logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Bayi dan Balita    Buku Balita

Toilet Training untuk Balita


Ilustrasi toilet training

Toilet training atau latihan buang air kecil atau besar di toilet merupakan sebuah proses belajar yang rumit. Mungkin kita melihat hal ini sebagai hal yang kecil, namun demikian seluruh prosesnya melibatkan tahap-tahap perkembangan fisik dan mental dari si kecil.

Dimulai dari pengenalan tanda-tanda saat buang air kecil atau besar dan menahannya sampai ia tiba di toilet. Si kecil harus mengingat dimana toilet berada, kemudian membuka celananya sendiri, duduk di toilet untuk buang air, sampai pada saat ia harus mencuci pantatnya, memakai lagi celananya dan mencuci tangannya.

Toilet Training

Butuh sebuah tekad yang sangat kuat dalam diri orang tua untuk memulai memberikan toilet training atau latihan buang air di kamar mandi ini. karena akan banyak sekali hal yang tak menyenangkan atau justru merepotkan bagi orang tua yang balitanya sedang dalam masa latihan untuk buang air di kamar mandi.

Kebanyakan orang tua sudah merasa nyaman dengan keadaan dari balita mereka, dalam hal ini berkaitan dengan masalah buang air. Karena mereka sudah sangat terbantu dengan keberadaan dari diapers. Dengan menggunakan diapers ini, balita tak akan menimbulkan masalah yang besar ketika akan buang air besar dan keci. Cukup sudah tertampung di dalam diapers itu tanpa akan memberikan kerepotan kepada orang tua atau pengasuhnya.

Hal inilah yang akan membuat kebanyakan dari orang tua akan memikirkan dua kali untuk memulai memberikan latihan buang air di kamar mandi bagi balita mereka. Rasa nyaman ini akan terusik dan digantikan dengan kerja keras.

Tak mudah memang untuk memberikan pengertian kepada balita untuk buang air di dalam kamar mandi. Terlebih ketika mereka juga merasa nyaman dengan diapers yang mereka gunakan. Maka akan berkurang rasa sensitif untuk merasakan keinginan buang air di kamar mandi karena mereka sudah merasa bukanlah hal yang tak baik untuk melakukannya di diapers mereka.

Inilah poin yang sangat penting dalam melakukan latihan buang air ini yaitu menanamkan rasa sensitif pada diri balita sendiri mengenai bagaimana harusnya yang dilakukan ketika merasakan ingin buang air kecil atau besar.

Pada awalnya mungkin akan sedikit sulit untuk melakukan hal ini. hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah mencopot atau tidak memakaikan kembali diapers mereka. Balita cukup dipakaikan celana mereka tanpa diaper.

Kesulitan nyata akan menghadang. bahkan balita akan sering kebocoran untuk buang air kecil dan besar tanpa mau mengatakan pada orang tua akan keinginannya untuk melakukan hal ini. maka yang selanjutnya harus diberitahukan kepada anak adalah penanaman pemahaman apa itu buang air besar dan kecil dan di mana tempat yang seharusnya balita tersebut melakukannya.

Secara nyata pada awalnya memang balita tak akan langsung mengerti apa yang dijelaskan oleh orang tua mengenai hal buang air ini. mereka akan begitu nyaman untuk buang air di sembarang tempat tanpa berbicara kepada orang tua. Di sinilah letak kesulitan an kesusahan yang dirasakan.

Orang tua harus siap untuk mengepel lantai yang kotor dan basah akan buang air si balita. Dan hal lain yang tak kalah penting dari sekedar mencucui celana basah balita adalah menjaga balita dari lantai yang basah. Karena lantai yang basah ini sangat rawan untuk dapat menjatuhkan si balita karena kelicinannya. Orang tua harus selalu mengingatkan balintanya akan lantai licin ini agar dapat mencegah balitanya untuk jatuh.

Hal lain yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menciptakan rasa sensitif pada diri balita adalah selalu mengajaknya untuk buang air kecil di kamar mandi setiap beberapa waktu sekali. Misalnya pada setiap jamnya atau pada waktu bangun tidur di mana adalah kebiasaan untuk selalu buang air kecil setelah bangun tidur.

Lambat laun, balita akan merasakan rasa sensitif ini. kemudian akan mulai untuk mengerti di mana seharusnya harus buang air besar dan kecil. Mungkin awalnya adalah buang air kecil dulu. Walaupun hal untuk kebocoran bahwa anak akan lupa untuk mengatakan atau terlambat mengatakan mengenai hal ini akan sangat wajar sekali terjadi.

Di dalam hal inilah sangat dibutuhkan kesabaran dari orang tua untuk terus mengingatkan balita di mana seharusnya untuk buang air keci yaitu di kamar mandi. Sehingga juga akan terbentuk frame berpikir balita bahwa kalau mau buang air kecil haruslah di kamar mandi.

