logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Tokoh Agama Kristen - Martin Luther dan di Indonesia


Ilustrasi tokoh agama kristen

Salah satu tokoh agama Kristen yang paling terkenal adalah Martin Luther. Pria kelahiran Eisleben, 10 November 1483 ini adalah salah satu motor penggerak Reformasi Gereja. Bahkan, dapat disebutkan bahwa ialah yang menciptakan tradisi baru Nasrani.

Ia melawan dominasi Paus yang saat itu melakukan penyimpangan dengan--salah satunya--mengesahkan indulgensia atau penghapusan hukuman (sepenuhnya atau hanya sebagian) atas dosa seseorang setelah kesalahannya dihapuskan melalui absolusi, pernyataan imam gereja bahwa dosa orang tadi telah dihapuskan.

Awal Karier Menuju Seorang Reformis

Martin Luther mendapatkan pencerahan untuk mendalami Alkitab lewat sebuah kejadian pada musim panas 1505. Saat itu, terjadi badai diselingi petir yang menyambar tanpa henti. Martin Luther yang ketakutan berjanji, jika selamat, ia akan menjadi biarawan. Martin Luther selamat. Oleh karena itu, ia menepati janjinya.

Bukan perkara mudah bagi Martin Luther untuk menjadi biarawan. Ia harus meninggalkan kuliah hukumnya di Universitas Erfurt, membuat sang ayah--yang hanya bekerja sebagai buruh tani--menelan kekecewaan mendalam. Maklum, sang ayah ingin Martin Luther menjadi pegawai negeri dan membuat keluarganya menjadi keluarga terpandang.

Penjualan Dosa dengan Uang

Sejak saat itulah, Martin Luther memasuki kehidupan “biara”. Selanjutnya, sepanjang pengabdian untuk gereja, Martin Luther mulai menyadari ada yang tidak beres. Martin memahami bahwa ada oknum-oknum gereja yang memanfaatkan indulgensia demi kepentingan pribadi.

Oknum-oknum tersebut “menjual” indulgensia kepada orang-orang yang membutuhkan peleburan doa. Hal ini jelas sangat memalukan karena dengan demikian seolah-olah gereja hanya berpihak pada orang-orang kaya yang bisa membeli indulgesia.

Faktor buruk lainnya, bisa jadi seorang Nasrani tidak akan peduli lagi dengan pengakuan dosa yang sebenarnya. Jika dosa bisa dibayar dengan uang, untuk apa mereka benar-benar bertaubat? Toh, semua bisa diselesaikan asal mereka kaya.

95 Dalil dan Pemberontakan

Lama-kelamaan, praktik penyelewengan kekuasaan menerbitkan indulgensia semakin keterlaluan. Akhirnya, Martin Luther menerbitkan 95 dalil yang isinya mengutuk tindakan-tindakan gereja yang bertentangan dengan Alkitab.

Kabarnya, 95 dalil tersebut dipakukan di pintu Gereja Kastil, tempat Martin Luther bernaung. Tentu saja, gereja memandang Martin Luther sebagai penyesat. Perlawanan Martin Luther tidak berhenti di sana. Luther juga berkata bahwa sistem kepausan bukanlah sesuatu yang tidak dapat diubah; dan tidak ada dalam hakikat gereja yang asli.

Awalnya, Luther mengira perjuangannya akan berhasil. Akan tetapi, Paus menganggap bahwa ia adalah orang sesat dan mengucilkannya dari lingkungan gereja pada 1520.

Sejak saat itu, Luther berjanji tidak akan patuh kepada gereja kecuali mereka mau mendengar ucapan-ucapannya. Bahkan, Luther juga membakar ijazahnya sebagai bentuk protes terhadap Paus. Hingga akhir hayatnya, pada 1546, Luther tetap dikenal sebagai pemberontak yang berani melawan tatanan gereja.

Tokoh Agama Kristen di Indonesia

Di dunia ini, keberagaman umat manusia dalam beragama merupakan satu dari sekian banyak hak asasi manusia yang tidak bisa diganggu gugat. Tiap-tiap orang bebas meyakini agama yang akan dipercayainya, karena pada dasarnya semua agama mengajarkan hal yang baik. Di Indonesia sendiri, masyarakat mengenal lima sistem kepercayaan. Lima sistem kepercayaan tersebut terdiri dari Islam, Kristen Katolik dan Protestan, Hindu, serta Buddha.

Setiap agama tentu saja memiliki sistem peribadatan, sarana peribadatan, tempat peribadatan, dan tokoh agama yang berbeda. Para tokoh agama biasanya akan menjadi panutan bagi siapa pun, terutama dalam agamanya. Para tokoh agama Kristen misalnya, mereka tidak melulu harus identik dengan melakukan berbagai macam ceramah. Mereka juga bisa dikatakan tokoh, bila apa yang dilakukannya dapat menginspirasi orang banyak untuk melakukan berbagai kebaikan.

Di Indonesia, tokoh-tokoh keagamaan tersebut memegang peranan yang cukup penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kerja sama yang terjadi di antara para tokoh agama bisa mencerminkan keakraban yang memang juga terjadi antara umat beragama di Indonesia. Berikut adalah beberapa tokoh agama Kristen yang ada di Indonesia.

1. Sam Ratulangi

Beliau adalah tokoh agama sekaligus politikus yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Sam Ratulangi terlahir dengan nama lengkap Genungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Lahir di Sulawesi Tenggara, tepatnya daerah Tondano pada 5 November 1890 dan meninggal pada 30 Juni 1949 di Jakarta. Beliau terkenal dengan filsafatnya yang mengatakan bahwa manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah memanusiakan manusia.

2. Robert Wolter Monginsidi

Beliau lahir 14 Februari 1925. Lahir dari sebuah keluarga besar tidak lantas membuat Robert Wolter Mangonsidi atau panggilan akrabnya “Bote” menjadi anak yang kekurangan kasih sayang. Sedari kecil, Bote adalah sosok yang berani, percaya diri, jujur dan tegas.

Masa mudanya dihabiskan untuk membela negara Indonesia dari serangan penjajah. Ia bersama rekannya membentuk sebuah lembaga bernama LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi), dan ia menjabat sebagai sekjen.

Ia meninggal saat membela negara dengan usia yang masih sangat muda, 24 tahun. Tepatnya, 5 September 1949. Ada sebuah tulisan yang ditemukan dalam selipan Alkitab yang dibawanya pada saat eksekusi penembakan oleh pihak Belanda. Tulisan tersebut berbunyi, “setia hingga terakhir dalam keyakinan”.

3. Pendeta H. L.Senduk

Beliau adalah tokoh di balik berdirinya Gereja Bethel Indonesia. lahir di Jakarta pada 4 Agustus 1917 dan meninggal pada 26 Februari 2008 lalu. Seluruh hidupnya ia baktikan untuk agamanya. Ia memimpin GBI sekaligus mendirikan Persekutuan Injil Indonesia (PII).

4. Gilbert Lumoindong

Beliau lahir di Jakarta 26 Desember 1966. Seluruh hidupnya benar-benar ia persembahkan untuk agamanya. Bahkan sejak usianya 10 tahun. Semua itu bermula dari kesembuhan dari penyakit saraf yang dideritanya. Saat ini ia tergabung dalam pelayanan Gospel Overseas (GO). Ciri khasnya adalah isi dari khotbah-khotbahnya yang sering diselipi dengan candaan.

Para tokoh agama Kristen tersebut menjalankan pemikirannya dengan baik dan sangat khitmat, terutama pada umat kristiani. Tidak jarang pula buah pemikiran para tokoh agama tersebut menjadi panutan bagi pengikutnya. Para tokoh agam juga sangat berperan penting dalam menjaga keutuhan umatnya supaya tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kita tentu masih ingat dengan kasus kerusuhan di beberapa daerah di Indonesia yang diisukan karena latar belakang agama. Salah satunya adalah kerusuhan Ambon tahun 1999 lalu, yang disinyalir karena isu agama, di mana pada waktu itu kelompok yang bertikai adalah pemeluk agama Islam dan Kristen. Padahal kerusuhan tersebut terjadi karena aparat yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan warga kala itu dengan baik sehingga melebar menjadi isu agama.

Pada dasarnya setiap agama mengajarkan kebaikan, termasuk dalam agama Kristen. Jika kita melihat sepak terjang para tokoh agama Kristen di atas, tentu tidak ada yang percaya jika agama ini suka dengan kekerasan. Terkadang ada pihak atau oknum yang sengaja melemparkan isu agama dengan tujuan mengoyahkan keutuhan umat bergama di Indonesia. Di sinilah peran tokoh agama sangat diperlukan di tengah masyarakat yang madani.

Para tokoh agama bisa dikatakan pengayom sekaligus pengawas dalam kerukunan hidup beragama, baik dalam urusan ibadah masing-masing ataupun hubungan dengan pemeluk agama yang lainnya.Bila sudah menyangkut agama sudah tentu sangat sensitif karena menyangkut hal yang sangat prinsip. Oleh karena itu, tokoh agama setidaknya bisa menempatkan dirinya pada posisi yang tepat. Siapapun tentu saja tidak ingin terjadi perpecahan antar agama, termasuk dengan para tokoh agama Kristen.

Mungkin umat Kristiani bisa belajar dari para tokoh agamanya terdahulu dalam menjalankan keyakinan mereka. Meskipun banyak hal yang bisa menimbulkan perbedaan pendapat atau pemahaman, sekiranya untuk meluruskannya tidak dilakukan dengan cara yang ekstrem. Setiap agama tentu saja memiliki cara tersendiri dalam menangani perbedaan pendapat ini, sehingga tidak jikalau terjadi perubahan tidak akan sampai menimbulkan huru hara.

Apa yang telah dilakukan oleh para tokoh agama di atas patut direnungi oleh umatnya. Setiap tokoh agama menjalankan perannya sesuai dengan caranya tersendiri. Tetapi yang jelas, untuk hak keyakinan merupakan sesuatu yang mutlak harus diperjuangkan. Melalui tokoh agama inilah kehidupan beragama dalam sebuah negara bisa berjalan baik atau tidak. Dari sini kita bisa melihat arti penting dari kehadiran tokoh agama, yaitu sebagai berikut:

  • Tokoh agama termasuk agama Kristen merupakan mengayom atau panutan bagi umat Kristen.
  • Lewat tokoh agama, pertikaian bisa dinetralkan, namun sekaligus juga bisa semakin melebar jika tokoh agama salah memilih jalan keluar.
  • Tokoh agama biasanya memberikan sebuah pencerahan ataupun perubahan menuju kebaikan, dan tentunya sesuai dengan ajaran agama yang dianut dan diyakininya.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Menapak Tilas Sosok Gibran, Sang Pujangga Dunia
  • Presiden Habibi dan Ainun: Potret Cinta Sejati
  • Wanita dalam Kehidupan Keluarga Barack Obama
  • Mengenal Tokoh Perumus Pancasila
  • Tentang Obama, yang Kini Digdaya
  • Abraham Lincoln, Presiden Penentang Perbudakan
  • Tokoh Betawi Si Pitung, Robin Hood-nya Indonesia
  • Tokoh-Tokoh Manajemen Dunia
  • Tokoh Pendidikan - Belajar dari Ki Hajar
  • Biografi Five Minutes: Band Fenomenal
  • Sejarah Pahlawan Kartini
  • Theodor Herzl - Tokoh Yahudi Konseptor Israel Modern
  • Tokoh-Tokoh Politik Indonesia Era Penjajahan dan Awal Kemerdekaan
  • Tokoh Sosiolog - Seri Para Tokoh Sosiologi Dunia
  • Keluarga Aa Gym: Apa yang Bisa Dipelajari Darinya?
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA