Beberapa Tips Menulis Novel
Kata Arswendo Atmowiloto. “Mengarang itu gampang”. Apakah juga begitu dalam menulis novel?. Padahal umumnya, novel itu panjang dan tebal. Apalagi jika ingin menulis novel yang bagus dan bermutu. Perlu usaha yang tidak mudah, untuk menulis sebuah novel.
Sebagai pemula kita tak perlu takut terlebih dahulu. Ingat saja kata-kata di atas, “mengarang itu gampang”! Mengarang atau menulis novel pun mudah atau gampang. Mau tahu Tips Menulis Novel?Mari membaca tulisan ini lebih lanjut!
Pengertian Novel
Novel, apakah dia? Novel adalah sebuah karya yang lebih panjang, kompleks, dan mengandung banyak konflik atau pesan. Biasanya merupakan rangkaian cerita tentang peristiwa hidup seseorang dengan orang-orang di sekitarnya yang menonjolkan watak atau karakter dan sifat tokoh.
Bila cerpen haruslah tunggal, novel justru sebaliknya. Sedapat mungkin novel memiliki kompleksitas cerita yang lebih banyak, dengan tetap menjaga konflik tokoh utama yang lebih kuat dan terlihat. Salah satu tips menulis novel yang paling mudah kita lakukan ialah mulailah dengan menceritakan lingkungan anda dari sudut pandang yeng berbeda.
Maksudnya, misalkan anda tinggal di daerah perumahan yang elit, semua orang memiliki gambaran pasti menyenangkan jika tinggal di daerah seperti itu. Tapi jika dilihat dari sudut pandang yang lain. Lebih tak enak tinggal di kawasan elit, karena kita sulit untuk bersosialisasi dengan tetangga, tidak ada suasana ramah dari tetangga. Dapat diibaratkan seperti tinggal dalam penjara yang mewah tapi tak berteman.
Novel memiliki beberapa unsur pembangun yaitu:
- Tema, tema dalam sebuah novel dapat beragam. Tetapi alangkah baiknya jika hanya satu, terlalu banyak tema pun dapat menjadikan novel Anda membingungkan. Lain cerita bila anda sengaja membuat banyak tema untuk dijadikan novel berseri berupa dwilogi, trilogi ataupun sampai pentalogi. Contohnya: Gajah Mada milik Langit Kresna Hariadi, Harry Potters-nya J.K. Rowling.
- Setting, setting novel pun bisa menjadi beragam tergantung jalannya cerita. Bukan hanya dapat berubah-ubah dengan seketika, dalam sebuah novel biasanya terdapat deskripsi tentang setting yang cukup detail untuk membantu membangun imajinasi pembaca. Waktu pun termasuk dalam setting yang harus kita buat, bukan hanya untuk ikut mewujudkan jalannya cerita, waktu pun dapat menguatkan efek suasana yang ingin disampaikan pada pembaca.
- Tokoh,dalam penulisan novel. Kita memiliki lebih banyak ruang untuk menciptakan tokoh-tokoh dengan beragam karakteristik. Mulai dari orang gila, pejabat, pelacur, kyai, tukang santet bahkan presiden. Akan lebih menarik jika tokoh yang kita ciptakan memiliki karakter yang unik. Menurut beberapa penulis novel kawakan, tokoh yang unik adalah separuh nyawa dari sebuah cerita.
- Plot (alur cerita),dalam sebuah novel sering kita temui plot lebih dari satu. Hal itu dikarenakan banyaknya konflik dan peristiwa-peristiwa yang saling terjalin. Munculnya sub plot selain plot utama hendaknya menjadi penguat alur cerita utama. Agar novel tidak membingungkan si pembaca, apa yang telah ditulis dalam plot-plot awal sebaiknya tidak ditulis ulang dalam plot-plot berikutnya. Kecuali bila kita memilih alur balik.
Tiga Tips Menulis Novel Laris
- Buatlah awal cerita yang mengesankan. Tiga halaman pertama adalah penting dan menentukan, baik bagi editor maupun bagi pembaca. Jika awalnya sudah mengesankan si pembaca, maka tentu saja untuk selanjutnya adalah keinginan menuntaskan isi novel Anda.
- Temukan konflik cerita yang menimbulkan greget bagi pembaca. Entah dari sudut pandang cerita yang unik, atau deskripsi suasana yang detail dan sungguh hidup, bisa juga dengan menciptakan tokoh kontroversial. Tokoh yang kontroversial memberi potensi timbulnya konflik yang seru.
- Akhiri novel Anda dengan mengejutkan! Seperti novel The Da Vinci Code milik Dan Brown, ending cerita betul-betul membuat kita sebagai pembaca menjadi terperangah.






