KH Ahmad Dahlan, Tokoh Agama Islam yang Mencerahkan
Banyak tokoh agama Islam di Indonesia yang memiliki ciri khas, sehingga masyarakat mudah mengenali mereka. Apalagi dengan kehadiran media elektronik semacam televise dewasa ini.
Meski begitu, ada pula tokoh agama Islam yang dikenal banyak orang dari beberapa tahun lalu. Dia adalah Kyai Haji Ahmad Dahlan, tokoh agama Islam yang dikenal sebagai tokoh yang mampu mencerahkan Islam dari bayangan sebuah kepercayaan yang menjamur kala itu.
Sejak kecil, tokoh agama Islam yang dikenal dengan nama Muhammad Darwisy ini memang banyak menampakkan perbedaan diantara teman-temannya. Di kala hampir semua kawannya tunduk pada leluhur atau kebiasaan nenek moyang, Muhammad Darwisy tidak melakukan hal demikian. Baginya, kebudayaan atau perlakuan turun menurun dari nenek moyang, ketika berbenturan dengan akal sehat, maka tidak segan baginya untuk tidak mempercayainya.
Bagi Muhammad Darwisy segala sesuatu yang diminta oleh seseorang haruslah langsung kepada yang Maha Kuasa, yaitu Allah SWT. Bukan kepada pohon yang diberikan sesajian dan lantas dijadikan tempat keramat suci.
Menurut Muhammad Darwisy, letak kekuasaan Tuhan harus di atas segala. Artinya, ada yang jauh lebih sempurna untuk disembah dari pada sebuah pohon yang bila ada badai datang, maka bisa tumbang. Pemikiran kuat Muhammad Darwisy inilah yang lantas di saat dewasa membawa dirinya menjadi seorang tokoh agama Islam yang dikenal mampu mencerahkan pemikiran dari kemistikan.
Mengenal Kyai Haji Ahmad Dahlan
Tokoh agama Islam ini terlahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868. Sejak kecil, Muhammad Darwisy diajarkan ayahnya tentang mana yang baik dan keliru. Di usianya yang kelima belas tahun, dia memutuskan untuk memperdalam agama Islam di kota Mekkah selama lima tahun. Dari sanalah nanti semuanya akan dimulai perubahan kehidupan Muhammad Darwisy menjadi seorang tokoh agama Islam bernama Kyai Haji Ahmad Dahlan.
Mengenai kehidupan pribadi, tokoh agama Islam ini menjatuhkan pilihan hatinya pada seorang wanita yang sekaligus merupakan sepupunya. Wanita beruntung itu adalah Siti Walidah, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil. Dahlan bisa diterima Kyai Penghulu Haji Fadhil dikarenakan memiliki pemikiran yang sama tentang masyarakat di sekitar yang kebanyakan dibutai oleh adat istiadat. Sebab itulah, Siti Walidah bertambah yakin bahwa Dahlan bukan laki-laki sembarang untuknya. Siti Walidah pun menerima pinangan Ahmad Dahlan.
Pendiri Muhammadiyah
Berawal dengan kritisnya melihat kondisi masyarakat di sekitar sewaktu kecil, Kyai Haji Ahmad Dahlan muncul sebagai tokoh agama Islam yang mencerahkan. Dengan pemikiran-pemikiran yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, tokoh agama Islam ini mulai meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang telah terjadi di masyarakat sekitar.
Dengan tegas, Kyai Haji Ahmad Dahlan menyatakan bahwa segala sesuatu yang bertitik pada ketakhayulan tidak bisa dibenarkan. Karena dengan alasan apapun, tempat menyembah dan meminta hanya pada sang Khalik, sang pencipta Allah SWT.
Untuk menyempurnakan gerakannya, Kyai Haji Ahmad Dahlan memutuskan untuk meningkatkan pendidikan dan pergerakkan sosial di lingkungan. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa berpikir lebih logis dengan pengetahuan mereka sehingga mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan selama ini adalah salah. Dengan cermat, Kyai Haji Ahmad Dahlan memberikan santunan kepada kaum miskin agar mereka bisa makan. Selain itu, anak-anak mereka diajak untuk bersekolah. Semua dilakukannya, tanpa memungut bayaran.
Segera setelah kedua hal tersebut dilakukan, Kyai Haji Ahmad Dahlan tidak melupakan untuk menanamkan pelajaran agama berikut dengan akidah, akhlak, dan segala macam yang telah dia pelajari selama hidupnya. Dengan gerakan itulah, lantas Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah pada 18 Nopember 1912 di kampung Kauman, Yogyakarta. Kelak organisasi ini yang dengan tegas menyatakan pemberantasan terhadap TBS (Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat)
Diangkat ke Layar Lebar
Tahun 2010, sutradara muda Hanung Bramantyo yang beberapa kali mengangkat kisah Islami ke layar lebar kembali membuat film Islami. Kisah yang diangkatnya adalah kisah kehidupan Kyai Haji Ahmad Dahlan.
Film tersebut diberikan nama Sang Pencerah. Aktor yang membintangi tokoh agama Islam asal Yogja ini adalah Lukman Sardi. Sementara yang membintangi Siti Walidah—istri Kyai Haji Ahmad Dahlan adalah Zaskia Adya Mecca yaitu istri dalam kehidupan Hanung Bramantyo.
Seperti film-film Islami garapannya yang lain, film Sang Pencerah ini pun mampu membuat banyak warga Muslimin penasaran hingga akhirnya memutuskan untuk meramaikan bioskop. Apalagi akting Lukman Sardi selaku Kyai Haji Ahmad Dahlan mampu menghidupkan tokoh tersebut dengan baik, tentunya ditambah dengan kehadiran para aktor dan aktris senior lainnya.
Penasaran dengan kehidupan Kyai Haji Ahmad Dahlan? Silakan Anda tonton atau baca kehidupan tokoh agama Islam yang satu ini!!






