Tips Keluarga
Pada umumnya, semua keluarga tentu menginginkan keluarganya tetap harmonis, bahagia, rukun, dan sejahtera selamanya. Namun, hal tersebut merupakan keinginan yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Menjadi keluarga yang harmonis dibutuhkan sebuah resep dan motivasi agar keharmonisan dalam keluarga dapat tercipta.
Keluarga harmonis merupakan kelurga yang penuh cinta, kasih sayang, dan saling pengertian. Hal ini kemudian berpengaruh kepada kondisi keluarga. Keluarga tersebut menjadi sebuah keluarga yang mampu menghindari prahara keluarga akibat dari masalah yang mendera keluarga tersebut. Tidak hanya menjadi dambaan bagi setiap keluarga di dunia, keluarga harmonis juga merupakan suatu hal yang paling diinginkan oleh setiap orang di dunia.
Membangun rumah tangga atau keluarga yang harmonis, rukun, dan bahagia memerlukan kesadaran yang tinggi dari beberapa anggota keluarga. Kesadaran ini juga harus disertai dengan tanggungjawab yang dari setiap anggota keluarga, sesuai tuntunan agama dan hukum negara yang berlaku.
Berikut adalah beberapa tips dasar yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah keluarga yang harmonis:
Suami Wajib Memberi Nafkah kepada Istri
Seperti yang sudah banyak diketahui, kewajiban suami dalam keluarga adalah menafkahi, baik itu menafkahi istri dan anak-anaknya. Memberikan nafkah untuk keluarga merupakan hal yang harus dilakukan oleh seorang suami.
Suami memiliki kewajiban memberikan nafkah kepada isteri dari usaha yang halal dan tidak memasukkan ke dalamnya segala unsur yang bisa berdampak buruk kepada istri dan anggota keluarga lainnya. Dalam ajaran agama terutama agama Islam, memberi nafkah kepada keluarga memiliki kedudukan sama dengan memberikan sedekah. Sedangkan bersedekah kepada anak dan istri pahalanya lebih besar dibanding dengan sedekah kepada oranglain.
Kebutuhan nafkah bukan hanya bersifat harta benda, melainkan juga kebutuhan batin seperti kasih sayang dan perhatian. Nafkah batin yang penting bagi keharmonisan rumah tangga atau keluarga adalah kebutuhan biologis suami istri. Walau pun kebutuhan biologis bukan segalanya, namun banyak rumah tangga atau keluarga yang mengalami kehancuran karena ketidaksempurnaan suami atau istri dalam memberikan nafkah batiniahnya.
Tidak hanya sebagai langkah dalam memiliki keturunan, kebutuhan biologis manusia ini juga bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama pasangan hidup, yang dalam hal ini adalah suami dan istri. Pemenuhan biologis ini pada umumnya adalah kegiatan penyerahan secara total, saling menyerahkan diri kepada suami atau istri sehingga hubungan terpupuk lebih dalam lagi.
Prinsip hubungan suami istri yang baik ini adalah adanya keterbukaan dan kejujuran kebutuhan masing-masing. Hubungan suami istri akan memberikan dampak positif yang baik untuk suami dan istri bila dilakukan dengan cara menyenangkan dan baik tentu.
Istri Mematuhi Perintah Suami
Suami merupakan kepala keluarga sekaligus pemimpin dalam setiap keputusan keluarga. Seorang wanita ketika sudah menikah dengan sendirinya akan berubah status menjadi seorang istri. Dengan begitu, seorang istri telah terikat oleh aturan hukum pernikahan. Seorang istri tidak bisa bertindak semaunya tanpa seizin dan ridha suami. Begitu pula dengan tingkah lakunya, tidak sebebas ketika masih lajang.
Seorang istri hendaknya selalu berada di rumah jika suami telah mampu memenuhi kebutuhan nafkahnya. Lebih-lebih, bila suami sedang tidak berada di rumah, seorang istri wajib melindungi rahasia suami dan menjaga nama baik keluarga. Seorang istri sebaiknya menghindari terlalu lama bercakap-cakap dengan tetangga. Hal ini dimaksudkan agar istri dapat menjaga nama baik dan tidak mengeluarkan kata-kata yang salah dalam percakapanya tersebut.
Banyak tugas dan peranan seorang istri dalam rumah tangga, tidak hanya sebagai seorang ibu atau istri, namun harus menjadi seorang pelayan yang baik bagi suami dan keluarganya, seorang pelindung dan penenang dalam keluarga, bahkan seorang istri juga harus mampu merangkap sebagai tenaga keuangan, perawat, guru, dan motivator bagi keluarganya.
Meski pun peran isteri sangat besar dalam keluarga, setiap tingkah laku dan perbuatan seorang istri harus tetap mendapat persetujuan dari suami. Hal ini menjelaskan bahwa kedudukan seorang suami dalam keluarga memegang peranan yang sangat tinggi, sehingga apa pun yang terjadi dalam keluarganya termasuk perilaku anak atau istri, harus diketahui oleh suami.
Suami Istri Berbakti kepada Orangtua
Walau pun telah menikah, pasangan suami istri sudah seharusnya tidak melupakan keberadaan kedua orangtua mereka. Berbakti kepada orangtua tidak mengenal status apakah kita masih lajang atau sudah berumah tangga. Doa orangtua merupakan ridha Tuhan di muka bumi ini. Oleh karena itu, bila kita ingin memiliki keluarga harmonis jangan sampai melupakan jasa kedua orangtua kita.
Orangtua senantiasa mendoakan anaknya agar selalau bahagia, sukses dan selamat dunia dan akhirat. Tidak peduli anak sudah menikah mau pun belum, orangtua selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Maka dari itu, kita sebagai anak sudah seharusnya menjaga, melindungi, menyayangi orangtua sebagaimana orangtua menyayangi kita dari kecil hingga beranjak dewasa.
Doa yang disertakan oleh orangtua mengantarkan anak untuk membentuk keluarga yang harmonis. Terbentuknya keluarga harmonis memiliki pengaruh luas terhadap kedamaian dan ketentraman masyarakat tempat Anda dan pasangan tinggal. Oleh karena itu, sebelum mendidik dan menasehati orang lain maka mendidik keluarga harus lebih diutamakan. Pendidikan keluarga tersebut khususnya berhubungan dengan penanaman nilai-nilai perilaku, budi pekerti, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Menjaga Komunikasi dalam Keluarga
Tidak hanya menjaga memenuhi kewajiban dalam keluarga, tips keluarga harmonis juga harus diperkuat dengan adanya komunikasi yang terjalin. Komunikasi merupakan pilar yang kuat dalam perjalanan hubungan suami istri. Hilangnya komunikasi berarti hilang juga salah satu pilar rumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah keluarga akan berjalan secara harmonis jika dalam keluarga tersebut tidak tercipta komunikasi yang baik dari sesama anggota keluarganya.
Banyak kasus terjadi, suami atau istri bersikap acuh tak acuh terhadap keluarganya dikarenakan terlalu sibuk bekerja. Suami istri bekerja, sementara anak sibuk dengan urusannya sendiri, sehingga rumah hanya dijadikan sebagai tempat tidur yang tak beda jauh dengan kos. Bahkan, hal itu bisa memicu tidak adanya saling tegur sapa di antara sesama anggota keluarga.
Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, kondisi keluarga seperti ini bisa saja hancur karena tidak lagi merasakan kenyamanan dalam berkeluarga. Luangkan waktu minimal lima menit setiap harinya untuk saling berkomunikasi, memberikan sedikit perhatian di kala kesibukan. Dengan meluangkan waktu untuk tetap menjaga komunikasi, setidaknya masing-masing anggota keluarga akan merasa saling membutuhkan.
Saling Memuji dan Memperhatikan Sesama Anggota Keluarga
Meskipun hal ini sepele, pujian dan perhatian memiliki pengaruh besar dalam hubungan sebuah keluarga. Ucapan bernada pujian akan semakin memperkuat ikatan dalam sebuah keluarga terutama ikatan suami istri. Tanpa adanya pujian atau perhatian maka hal yang ada mungkin hanya lah sikap saling mencela dan merendahkan.
Ucapan sederhana namun mengandung sebuah pujian atau perhatian kecil akan memberikan dorongan atau semangat yang luar biasa dalam sebuah keluarga. Dengan pujian dan perhatian, setiap anggota keluarga akan merasa dihargai dan dihormati keberadaannya. Memuji dan memperhatikan tidak membutuhkan sejumlah uang untuk mengadakanya. Pujian dan perhatian hanya membutuhkan ketulusan, kasih sayang, dan cinta yang diutarakan oleh anggota keluarga.
Tips-tips keluarga harmonis di atas merupakan sebagian kecil dari banyaknya langkah yang bisa menjadikan keluarga tetap harmonis. Tips keluarga harmonis lainnya bisa dilakukan dengan hal-hal yang kecil, seperti menjaga romantisme dalam berkeluarga, saling percaya diantara anggota keluarga, bersikap objektif, dan menjaga sakralitas dalam berumah tangga. Hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang bisa menjadikan keluarga tetap harmonis sepanjang hidup.
Semoga dengan adanya pembahasan di artikel ini, dapat membantu Anda dalam mrlangkah membangun keluarga yang harmonis, rukun, dan bahagia sepanjang masa.

