Tips Menabung untuk Keuangan Anda

Salah satu bacaan favorit keluarga adalah masalah mengelola keuangan keluarga seperti tips menabung. Menabung adalah salah satu kebiasaan baik yang senantiasa diajarkan orangtua kita sejak kecil. Menabung sangat besar manfaatnya untuk persiapan masa depan kita. Kita tak pernah tahu apa yang akan kita hadapi di kemudian hari.
Tanpa tabungan, bisa kita bayangkan repotnya bila tiba-tiba kita atau keluarga atau kerabat tiba-tiba membutuhkan biaya pengobatan, juga kerusakan atau kehilangan alat komunikasi atau komputer. Semua orang tahu bahwa menabung itu baik, tapi tak semua orang bisa melakukannya dengan baik. Berikut ini ada beberapa tips menabung:
Kendalikan pemasukan dan pengeluaran
Setiap orang tentu punya pos pemasukan dan pengeluaran masing-masing. Buatlah catatan khusus milik anda pribadi berisi apa saja rencana pemasukan dan pengeluaran rutin Anda dalam sebulan, dan setahun. Demikian juga setiap Anda melakukan pengeluaran, catatlah di buku tersebut, pengeluaran aktual anda.
Lakukan review setiap minggu (atau bahkan bisa setiap hari) terhadap pengeluaran Anda, apakah pengeluaran tersebut betul-betul diperlukan atau Anda membeli /membayar sekedar untuk kesenangan. Berilah tanda pengeluaran apa saja yang Anda ‘sesali’. Setelah Anda review, buat rencana pengeluaran untuk bulan selanjutnya.
Menabung di awal, bukan di akhir
Ini berhubungan dengan tips menabung sebelumnya. Saat Anda membuat rencana pengeluaran, buatlah alokasi khusus untuk menabung. Maka di akhir bulan jika masih ada sisa, Anda bisa memperbesar tabungan Anda. Menabung sisa belanja di akhir bulan adalah strategi menabung yang kurang baik. karena dengan demikian Anda tidak terbiasa menetapkan target menabung, sehingga Anda tidak merasa rugi saat Anda berada di akhir bulan tanpa sisa.
Perhitungkan dengan cermat sebelum membeli
Banyak orang menyesal telah membeli sesuatu setelah sampai di rumah. Sebelum pergi ke suatu tempat perbelanjaan, rincilah dengan cermat apa saja yang perlu Anda beli. Lalu periksa kembali catatan tersebut apakah semuanya betul-betul diperlukan atau tidak.
Sesampainya di tempat berbelanja, belilah hanya yang terdapat pada daftar belanja. Jika ada di luar catatan tersebut yang ingin Anda beli di tempat tersebut, pertimbangkan lagi apakah benda itu betul-betul diperlukan, apakah tidak ada barang pengganti yang ada di rumah agar tidak perlu membeli, atau apakah di rumah masih ada persediaan. Jika tidak perlu, tidak usah membeli.
Belilah barang produktif, bukan barang konsumtif
Jika Anda akan membeli sesuatu untuk dijual kembali atau untuk membantu Anda menjadi produktif (menghasilkan uang), maka Anda boleh membelinya. Namun jika Anda membeli sesuatu hanya untuk dihabiskan atau hanya untuk kesenangan, maka pertimbangkanlah kembali.
Misalnya saat Anda akan membeli laptop, tanyalah kepada diri Anda sendiri, Anda membeli untuk bekerja atau untuk bermain. Jika untuk bekerja, belilah. Tapi jika untuk bermain, berpikirlah, carilah cara lain untuk bermain yang lebih murah.