Mereka kemudian juga akan belajar dan berlatih untuk mengatakan keinginan mereka ini kepada orang tuanya. Seperti perkataan, “Ibu mau pipis!”... dan hal ini jika sudah dikatakan oleh si anak maka akan menjaid suatu hal yang sangat menyenangkan bagi si orang tua. Seakan usaha keras yang sudah dijalankan terbayar dengan hasil yang manis.

Untuk menjaga hal ini, peran orang tua untuk teguh dan memberikan proses yang berkesinambungan sangatlah diperlukan. Ketika balita sudah mulai nyaman dan bisa untuk mengucapkan ingin buang air kecil di kamar mandi, orang tua mulai untuk memakaikan diapers lagi karena merasa bahwa kurang nyaman untuk bolak balik kekamar mandi ketika di luar rumah. Hal ini hanya akan memberikan rasa bingung di dalam diri balita mengenai kebiasaan untuk buang air ini.

Anak Laki-Laki Dan Perempuan Tidak Sama

Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan mengenai kemajuan anak laki-laki dan perempuan dalam toilet training. Anak laki-laki cenderung lebih lambat dalam penguasaan kontrol terhadap kandung kemihnya dibanding anak perempuan.

Hal ini disebabkan karena sistem saraf anak laki-laki berkembang lebih lama. Anak perempuan dapat menguasai keinginan buang airnya pada usia 18 bulan, sedangkan anak laki-laki pada 22 bulan.

Anak Siap Melakukan Latihan Toilet

Untuk mengenali tanda-tanda anak siap melakukan tolet training, orang tua harus peka. Tanda yang paling mudah dibaca adalah ketika anak mulai menolak memakai popoknya. Ketika anak mulai menunjukkan eksistensi dirinya dengan ingin mengerjakan segala sesuatu sendiri adalah tanda yang lainnya.

Namun demikian sejatinya, setiap anak akan menunjukkan isyarat yang beragam. Secara umum, tanda-tanda itu adalah:

  • Ketika anak sudah memiliki waktu buang air yang teratur.
  • Berkembang secara fisik. Sudah dapat berjalan dan duduk sendiri di toilet.
  • Popoknya semakin jarang basah.
  • Dapat mengatakan bahwa ia ingin buang air.
  • Bereaksi bila popok atau celananya basah.

Penggunaan Toilet Mini

Berbagai macam toilet mini dijual di pasaran. Bentuknya pun beragam, mulai dari yang sederhana hingga yang memiliki bunyi-bunyian dan lampu-lampu.

Pilihan toilet mini yang sederhana cukup murah, menyenangkan dan fungsional. Bentuknya rendah sehingga mudah diduduki anak. Kekurangan dari toilet mini bentuk ini adalah mudah tumpah ketika anak menumpahkan sendiri kotoran di dalamnya langsung ke toilet.

Langsung ke Toilet

Banyak keluarga memilih untuk langsung melatih anaknya buang air di toilet yang sebenarnya. Cara ini lebih praktis karena tidak perlu melibatkan toilet mini dalam proses latihan. Orang tua tidak perlu melakukan latihan untuk berpindah dari toilet mini ke toilet yang sebenarnya.

Biayanya juga lebih murah karena toilet sudah pasti ada di rumah, dan bagi anak-anak mereka biasanya lebih senang karena merasa sama seperti orang tuanya ketika buang air di toilet. Tips untuk mengenalkan toilet adalah:

  • Tunjukkan caranya pada anak. Orang tua dapat mengajak anak ke toilet saat mereka menggunakannya.
  • Sesuaikan toilet, berikan dudukan toilet yang sesuai dengan ukuran tubuh anak. Dudukan ini banyak dijual di pasaran.
  • Sediakan anak tangga untuk memudahkan anak duduk sendiri di toilet.
  • Jaga selalu kebersihan toilet sebab anak mungkin akan berpegangan untuk menjaga keseimbangannya di toilet. Biasakan anak untuk mencuci tangan setalah buang air.
  • Jangan memaksa anak.

Demikian beberapa tips seputar bagaimana untuk mengajarkan di mana tempat yangs eharusnya dituju ketika ingin untuk buang air besar dan kecil kepada balita kita. Inti dari keberhasilan toilet training adalah proses pembelajaran yang mengikuti tahap perkembangan anak. Pada saat yang tepat, proses latihan ini akan menunjukkan hasil yang baik, selama orang tua mendampingi latihan ini dengan penuh cinta. Serta usaha orang tua yang penuh dengan kesabaran dan cinta kasih.

Tolong di SHARE :
Tweet
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA