logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Tokoh Ekonomi Indonesia di Mata Dunia


Ilustrasi tokoh ekonomi indonesia

Pembicaraan mengenai aspek kehidupan di bidang ekonomi sepertinya tidak pernah habis untuk dilakukan. Berbagai usaha para pelaku dan pengamat ekonomi dalam meningkatkan kualitas perekonomian negara selalu menjadi motivasi kuat untuk diperbincangkan dalam ranah perekonomian negara, termasuk pula di dunia.

Berbagai hal mengenai ekonomi dianggap sangat berpengaruh terhadap aspek kebudayaan lainnya sehingga untuk menentukan sebuah negara mengalami perkembangan di bidang pembangunan, maka hal pertama yang dilihat adalah kondisi perekonomiannya.

Oleh sebab itu, setiap negara selalu memiliki tokoh ekonomi yang berperan penting untuk meningkatkan stabilitas perekonomian negara. Bukan hanya pemikirannya saja yang diambil, tapi juga bagaimana tokoh ekonomi tersebut mampu mengaplikasikan dan merealisasikan pemikirannya mengenai perekonomian tertentu.

Tidak terkecuali negara Indonesia yang saat ini masih berada di posisi sebagai negara berkembang karena tingkat perekonomiannya belum mampu bersaing secara luas di kancah perekonomian dunia. Namun, dengan berbagai upaya dari para tokoh ekonomi Indonesia, perekonomian yang masih labil ini diharapkan mampu berkembang lebih pesat sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju yang dapat bersaing di era globalisasi.

Peran Tokoh Ekonomi Indonesia

Indonesia memiliki beberapa pemikir yang ikut berperan serta dalam memajukan negara Indonesia. Para pemikir tersebut merupakan ahli di berbagai bidang. Indonesia seperti kebanyakan negara-negara di dunia, mempunyai berbagai permasalahan yang dapat mengganggu stabilitas sebuah sistem bernegara.

Terutama permasalahan mengenai ekonomi. Permasalahan ini mau tidak mau membuat para tokoh ekonomi Indonesia turut campur, paling tidak sebagai seorang pendidik yang mengajarkan ilmu-ilmu ekonomi pada generasi muda. Sehingga  diharapkan, generasi muda Indonesia mampu menangani berbagai permasalahan ekonomi.

Peran tokoh ekonomi sendiri sebenarnya tidak hanya sebatas memberikan kontribusi berupa pemikiran dan realisasi ide. Mereka juga berperan terhadap pendidikan masyarakat mengenai pengetahuan dan wawasan berekonomi di dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat awam sekalipun memiliki pemahaman mengenai hal tersebut.

Hal ini merupakan bagian penting yang juga turut berpengaruh terhadap pembangunan suatu negara karena pembangunan suatu negara maju tidak hanya dilihat dari faktor ekonomi saja, tapi juga dari faktor budaya yang di dalamnya muncul ide atau gagasan mengenai berbagai pengetahuan dan wawasan ekonomi.

Lantas pada saat perekonomian suatu negara mengalami kemunduran, para tokoh ekonomilah yang akan disorot untuk bisa memberikan kontribusi lebih daripada hanya sekadar menyumbangkan ide. Tokoh ekonomi ini diperlukan untuk bisa memberikan motivasi kepada masyarakat agar mampu berdikari secara ekonomi sehingga tidak hanya mengandalkan pemerintah untuk meningkatkan status perekonomian di negara ini.

Artinya, peran tokoh ekonomi dalam sebuah sistem perekonomian negara meliputi penggagas berbagai kegiatan ekonomi, pendidik masyarakat di bidang ekonomi, serta pelaku dan pengamat ekonomi. Oleh karena itu, ilmu ekonomi pun mengajarkan bagaimana cara yang baik untuk mengolah berbagai sumber daya ekonomi agar kebutuhan ekonomi bisa terpenuhi dan masalah ekonomi bisa diatasi dengan baik.

Tokoh Ekonomi Indonesia di Mata Dunia

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, setiap negara memiliki tokoh ekonomi yang berperan penting dalam pencapaian stabilitas perekonomian negara. Begitu juga dengan Indonesia yang memiliki banyak tokoh ekonomi yang menginspirasi dan bisa emmotivasi kita untuk turut andil dalam mencapai stabilitas perekonomian di Indonesia. Para tokoh ekonomi Indonesia tersebut rata-rata memang memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Beberapa tokoh ekonomi Indonesia tersebut di antaranya adalah:

1. Muhammad Hatta (Bung Hatta)

Tokoh ekonomi ini sepertinya merupakan tokoh ekonomi yang paling berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi negara Indonesia. Beliau mendirikan satu badan usaha yang berlandaskan azas kekeluargaan dalam sistem pengelolaannya, atau yang sekarang ini sering kita sebut dengan Koperasi.

Oleh karena itu, sebagai simbol penghormatan, Bung Hatta mendapat julukan sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Sebagai seorang ekonom, Bung Hatta memulai kiprahnya pada usia yang sangat muda, 15 tahun. Ia tergabung dalam satu organisasi bernama Jong Sumatranen Bond sebagai seorang bendahara.

Kemudian pada 1922, Bung Hatta kembali ‘mengibarkan sayapnya’ di dunia perekonomian Indonesia. Pada saat itu, ia kembali tergabung dalam satu organisasi bernama Indische Vereeniging, dan juga menjabat sebagai bendahara.

Azas kekeluargaan tersebut sangat berbeda dengan sistem perekonomian yang diberlakukan di perusahaan-perusahaan simpan pinjam atau BANK. Dalam sistem koperasi, masyarakat sangat diberikan kemudahan dalam hal menabung dan meminjam dana sehingga tidak diperlukan waktu dan syarat yang rumit untuk bisa mendapatkan pinjaman modal usaha.

Itulah sebabnya, sistem koperasi hingga saat ini masih berjalan dengan lancar. Bahkan banyak sekali masyarakat yang memercayakan investasi mereka di koperasi karena selain memiliki tabungan untuk masa depan, mereka juga bisa saling membantu sistem perekonomian masyarakat satu sama lain.

2. Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo

Beliau adalah seorang pendidik di bidang ekonomi. Pada masa pemerintahan presiden Soeharto, ada beberapa murid beliau yang menjabat sebagai menteri. Seperti, Ali Wardhana, Widjojo Nitisastro, dan JB Sumarlin. Pada pemerintahan Indonesia, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Riset dan Teknologi. Artinya, beliau tidak hanya menggagas ide ekonomi tertentu, tapi juga terjun langsung untuk bisa memanajemen perekonomian negara.

3. Syahril Sabirin

Beliau pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. pada masa jabatannya, Syahril mengalami banyak sekali permasalahan, salah satunya yang terberat adalah ketika ia dipaksa mundur dari kursi kepemimpinan BI. Syahril juga sangat menentang tindak korupsi, sama halnya dengan tokoh-tokoh ekonomi Indonesia yang lain. Kiprahnya di dunia internasional juga tidak perlu diragukan. Beliau pernah menjabat di Bank Dunia selama tiga tahun sebagai Senior Financial Economist untuk wilayah negara Timur Tengah dan Afrika.

Idenya yang menolak tindakan korupsi tersebut merupakan hal yang patut dicontoh oleh masyarakat Indonesia. Meskipun pada kenyataannya, hal tersebut sangat sulit dilakukan karena banyak orang yang justru melakukan tindakan tersebut demi kepentingan ekonomi individu, tanpa memperhitungkan efek negatif yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan negara.

4. Boediono

Boediono menjabat sebagai Wakil Presiden Periode 2009-2014, mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden, Boediono pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, dan berbagai jabatan menteri yang tentu saja masih berhubungan dengan dunia perekonomian Indonesia.

Pada saat menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 2001, Boediono bisa membawa Indonesia bisa bebas dari bantuan Dana Moneter Internasional. Bersama dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Dorodjaton Kuntjoro Jakti.  Boediono merupakan tokoh ekonomi yang dinilai pintar dalam mengelola ekonomi makro.

5. Sri Mulyani Indrawati

Beliau sepertinya merupakan tokoh ekonomi wanita satu-satunya yang dimiliki Indonesia. Meskipun demikian, pemikirannya mengenai ekonomi tidak bisa diremehkan. Beliau juga terpilih sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia sejak 2010. Menurut sebuah majalah bertaraf Internasional, Sri Mulyani menjadi tokoh wanita urutan ke-23 yang paling berpengaruh di dunia.

Pemikiran para tokoh ekonomi Indonesia, rupanya juga membawa pengaruh bagi dunia internasional, seperti yang terjadi pada Syahril Sabirin dan Sri Mulyani Indrawati. Sumbangan mereka terhadap negara Indonesia juga tidak bisa dikatakan sedikit. Semoga saja perekonomian di Indonesia akan ikut merasakan dampak positif yang dibawa oleh para tokoh-tokoh ekonominya.

Dengan adanya tokoh ekonomi tersebut, diaharapkan masyarakat juga mampu mengambil banyak pelajaran mengenai kehidupan berekonomi. Kelima tokoh yang berperan secara aktif dalam kehidupan ekonomi di Indonesia itu patut menjadi contoh bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia yang masih belum memahami sepenuhnya hakikat perekonomian di suatu negara.

Faisal Basri Tokoh Ekonomi Indonesia yang Kritis

Sebutan tokoh ekonomi Indonesia layak diberikan pada Faisal Basri. Kritikannya kepada pemerintah cukup tajam. Sebagai seorang yang memulai karier sebagai peneliti, Faisal Basri sangat tahu apa dan bagaimana keadaan ekonomi Indonesia. Laki-laki kelahiran Bandung, Jawa Barat, 6 November 1959 ini selalu tergelitik untuk berkomentar kalau sudah menyangkut hajat hidup orang banyak.

Deklarator dan Penggagas

Faisal Basri angat aktif dalam banyak organisasi, baik berupa kepartaian, profesi maupun oragnisasi nirlaba. Di antara organisasi tersebut, Faisal bahkan termasuk ke dalam jajaran deklarator atau penggagas. Misalnya, Faisal adalah salah satu pendiri Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan bibit terbentuknya Partai Amanat Nasional.

Faisal juga merupakan penggagas dan ketua Presidium Nasional Pergerakan Indonesia (PI). Demi mendukung penegakan etika berbangsa dan bernegara yang baik, Faisal ikut serta dalam deklarasi Gerakan Kepatutan yang dilakukan di Yogyakarta, 4 Desember 2004. 

Faisal dan KPPU

Kini laki-laki yang mempunyai 3 orang anak ini adalah salah satu anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Jabatannya ini sudah dipegangnya sejak 2000. Sudah banyak langkah yang diambil oleh komisi ini. Di antara kasus yang cukup menyita perhatian publik adalah kasus dugaan monopoli yang dilakukan oleh Carrefour. Sayangnya kasus ini dimenangkan oleh Carrefour. 

Kasus yang terbaru adalah adanya kasus dugaan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan oleh PT Pertamina dan PT Medco. Belum ada kabar apakah kedua perusahaan besar tersebut berhasil mengalahkan KPPU atau tidak. Tapi tentunya, kedua perusahaan yang bergerak di bidang migas tersebut terutama PT Medco akan mengajukan keberatan dan akan mengajukan banding. Apapun yang telah dilakukan oleh KPPU harusnya dihargai oleh semua pihak demi menjamin berlangsungnya bisnis yang bersaing dengan sehat.

Pendidikan dan Karir di UI dan Perguruan Tinggi Lainnya

Faisal Basri adalah lulusan Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Jakarta, pada 1985. Setelah itu, beliau melanjutkan studinya ke Vanderbilt University, USA pada 1988. Faisal mulai mengabdikan dirinya sebagai dosen di almamaternya sejak 1981. Kecerdasannya memang sangat dibutuhkan dalam bidang pendidikan. Analisa dan kekritisannya cukup berisi dan didengar oleh pemerintah.

Faisal juga mengajar di Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), Program Pascasarjana Universitas Indonesia (1988 -sekarang). Keahliannya dalam bidang penelitian membuatnya pernah ditunjuk sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, FEUI pada 1993-1995.

Selain aktif di UI, Faisal Basri juga aktif di beberapa lembaga, baik yang ikut didirikannya, seperti Instutute for Development of Economics & Finance (Indef), maupun di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta. Faisal pernah menjabat sebagai ketua di STIE Perbanas ini dari pada 1999-2003. Faisal yang pernah aktif di dunia politik sebagai Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, kini lebih memfokuskan diri di KPPU dan kegiatan akademis.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tokoh Perawat: Tiga Wanita, Tiga Dunia
  • Biografi Five Minutes: Band Fenomenal
  • Tokoh Eyeshield 21 - Para Remaja SMU Penggemar Rugby
  • Sekilas Tentang Biografi Bruce Lee
  • Biografi Gusdur - Kisah Perjalanan Presiden Ke-4 Indonesia
  • Tokoh Kristen: Constantine yang Agung
  • Biografi Filsuf Milesian
  • Karakter Pendekar dari Aksi Silat Barry Prima di Film Walet Merah
  • Mengenal Hamka: Tokoh Sastra Indonesia
  • Biografi Tokoh Buya Hamka
  • Mark Zuckerberg, Si Penemu Facebook Menjadi Inspirasi Kreativitas Anak Muda
  • Biografi Seniman Indonesia: S. Sudjojono
  • Seniman Bujang Lapuk
  • Jenderal Basuki Rahmat, Saksi Supersemar
  • Mengenal Tokoh Psikologi Indonesia dan Dunia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA