Tips Memutihkan Kulit

Penduduk Indonesia termasuk ke dalam ras Mongoloid. Kulit orang Indonesia asli tidak ada yang putih, melainkan sawo matang atau putih kecoklat-coklatan. Namun, tidak semua wanita menyadari hal itu dan cukup percaya diri dengan kulit sawo matangnya. Hal ini membuat mereka yang ingin tampil cantik dan memikat mencoba berbagai jenis kosmetik. Setiap produk baru langsung diburu.
Berbagai produk kecantikan memberi tagline iklan bahwa putih itu, ya cantik. Maraknya iklan-iklan produk kecantikan pemutih kulit membuat kaum wanita berburu untuk membeli produk yang diiklankan, meskipun harganya selangit.
Kulit wajah memang merupakan bagian kulit paling sensitif terhadap rangsangan luar. Untuk memiliki kulit yang bersih, sehat, dan putih, diperlukan perawatan dan perhatian khusus.
Rata-rata wanita tidak merasa berkeberatan mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membuat wajah terlihat kinclong. Setiap minggu bahkan setiap hari, tak lelah mendatangi salon kecantikan untuk melakukan berbagai treatment kulit wajah. Facial, masker, pijit, sampai totok aura pun dilakukan untuk memancarkan kulit yang bercahaya.
Karena setiap orang memiliki jenis kulit berbeda, penggunaan satu merek kosmetik yang cocok bagi sebagian orang belum tentu cocok bagi kulit kita. Ada orang yang memiliki kulit, berminyak, cenderung berminyak, kering, dan ada pula yang berjerawat. Jerawat? Oh, no. Kita tidak akan berbicara mengenai jerawat di sini.
Oleh sebab itu, kenali dulu jenis kulit sebelum memutuskan untuk membeli kosmetik tertentu. Dengan demikian, kita bisa meminimalisasi timbulnya iritasi pada kulit. Jangan sampai karena ingin cantik malah jadi bencana.
Banyak cara dilakukan untuk membuat kulit putih. Mulai perawatan serba mutakhir, seperti yang dilakukan di tempat kecantikan kulit, hingga perawatan kecantikan yang dilakukan secara independen. Bahkan bermodal ‘sok tahu’ tanpa memperhatikan jenis kulit kita.
Selain cara-cara super mutakhir, memutihkan kulit dapat dilakukan dengan cara tradisional. Indonesia memang terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya. Daripada harus mengeluarkan biaya yang mahal dengan hasil yang belum tentu bagus, lebih baik menggunakan cara alamiah yang jelas-jelas aman dari risiko buruk.
Hasil perawatan secara alami memang tidak secepat perawatan modern yang rata-rata melakukan pengelupasan sel-sel kulit mati dengan obat berbahan kimia. Namun, menggunakan bahan pemutih alami dan tradisional tentu akan lebih aman.
Berikut ini adalah beberapa tips memutihkan kulit secara tradisional.
• Bengkoang
Bengkoang merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang banyak mengandung vitamin E. Bengkoang sangat baik untuk memutihkan kulit. Bengkoang diparut kemudian dipakai masker. Tunggu hingga kering sekitar 10-15 menit. Kemudian, bilas dengan air bersih. Selain digunakan sebagai masker, bengkoang bisa dimakan langsung.
• Jeruk Nipis
Jeruk nipis bisa membuat kulit putih. Jeruk nipis dipotong, kemudian dioleskan ke bagian wajah secara merata. Lakukan secara teratur setiap hari selama 2 minggu.
• Kentang
Kentang dikenal sebagai jenis sayuran. Namun, jangan salah. Kentang bisa digunakan untuk memutihkan kulit. Caranya sama seperti bengkoang: diparut kemudian digunakan sebagai masker.
• Tomat
Buah tomat berguna untuk menghilangkan sel-sel kulit mati sehingga akan membuat wajah semakin bercahaya. Potong buah tomat, lalu oleskan airnya secara merata ke bagian wajah. Tunggu hingga kering. Awalnya mungkin akan terasa perih, namun ini menandakan bahwa sari buah tomat sedang bekerja.
• Air Beras
Air beras ternyata bisa digunakan untuk memutihkan kulit. Gunakan air beras pada pencucian kedua. Ambil segelas air beras kemudian endapkan kurang lebih satu malam. Setelah mengendap, buang airnya dan gunakan endapannya sebagai masker. Tunggu hingga kering, kemudian bilas. Air beras juga bisa berkhasiat untuk mengencangkan kulit.
Beberapa tips tradisional tersebut bisa menjadikan alternatif bagi Anda untuk memperoleh hasil kulit yang putih dan bercahaya dengan cara alami, bebas dari efek samping, dan biaya murah. Selamat mencoba!






