Togel: Fenomena Sosial dan Kemiskinan Masyarakat Indonesia

Masyarakat Indonesia memiliki beberapa “tradisi” yang dipercaya dapat membuat mereka menjadi kaya mendadak. Sebuah “tradisi” yang membudaya dan sudah mengakar sekaligus “tradisi” yang dibenci tetapi diminati oleh banyak orang.
Keinginan untuk cepat kaya tanpa mau bekerja keraslah yang membuat tradisi ini terus mengakar. Sekuat apapun usaha yang dilakukan untuk memberantasnya, selama kemiskinan masih lebih dominan di lingkungan masyarakat, itu akan sia-sia. Tradisi itu bernama togel yang lebih menggiurkan daripada mengayuh becak.
Kaya Tanpa Usaha
Semua orang pasti ingin menjadi kaya, tapi belum tentu semua orang itu mau untuk bekerja. Rumusan yang pasti dari kehidupan ini agar tetap bisa makan adalah bekerja dan usaha. Bagi mereka yang sangat gila togel, berjudi togel dianggap sebagai usaha. Sebuah usaha yang tidak perlu mengeluarkan keringat banyak tetapi uang yang didapat cukup banyak. Sebuah pemikiran, bahkan bisa disebut sebagai idealisme yang aneh tetapi nyata.
Diminati Berbagai Kalangan
Peminat togel bisa datang dari berbagai kalangan. Togel bukan hanya ramai diminati oleh mereka yang kekurangan secara ekonomi. Kalangan dengan status ekonomi menengah dan ekonomi atas pun banyak yang meminatinya. Semua kalangan masyarakat itu sama-sama menggilai togel. Perbedaan yang terjadi di antara mereka adalah alasan atau motif mengapa togel menjadi suatu “tradisi” yang diminati.
Masyarakat yang datang dari keadaan ekonomi rendah mencintai togel karena ingin cepat kaya dan mengubah nasibnya. Berbeda dengan masyarakat yang datang dari golongan menengah dan atas, mereka mencintai togel hanya karena hobi dan kepuasan batin ketika menang dalam memertaruhkan sesuatu. Mereka menganggap berjudi togel sebagai sebuah kesenangan.
Togel seperti sebuah ikatan yang mengikat kuat masyarakat yang sudah terlanjur masuk di dalamnya. Menimbulkan keengganan untuk pergi bagi mereka yang sudah terlanjur datang. Togel adalah candu. Sebuah candu yang mematikan nalar serta nila-nilai baik yang ada pada diri seseorang.
Togel, Kemiskinan dan Masyarakat
Kemiskinan dan togel ibarat lingkaran setan. Tanpa disadari, kemiskinan membentuk mentalitas masyarakat menjadi seorang penjudi. Dua hal itu akan terus berlangsung selama uang masih sulit dicari di negara ini dan selama pekerjaan mapan masih menjadi impian.
Usaha pemberantasan togel di kalangan masyarakat sudah dianggap seperti obat pereda sakit kepala. Meredakan sakit dengan sesaat untuk kemudian kembali kambuh, takbisa benar-benar sembuh. Para aparat yang memang bertugas untuk membenarkan apa yang dianggap salah hanya dianggap sebagai orang-orang yang kurang pekerjaan.
Banyaknya berita tentang penggerebegan togel ditanggapi dingin oleh masyarakat luas. Percuma memberantas, menggerebeg, kalau tidak bisa memberikan bantuan atau solusi yang lebih konkret. Kurang lebih pendapat seperti itulah yang banyak dikemukakan oleh sebagian besar masyarakat luas.
Jika pihak-pihak yang berada di atas mau sedikit membuka mata hati, mereka pasti akan tahu siapa dan apa penyebab di balik maraknya togel di Indonesia. Pada akhirnya, kemiskinan bukan semata-mata disebabkan oleh masyarakatnya yang malas bekerja, melainkan kesempatan bekerja yang masih sangat sedikit. Menciptakan lapangan pekerjaan juga tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Bagi masyarakat yang termasuk dalam golongan ekonomi sulit, semua ini menjadi serba sempit dan menjepit. Mempertaruhkan nasib anak istrinya pada angka-angka bukanlah hal rasional dan membanggakan. Solusi yang tepat pun sangat dibutuhkan. Memperbanyak lapangan pekerjaan, mempermudah birokrasi, serta bantuan dan dorongan yang lebih nyata, adalah beberapa solusi yang dirasa lebih tepat.






