logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pekerjaan & Karir    Karier    Memajukkan Karier

Tips Bergaul yang Baik di Tempat Kerja


Ilustrasi tips bergaul yang baik

Sebagai pekerja yang baik, dan berdedikasi tinggi, sebaiknya patuhi tips bergaul dengan yang baik. Apalagi bagi Anda yang fresh graduate baru diterima kerja di suatu perusahaan multi nasional maupun perusahaan BUMN besar harus mengerti etika kerja.

Tempat kerja adalah salah satu tempat bersosialisasi. Dari 7 hari dalam 1 minggu, paling tidak 5 hari Anda habiskan di tempat kerja. Dan dari 24 jam dalam 1 hari, minimal Anda berada di tempat kerja selama 8 jam.
Jadi Anda harus memperhatikan bagaimana bergaul yang baik di tempat kerja. Untuk itu, berikut ini ada beberapatips bergaul yang baik untuk disimak:

Komunikasi dengan atasan

Dalam organisasi kantor, atasan adalah orang yang memiliki tanggung jawab mengawasi kinerja bawahan, pengambil keputusan, dan penanggung jawab segala aplikasi / sistem yang dikerjakan.
Yang dimaksud kelompok atasan adalah supervisor, manajer, direktur, jajaran direksi. Atasan merupakan orang-orang yang terpilih, senior dan berpengaruh terhadap kebijakan perusahaan.

Dalam pergaulan dengan koridor adat Indonesia / ketimuran, atasan Anda adalah orang yang paling dihormati di perusahaan Anda. Maka dari itu sebagai bawahan ketika berkomunikasi harus sopan dengan bahasa yang tertata. Tak hanya ketika di kantor saja, di luar kantor pun Anda harus tetap sopan santun dalam berkomunikasi.

Ajang interaksi secara profesional terpenting adalah orang pertama yang hubungan dan komunikasinya harus Anda jaga dengan baik adalah atasan Anda. Karena jika Anda melakukan kesalahan, atasanlah yang bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang belum dimengerti, atasanlah tempat bertanya. Dan atasan juga yang memberi Anda penilaian positif yang nantinya akan dikonversi ke dalam gaji.

Jadi bersikaplah terbuka dengan atasan sejak awal. Jika Anda menemui kesulitan atau masalah dalam pekerjaan, selesaikanlah sendiri sebisa mungkin. Setelah mentok, barulah Anda mencari atasan.
Jika menemui problem pada pekerjaan, Jangan sebentar-sebentar menghubungi atasan Anda, hal itu tak baik, tandanya Anda kurang mandiri. Langkah yang baik, coba Anda analisa permasalahan, tanya dulu pada partner kerja lain yang lebih senior, kemudian cari solusinya.

Sering-seringlah berdiskusi dengannya mengenai pekerjaan, dan sesekali mengenai topik di luar pekerjaan, misalnya tentang hobi, pengalaman, atau keluarga.

Bawahan

Secara struktural, bawahan sudah tahu Andalah atasannya. Jadi Anda tidak perlu menunjukkan sikap otoriter dan sok kuasa. Bawahan merupakan orang yang mengerjakan aplikasi-aplikasi yang telah disusun oleh pemangku kekuasaan.

Ketika ada problem di level bawahan, sebaiknya dekati mereka secara pribadi agar mereka dengan senang hati mengikuti arahan bukan perintah Anda.

Jika mereka berbuat kesalahan, bicarakanlah secara baik-baik secara 4 mata. Hindari menegur apalagi memarahi secara keras kepada bawahan di depan orang lain. Ini bisa menjadi bumerang bagi Anda. Apalagi jika ia lebih tua atau lebih senior dari Anda. Maka dari itu Anda perlu lebih menjaga perasaannya.

Dalam berbicara pun tak perlu mengungkit privasi dia terlalu dalam, atau kesalahan-kesalahan yang pernah dia lakukan di masa lalu.

Lawan Jenis

Tips bergaul yang baik berikutnya adalah berhati-hati bergaul dengan rekan kerja lawan jenis. Tunjukkan sikap profesional yang baik tanpa membuat kesan sombong. Pembicaraan pribadi bisa menjadi topik, asalkan Anda tahu batas-batasnya.

Hindari pergaulan dengan lawan jenis yang terlalu intensif, apalagi jika tidak ada hubungan dengan pekerjaan Anda. Anda juga harus lebih berhati-hati jika ia atau Anda sudah memiliki pasangan, karena orang lain bisa saja menebar fitnah.

Namun jika lawan jenis dan Anda sama-sama masih lajang, sebaiknya jangan berbicara soal pribadi ketika masih jam kantor. Kecuali saat jam istiriahat dan lokasinya di luar kantor. Demikian juga ketika Anda memiliki hubungan asmara dengan teman satu kantor. Anda tetap harus professional, jangan pacaran selagi kerja. 

Jangan menyinggung perasaan, atau membicarakan topik yang melecehkan partner kerja Anda. Sebaiknya dalam berbicara saling menghormati. Ketika kerja pun saling membantu satu sama lain. Bukankah kerja di perusahaan itu ibarat, permainan sepak bola, semua lini harus saling terkoneksi dan menutupi sebuah kelemahan. Jangan sampai gawang Anda kebobolan.

Pelanggan / konsumen

Posisi pelanggan atau konsumen dalam perusahaan itu ibarat raja. Maka dari itu marketing dan customer service wajib yang sabagai ujung tombak perusahaan wajib mematuhi etika berkomunikasi dengan pelanggan. Dalam bergaul atau mendekati pelanggan untuk mengenalkan produk perusahaan harus hati-hati, menggunakan bahasa persuasi yang mudah dicerna. Jangan memaksa dan menyudutkan pelanggan pelanggan untuk membeli produk perusahaan. Atau bahkan menjelek-jelekan produk pesaing.

Public Enemy

Di suatu tempat kerja kadang ada saja seseorang yang dimusuhi banyak orang, misalnya karena ia terlalu tegas, terlalu patuh, dan lain-lain. Anda tidak perlu ikut-ikutan memusuhi, supervisor atau manager Anda. Tetaplah bergaul dengannya sepantasnya.

Jika ada kebaikan darinya, dengarkanlah, tapi yang tidak baik, tak perlu Anda masukkan ke dalam hati. Anda tak perlu menambah panjang daftar musuhnya dan Andapun tentunya tidak ingin mempunyai musuh.

Tetaplah berpikir positif, jika atasan atau manajer kerap menegur Anda masalah pekerjaan. Mungkin kerjaan Anda kurang benar, tidak lengkap dan tak teliti. Toh sebuah pekerjaan yang tak sempurna bisa diperbaiki dan dipelajari lagi di mana letak kesalahaannya.

Setiap ada masalah harus ada hikmah dan pelajaran yang diambilnya. Bukannya malah ikut menjadi oposan di perusahaan atau malah menjaga jarak pergaulan dengan partner kerja Anda.

Tips menangani masalah dan konflik

Konflik dan masalah di lingkungan kerja adalah hal yang lumrah. Karena lingkungan perusahaan terdiri dari berbagai orang, yang memiliki sifat dan karakter berbeda-beda. Ketika meeting maupun diskusi, semua orang mengeluarkan ego masing-masing. Terkadang di sana kerap disertai emosi, ketika mereka saling debat mengeluarkan argument. Maka konflik antar pegawai pun tak terelakan.

Demikian juga saat kerja pun kerap terjadi konflik. Hal ini terjadi karena mungkin saluran-saluran komunikasi ada yang tersumbat. Perbedaan persepsi antara job diskripsi dan aplikasi kerja. Agar konfilk tak berlarut – larut.
Berikut ini tips ringkas bagaimana meredam konflik :

  • Tahan emosi

Jangan terlalu banyak menggunakan emosi ketika berdiskusi. Emosi yang meluap-luap dampaknya tak baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Terlalu emosi atau termparamental juga akibatnya ditakuti dan dijauhi partner kerja Anda. Selain itu emosi yang berlebihan bisa memicu penyakit darah tinggi. Maka dari itu Anda harus menjaga emosi, sejukan hati dengan doa dan bersabar. Toh juga jika terbentur masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

  • Berpikir positif

Berpikirlah positif untuk semua masalah dan peristiwa, termasuk konfilk. Ketika Anda berseberangan pendapat dengan partner kerja atau atasan Anda, jangan terus Anda menjaga jarak dan membenci dia. Tetaplah introspksi, mungkin pendapat dia lebih baik dari Anda, dan belum tentu pendapat Anda itu buruk, mungkin belum sempurna saja.

Berpikir positif pasti juga mendapatkan hal-hal yang positif pula. Berbeda dengan selalu negatif thinking mengakibatkan Anda terkucil dari pergaulan, karena secara tak sengaja maupun disengaja, obrolannya tak jauh dari topic negatif.

Memang merubah mindset menjadi seorang positif thinker perlu proses dan tak bisa dilakukan sesaat. Namun percayalah hasilnya akan baik bagi Anda dan lingkungan.

  • Sabar dan mau menerima 

Konflik harus diselesaikan dengan sabar, menguraikan permasalahan perlu kepala dingin. Demikian juga ketika pendapat / ide yang diajukan ditolak oleh atasan atau partner kerja, penolakan ini harus diterima Anda dengan lapang dada. Lantas jangan berkecil hati, toh setidaknya Anda sudah berkontribusi mencari solusi untuk perusahaan. Dengan kata lain sudah berbuat terbaik untuk perusahaan.

  • Jadilah penengah / mediator

Ketika konflik terjadi, sebaiknya Anda jangan terus masuk dalam dua kubu yang beseteru. Melainkan jadilah wasit, penengah konflik diperusahaan, posisikan Anda pada tempat yang netral. Kondisi itu sebenarnya akan menguji dedikasi Anda di perusahaan. Di situ tercermin kedewasaan dan kematangan Anda dalam berpikir. Mediator ulung mampu membantu menyelesaikan konflik antar pegawai atau pihak manajemen dan buruh.

Syarat menjadi mediator, di perusahaan, antara lain, dibutuhkan cara berpikir yang analisis, mempu mengurai akar permasalahan, sumber konflik. Mampu menganalisa sejauh mana jika permasalahan itu berkembang dan dampak sampingnya. Bisa menawarkan solusi kepada pihak yang bertikai, tanpa merugikan semuanya.

Demikianlah sekilas tentang tips bergaul yang baik di perusahaan. Semoga bermanfaat.

 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • CDC UGM, Portal Karir Alumnus UGM
  • Pengaruh Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja
  • Mengenal Binus untuk Mencari Pekerjaan yang Diinginkan di Binus Karir
  • Lengkapkah Persyaratan Melamar Kerja Anda?
  • Ramalan Karier, Nasib, dan Peluang
  • Kerja Paruh Waktu ? Why Not
  • Tips Wawancara Kerja Untuk Performansi Terbaik Anda
  • Apa dan Bagaimana Penilaian Prestasi Kerja?
  • Pengaruh Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan
  • Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Karir Terencana Kesuksesan di Depan Mata
  • Tip Sukses Wawancara Kerja
  • Pendidikan Tepat Membuka Peluang Karir yang Luas
  • Masa Depan Cemerlang Semenjak Dini
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA