logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Paolo Maldini, Tokoh Idola Sepak Bola Italia


Ilustrasi tokoh idola

Seseorang pasti pernah menginspirasi hidup kita. Siapa pun dia. Begitu banyak yang bisa dijadikan sebagai tokoh idola di dunia ini. Entah dalam dunia sastera, dalam dunia film dan drama, dan tentu saja dalam dunia tarik suara. Namun, bisa juga tokoh idola adalah mereka yang berjibaku di lapangan. Para olahragawan memang memiliki seribu satu sarat menjadi idola. Mereka adalah alasan mengapa ada fans suatu klub sport, dan mereka adalah alasan mengapa bahkan orang orang tertarik dengan sport itu sendiri.

Dalam sepak bola, ratusan orang hebat terlahir, dan memberikan warna masing masing. Namun dari tokoh tokoh itu hanya segelintir menjadi lagenda, dan dari segelintir lagenda itu ada beberapa nama tidak tergantikan karena masalah posisi bermain.

Dan salah Salah satunya yang tidak tergantikan itu adalah Paolo maldini. Karena benar di posisinya, apabila  dibentuk tim terbaik di dunia sepanjang masa, maka siapa lagi yang akan pantas mengisi posisi bek kiri. Karena posisi itu sendiri sudah memang perlu berganti nama dengan Maldini saja. Posisi Zidane berhimpit dengan Totti, posisi Pele berhimpit dengan Messi, posisi Maradona setara dengan Roberto Baggio, dan Anda sedikit berkernyit memilih yang terbaik. Lalu siapakah Maldini itu? Siapakah dia?

Paolo Maldini

Bagi penggemar sepak bola di akhir tahun 80-an dan tahun 1990, pasti sangat mengenal pria asal Italia ini. Bermain sebagai pemain belakang dalam sepak bola, yang dianggap kurang populer, membuat dirinya menjadi populer dan menjadi tokoh idola di zamannya.

Kualitasnya sebagai pemain belakang bahkan sudah dimulai saat ia berusia 16 tahun. Pada usia semuda itu Maldini sudah menembus tim utama klub besar Italia, AC Milan. Ia menjadi tokoh idola tatkala pertama kalinya ia dimainkan sebagai bek kanan. Lalu dipindahkan bek kiri. Dan pada 1997, posisinya dipindah sebagai bek tengah.

Dengan kemampuannya berposisi di mana saja sebagai bek, menggunakan kaki kiri dan kanan yang sama baiknya, ia seakan-akan menjadi sesuatu yang sempurna. Di saat legenda AC Milan, bek tengah sekaligus kapten Franco Baresi pensiun, ia langsung menjadi pengganti Baresi, sebagai kapten tim.

Ketenangan, pandai menjaga wibawa dan emosi, menjadikannya sosok yang sekarang sangat sulit dicari, apalagi untuk seorang bek. Prestasinya terbaik Paolo Maldini terjadi pada 1994. Ia dianugrahi sebagai pemain terbaik Eropa versi majalah Prancis, yaitu gelar ballon d'or.

Paolo Maldini dan AC Milan

Maldini menjadi tokoh idola karena bentuk loyalitasnya tinggi. Sepanjang perjalanan karirnya sebagai seorang pemain sepak bola, Maldini hanya bermain untuk satu klub saja, yaitu AC Milan.

Bahkan ketika AC Milan sedang tidak berada dalam performa bagus di liga Italia dan liga Champion, kasus mafia wasit, atau bahkan ketika AC Milan mengalami kondisi finansial yang tidak sehat, Maldini tetap setia di AC Milan. Satu bentuk loyalitas yang sangat jarang ditemui bagi pemain sepak bola di zaman sekarang.

Atas kemampuan dan perjalanan 22 tahun bersama AC Milan, Paolo Maldini menjadi pencetak sejarah bersama kiper legendaris tim nasional Italia Dino Zoff, sebagai pemain yang paling banyak tampil di kompetisi lokal liga Italia.

Tidak hanya itu, di luar liga Italia tepatnya di kompetisi liga Champion, ia menjadi salah satu pemain dengan catatan rekor seratus kali bermain. Di masa akhir karirnya, mulai dari tahun 2008 dan menjelang 2009, Paolo Maldini masih bermain. meskipun usianya sudah 40 tahun.

Pujian Fifa pada Maldini

Sebagaimana yang kami kutip dari situs resmi FIFA, Italia telah menghasilkan lebih dari banyak pemain besar. Namun dari sekian banyak eksponen berbakat seni defensif yang muncul dari negara ini, ada dua yang menonjol dari yang lain. Salah satunya adalah almarhum Giacinto Facchetti, yang turun dalam sejarah sebagai yang pertama yang dari permainan defensif membanggakan siapapun yang melihatnya.

Yang lainnya adalah Paolo Maldini, yang paling elegan dari pemain bertahan dengan kemampuan lebih hebat dalam antisipasi pemain yakni menghalangi pemain dengan sukses– dan bukan intimidasi dengan takel takel keras- adalah ciri permainannya. FIFA.com memberikan penghargaan kepada, seorang elegan dan pendukung satu-klub, yang membuat 902 penampilan untuk AC Milan dalam 24 tahun karirnya, 647 di antaranya karena bermaindi Serie A.

Dan seharusnya tidak mengejutkan bahwa Maldini akan berubah menjadi salah satu bek paling berhasil dari permainan yang pernah ada. Dia adalah anak dari ayahnya, anak dari Cesare Maldini, dan sama sama tenggelam dalam budaya catenaccio Italia dan internasional, Italia adalah sekokoh keduanya, yang berbeda, Cesare bermain di slot bek kanan untuk AC Milan antara tahun 1954 dan 1966.

Takdir olahraga nya dipetakan baginya dalam usia dini, Paolo baru beruisa sepuluh tahun ketika ia bergabung dengan pelatihan pemuda Rossoneri. Ini tidak begitu lama sebelum keanggunan alami dan rasa sportivitas akan mulai bersinar sebagaiman hari hari berlanjt, dan di tahun-tahun berikutnya anak muda mengasah keterampilan posisi nya, membungkam para peraguyang meledeknya sebagai "anak kesayangan ayah."

Dan karen salah satu mantan rekan satu tim ayahnya, pelatih Swedia Nils Liedholm, yang memberinya penampilan pertamanya di Serie A saat imbang 1-1 dengan Udinese pada tanggal 20 Januari 1985. Maldini baru berusia 16 tahun dan 208 hari, namun dengan musim berikutnya ia menjadi pilihan pertama tak terbantahkan.

Hal-hal akan tetap seperti itu selama lebih dari dua dekade, Maldini muda menjadi landasan dari barisan belakang Milan berkat teknis, taktis dan atribut fisik luar biasa, dan juga pergeseran besar dalam pendekatan Italia untuk defensif.

Ketika cara tua dalam pertahanan habis-habisan mulai ditinggalkan dan datang pola pikir baru, satu di mana full-back memiliki bagian penting untuk menyerang dengan ikut naik menekan ke atas, seperti yang dikenal dalam istilah sepak bola modern. Dan dengan ledakan global dalam liputan televisi dari permainan, Maldini merebut hati semua orang.

Berbaris bersama Mauro Tassoti, Franco Baresi dan Alessandro Costacurta, ia juga beruntung menjadi bagian dari salah satu unit defensif terbaik yang pernah dirakit Milan.

Kualitas pasti ini, telah membawanya ke dalam pengakuan internasional. Setelah melewati waktu untuk Italia U-21 untuk satu musim setengah, ia membuat debut penuh untuk La Nazionale alias tim utama Italia dan lagi lagi debut imbang 1-1 dengan Yugoslavia di kota Split, Maret 1988.

Walau debut selalu imbang, piala dan gelar gelar akan datang lebih cepat dari yang diperkirakan dengan Milan. Selain lima gelar Liga Champions UEFA, yang bertahan Maldini akan mengangkat tujuh scudetto, dua Piala Intercontinental dan FIFA Club World Cup mahkota, sebagai full-back terbaik.

Kepemimpinan dan kematangannya, membuat semua tokoh sepak bola yang aktif, baik pelatih maupun pemain, menaruh hormat yang sangat tinggi padanya. Wibawa, profesionalitas, dan idealisme hidup membawanya menjadi disegani dan menjadi tokoh idola sepanjang masa sepak bola Italia dan dunia. Paolo Maldini, salah satu tokoh idola terbaik sepanjang sejarah AC Milan, Italia, dan dunia.

 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Seri Mengenal Tokoh Matematik
  • Presiden Megawati, Meteor yang Hampir Dihancurkan
  • Biografi Iwan Fals, Karir dan Perjuangan - ANNEAHIRA.COM
  • Jasa Besar Penemu Angka Nol
  • Andy Warhol Tokoh Seni Kontemporer
  • Thomas Edisson, Penemu Lampu Pijar Listrik
  • Keluarga Aa Gym: Apa yang Bisa Dipelajari Darinya?
  • Pangeran Diponegoro Biografi Tuanku
  • Mengulas Biografi David Archuleta
  • Nama Tokoh Wanita Islam: Ummu Hakim ra. dan Ummu Umarah ra.
  • Sandiaga: Tokoh Usahawan
  • Tokoh tokoh Pahlawan Kartun Lokal versus Luar Negeri
  • Steve Vai - Tokoh Musik Gitaris nan Legendaris
  • Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah: Dari Nabi Muhammad Sampai TS Ai Lun
  • Tokoh Agama Hindu Masa Pembauran Agama Hindu-Budha
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA