Tokoh Nasional Jawa Barat
Bagaimana perjuangan rakyat Jawa Barat dalam menempuh dan berpartisipasi memerdekakan bangsa ini? Para pahlawan asal tatar pasundan pun tidak mau ketinggalan. Ada beberapa nama tokoh nasional yang telah ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Jawa Barat.
1. K.H Zainal Mustofa
Pahlawan Jawa barat yang satu ini terkenal dengan perjuangannya dari daerah selatan. Tepatnya dari Tasikmalaya. Ia lahir di kota ini pada 1899. Ia melakukan perjuangan sejak umur 20 tahun. Pada masa itu, penjajahan masih dipegang oleh kolonial Belanda. Karena pengaruhnya yang sangat kuat, ia pun ditawari beberapa kedudukan oleh pemerintah Belanda. Hanya saja ia tidak menerima tawaran tersebut dan lebih memilih untuk melanjutkan perjuangan dengan Bangsa Indonesia.
Begitu pun sewaktu pendudukan Jepang, ia tetap saja berjuang untuk memerdekakan bangsanya meskipun ditawari hal serupa. Karena tidak mau dan malah berontak kepada Jepang, ia ditangkap dan dihukum mati oleh tentara Jepang.
2. Rd. Dewi Sartika
Meskipun lahir dari seorang keluarga ningrat, Dewi Sartika tidak tertarik terhadap pemerintahan Belanda. Dirinya hanya ingin meningkatkan derajat kaum wanita Sunda yang sangat terbelakang. Tidak bisa menulis dan membaca. Mereka hanya bisa diam di dapur dan mengurus rumah. Melihat suasana seperti ini, ia ikut sekolah. Meski tidak tamat sekolah, tapi kemampuannya membaca dan menulis sudah baik.
Selain itu, ia pun mendapat pengajaran dari sekolah Belanda meskipun tidak belajar di ruangan. Ia hanya mendengarkan saja dari luar sekolah. Setelah beberapa tahun, ia mendirikan Sekolah Istri di Bandung yang selanjutnya dikenal dengan Sakola Kautamaan Istri. Jasanya dalam memajukan pendidikan khususnya wanita telah menjadikannya pahlawan Jawa Barat, bahkan Nasional.
3. Otto Iskandardinata
Otto Iskandardinata, berjuluk si Jalak Harupat. Kemampuannya berbeda dengan kebanyakan pahlawan yang lainnya. Ia berjuang secara diplomatis, masuk ke dalam organisasi pergerakan yang didirikan oleh para cendikiawan Indonesia pada waktu itu.
Meskipun tidak dengan senjata, pria kelahiran Bojong Soang, Bandung 31 Maret 1897 ini terus berjuang menyuarakan suara rakyat Indonesia di dalam organisasi-organisasi yang ada. Dari mulai pendudukan belanda hingga Jepang, ia terus berjuang dengan pemikiran-pemikiran dan kritiknya terhadap pemerintahan penjajah. Ia pun masuk di salah satu organisasi yang sangat terkenal pada waktu itu yakni Budi Utomo.
4. Kapten Tb. Muslihat
Bagi kita mungkin tidak terlalu familiar dengan nama ini. Lain halnya dengan Kota Bogor. Kapten Muslihat merupakan pahlawan dari kota tersebut yang lahir pada 26 Oktober 1926. Ia berjuang bukan hanya memerdekakan Indonesia, tetapi ikut mempertahankan daerahnya dari pendudukan Belanda pada 1946. Ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang pintar dalam mengatur strategi perang. Hingga saat ini, kita bisa melihat patungnya berdiri kokoh di Taman Topi, Bogor.
5. Rd. Ayu Lasminingrat
Sama halnya seperti Rd. Dewi Sartika, perempuan kelahiran Garut tahun 1843 ini menginginkan wanita Sunda yang lebih maju dan pintar. Ia mendirikan sekolah khusus perempuan untuk mendidik mereka menjadi wanita yang tangguh dan cerdas. Perempuan asli Garut ini telah berperan besar dalam sektor pendidikan khususnya di Kota Garut.






