logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Obat-Obatan    Obat Tradisional

Titik Refleksi Tangan dan Kesehatan Anda


Ilustrasi titik refleksi tangan

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi sakit. Terkadang, pengobatan medis dengan obat-obatan kimia tidaklah cukup.

Penekanan dengan teknik khusus pada bagian tersebut akan membuat Anda sehat atau tersembuhkan dari penyakit yang selama ini menjangkiti tubuh. Nah, penyakit apa sajakah yang bisa disembuhkan dengan pijat refleksi pada titik refleksi tangan? Berikut ini penjabarannya.

Kelelahan

Tekanlah kedua telapak tangan (zona lever) untuk mengurangi letih berlebih. Lakukan secara bergantian antara telapak tangan kanan dan telapak tangan kiri.

Jantung Berdenyut Kencang

Refleksi dilakukan di bagian samping dari kuku jari tengah. Itu adalah titik bronchus (cabang saluran napas) dan kedua paru-paru.

Penyakit Gula atau Diabetes

Pangkal ibu jari adalah titik refleksi yang harus dipijat perlahan.

Insomnia atau Susah Tidur

Pijat atau tekan titik di samping pangkal jari telunjuk. Titik ini merupakan daerah insomnia.

Pusing atau Migrain

Migrain bisa disembuhkan dengan pijat refleksi pada telinga kanan, telinga kiri, ubun-ubun, dan sisi kiri-kanan jari tengah.

Menggigil atau Kedinginan

Refleksi bisa dilakukan dengan memijat bagian bawah telapak tangan dan atau punggung tangan.

Hipertensi

Lakukan refleksi secara efektif pada bagian sisi jari tengah yang merupakan zona ginjal. Ujung-ujung jari juga merupakan area refleksi untuk menurunkan tekanan darah.

Bahu Pegal

Bagian pangkal jari telunjuk dan kelingking adalah titik-titik yang efektif dipijat saat bahu terasa pegal. Titik-titik itu berhubungan dengan lengan kanan dan lengan kiri.

Tekanan Darah Rendah

Zona yang perlu direfleksi adalah ginjal kanan dan ginjal kiri, yaitu di belakang tapak tangan. Tepatnya, di dekat pergelangan tangan.

Lalu, bagaimana cara pijat refleksi yang tepat sehingga bisa menyembuhkan atau dapat meningkatkan vitalitas tubuh?

  1. Refleksi dilakukan dalam kondisi tenang dan santai. Jika dilakukan dalam kondisi tegang, otot dan saraf pun ikut tegang. Jika dipaksakan, hasil refleksi tidak akan maksimal.
  2. Jangan melakukan terapi pijat refleksi dalam keadaan kekenyangan atau terlalu lelah. Dalam kondisi tersebut, tekanan darah belum stabil.
  3. Beri selang waktu sekitar enam jam apabila refleksi dilakukan lebih dari sekali dalam sehari.
  4. Agar efektif, gunakan tusuk gigi untuk melakukan pijat refleksi. Dalam posisi vertikal, lakukan perangsangan pada bagian yang sakit secara perlahan hingga berangsur agak keras, sesuai daya tahan tubuh.
  5. Hentikan refleksi jika suhu tubuh meninggi.
  6. Untuk penderita penyakit dalam yang kronis, refleksi hanya dapat dilakukan setelah sakitnya sembuh.
  7. Jika tidur menjadi nyenyak, itu pertanda terapi refleksi yang dilakukan telah tepat dan efektif. Namun, bila tubuh masih terasa sakit, berarti refleksi yang dilakukan belum tepat atau sebagai efek dari penekanan yang terlalu kuat.
  8. Usai melakukan terapi refleksi, minumlah air putih yang dicampur madu secukupnya agar efek positif refleksi yang dilakukan semakin maksimal.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Khasiat Kunyit bagi Kesehatan
  • Pengobatan Alternatif Stroke: Menjinakkan Hipertensi dengan Mengkudu dan Bekam
  • Kursus Pijat Refleksi? Kenapa Tidak!
  • Manfaat Jahe dan Cara Pengolahannya
  • Minuman Herbal - Obat Alternatif yang Berkhasiat
  • Vitamin Herbal - Suplemen Alamiah untuk Kebugaran
  • Kontroversi Bahaya dan Manfaat Minyak Lintah
  • Berbagai Manfaat Daun Sirih
  • Temulawak � Kelompok Temu-Temuan yang Bermanfaat
  • Khasiat Durian: Membersihkan Darah
  • Obat Batuk Berdahak Tradisional
  • Pijat Panggilan untuk Ibu dan Bayi
  • Herbalife, Agen Herbal Yang Beroperasi di 73 Negara
  • Khasiat Jambu Batu: Membuat Dokter Minggat Sepanjang Tahun
  • JENIS OBAT OBATAN TRADISIONAL
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA