuk sekolah. Tulislah jam berapa saja  di luar rumah, dan jam berapa saja yang bisa dimanfaatkan untuk belajar.

Setelah menuliskan jadwal, siswa akan kaget melihat betapa banyaknya waktu yang tersedia untuk belajar. Jangan lupa sediakan juga waktu untuk hobi dan bermain secukupnya. Bangun pagi, tidur jangan terlalu malam. Jadwalkan waktu belajar di pagi hari, sebelum bersiap berangkat sekolah. Agar tidak terlambat, biasakan bangun subuh. Agar bisa bangun subuh, tidurlah paling lambat jam 10 malam. Udara subuh yang segar dengan kondisi tubuh yang bugar sangat kondusif untuk memudahkan pelajaran masuk ke dalam otak.

Sedangkan siang dan sore hari bisa  dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas. Malam harinya bisa untuk belajar yang belum di kuasai benar atau pelajaran keesokan harinya.  Pelajari lebih dulu sebelum guru menjelaskan. Tips belajar yang benar yang ini menuntut siswa untuk belajar tentang materi pelajaran yang akan diberikan besok di sekolah. Ya, pelajarilah suatu subjek sebelum gurumu memasuki bab tersebut. Sehingga jika ada yang masih belum kamu mengerti, kamu bisa bertanya di dalam kelas.


Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Landak Jawa, Hewan Lucu Berduri Tajam
  • Aneka Macam Fungsi Hutan
  • Membaca Cerpen, Membaca Kehidupan
  • Kandungan Tanah: Meneliti Peran Penting Bahan Organik Tanah
  • Jurnal Prestasi Belajar Siswa
  • Tips Pintar Matematika Untuk Anak Balita
  • Mengenal Tanah Humus
  • Berkenalan dengan Gunung Strato
  • Mengenal Jenis Tanah di Indonesia
  • Beberapa Teori Pendidikan dan Teori Pendidikan Islam
  • Dapatkanlah Beasiswa Unggulan Diknas!
  • Pencemaran Hutan Salah Manusia!
  • Semangat Belajar Kendor ? Simak Tips Semangat Belajar!
  • Kuda Poni Sumba - Si Kecil yang Tangguh dan Lincah
  • Meski Liar, Binatang Musang Bisa Dijinakkan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA