Tokoh Filsafat Indonesia: Prof. Damar Djati Supajar
Filsafat adalah bidang keilmuan yang membahas tentang konsep-konsep dasar dari suatu kebenaran, keberadaan, konsep sebab akibat, kebebasan, dan lain-lain. Seseorang disebut filsuf, ahli filsafat, atau tokoh filsafat bila telah mempelajari ilmu filsafat dan mampu menerangkan suatu konsep dengan sangat detail dan dipahami sebagai suatu pemikiran yang sangat dalam.
Profesor Damar Djati Supajar
Tidak mudah memang memahami filsafat, tapi ada beberapa filsuf yang berhasil menerangkan banyak konsep dengan bahasa sederhana yang bisa dipahami oleh orang-orang awam sekalipun. Di antara para filsuf itu adalah Prof. Damar Djati Supajar, dari Universitas Gadjah Mada. Beliau salah satu filsuf yang cukup terkenal terutama di daerah Istimewa Yogyakarta.
Prof. Damar Djati Supajar sering kali memberikan ilustrasi dengan menggunakan fungsi tubuh manusia, konsep rumah, terutama rumah Jawa bahkan makanan pun bisa beliau kaitkan dengan memahami konsep hidup dilihat dari ilmu filsafat.
Ayah dari beberapa orang anak ini, tinggal di kawasan jalan kaliurang, Yogyakarta. Beliau hobi mengoleksi mobil-mobil tua. Bila ditanya apa hubungan mobil dengan filsafat, dengan tangkas beliau akan menerangkan dengan memberikan ilustrasi dari mesin mobil, rangka mobil, setir, tempat duduk, hingga bahan bakar mobil. “Dasar filsuf, apa pun bisa diterangkan,” begitu komentar para penanya.
Filsuf Kocak
Gaya Prof. Damar Djati yang lucu, sederhana, dan pandai mengaitkan segala hal dengan apa yang ada di lingkungan yang bisa dilihat mata, dirasakan kulit, dicium indera penciuman, didengar telinga, dirasakan oleh lidah, membuat keterangan beliau mudah dipahami dan membuat tertawa terpingkal-pingkal.
Seolah-olah beliau tak pernah kehabisan kata-kata dalam menjawab pertanyaan apa pun. Kepala yang mengangguk-angguk tanda apa yang beliau terangkan benar adanya. Yang lebih lucu lagi, anggukan kepalapun dibahas oleh beliau. Hal inilah yang semakin membuat pendengar betah berlama-lama menyimak keterangan beliau.
Apalagi bila beliau telah menerangkan konsep seks. Wah, topik ini bisa dibahas selama berjam-jam dan tidak membosankan. Dari makna kata wanita, cewek yang dipelesetkan jadi cowek saja, beliau sudah bisa memberikan ceramah selama 2 jam. Ditambah arti cowok dan laki-laki, bisa 4 jam. Itu baru dari makna satu kata. Apalagi kalau membicarakan makna dari bangunan kraton Ngayogyakarta yang dikaitkan ke makna kehidupan termasuk seks, bisa satu semester.
Prof. Damar Djati, seperti juga para pemikir lainnya, tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya. Beliau tidak memaksa anak-anaknya untuk mempelajari ilmu yang sama dengannya.
Kesaksian ini didapatkan dari salah satu putrinya yang menyelesaikan studi di jurusan kependidikan Bahasa Inggris IKIP Yogyakarta. Beliau sangat demokratis dan tetap lucu sama seperti ketika beliau menerangkan konsep filsafat di depan murid-murid atau orang kebanyakan yang rela menghabiskan waktu mendengarkan ‘ocehan’nya yang berbobot.






