Nabi Muhammad, Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Siapakah tokoh paling berpengaruh di dunia? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat mengajukan beberapa pertanyaan pendukung: siapakah tokoh yang paling banyak pengikutnya; paling didengar kata-katanya; paling banyak disebut namanya; paling dituruti perintahnya; paling dimuliakan orang sedunia; paling langgeng warisannya; paling dicintai kepribadiannya; paling banyak ditulis riwayat hidupnya; yang memiliki daya ubah paling besar terhadap peradaban dunia; yang dijadikan rujukan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup?
Orang yang memiliki semua ini adalah yang paling pantas menyandang gelar sebagai “tokoh paling berpengaruh di dunia”! Bukankah orang yang paling berpengaruh adalah orang yang mampu membuat orang lain mengikuti kata-kata dan kehendak dirinya?
Siapakah dia? Tidak lain dan tidak bukan, dialah Muhammad bin Abdullah. Dialah Rasulullah saw. Nabi Akhir Zaman. Walaupun beliau hidup pada abad ke-7 Masehi dan sudah meninggal lima belas abad yang lalu, namanya masih terus abadi hingga sekarang. Kenangan terhadap dirinya bersemayam di dalam hati jutaan manusia.
Tidak ada nama manusia yang paling banyak disebut dan dituliskan selain nama beliau. Dalam sekali shalat, shalat dua rakaat misalnya, seorang Muslim setidaknya akan menyebut nama “Muhammad” lima kali. Padahal, dalam sehari semalam seorang Muslim wajib melakukan shalat lima kali, plus shalat-shalat sunnat.
Dengan demikian, tidak kurang dari 50 kali seorang Muslim menyebut nama beliau dalam sehari semalam. Berapa kali dalam satu tahun? Jika umat Islam berjumlah satu milyar, berapa kali nama Muhammad disebut? Sulit untuk dihitung!
Itu baru urusan nama. Jika melihat pengaruh beliau pada peradaban dunia, kita akan mendapati fakta-fakta yang mencengangkan. Bagaimana peradaban manusia yang sebelumnya berjalan di tempat, yang diperbudak kebodohan dan hawa nafsu, dapat berubah menjadi peradaban yang berubah cepat dan meraih kegemilangan yang sebelumnya sangat sulit dibayangkan.
Semua berubah dengan hadirnya sosok Nabi Muhammad saw. Aneka kemajuan manusia yang ada sekarang pun, baik yang bersifat materiil maupun non materiil, adalah bagian dari kontribusinya.
Karena pengaruhnya pula, entah berapa orang dari setiap generasi dan zaman, yang menangis karena menahan rindu kepadanya, yang bersungguh-sungguh mempelajari ajarannya untuk kemudian menyebarkannya kembali; yang rela memberikan harta yang amat dicintainya untuk berkhidmat kepadanya, yang rela meregang nyawa untuk membela kehormatannya, dan hal-hal spektakuler lainnya.
Itulah mengapa, pada 1978, Michael H. Hart, menulis sebuah buku fenomenal tentang orang-orang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Dengan ketekunan tingkat tinggi, dia menyaring dan menganalisis seratus tokoh yang dianggap berperan penting dalam mengubah sejarah dunia.
“Seratus orang ini saya susun menurut keseluruhan peran yang dilakukannya bagi umat manusia. Kelompok seratus orang istimewa ini saya susun dalam daftar saya,” tulis Hart dalam buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah (Pustaka Jaya, 1981).
Dalam bukunya tersebut, peringkat pertama jatuh pada Nabi Muhammad saw. Beliau mengungguli Isaac Newton (1642-1727) diperingkat kedua, Nabi Isa Al-Masih (6 SM-30 M) diperingkat ketiga, Buddha (563-483 SM) diperingkat keempat, Kong Hu-Chu (551-479 SM) diperingkat kelima, dan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya.
Hart kemudian mengatakan, “Muhammad bukan hanya pemimpin agama, tetapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku pendorong penaklukan yang dilakukan bangsa Arab (kaum Muslimin), pengaruh kepemimpinan politiknya berada pada posisi terdepan sepanjang masa.”
Apa yang diungkapkan Michael H. Hart, bukan sekadar basi-basi atau omong kosong yang tiada bukti. Apabila kita lihat dari berbagai sudut pandang, Nabi Muhammad saw senantiasa menjadi paling unggul alias the best. Beliau mampu menjalankan aneka peran yang dimilikinya dengan sempurna, entah sebagai kepala keluarga, sebagai kepala negara, panglima perang, hakim, pendidik, pengusaha, maupun sebagai seorang reformer akhlak.
Oleh karena itu, tidak hanya manusia yang “angkat topi”, Tuhan pun melontarkan pujian yang tidak Dia berikan kepada selain Nabi Muhammad. “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam, 68: 4).






