Ibn Arabi, Pemikir Islam dan 28 Hari Ciptaan Allah
Ilustrasi tokoh pemikir islam
Ibn Arabi, seorang sufi sekaligus tokoh pemikir Islam, dikenal dunia karena kecemerlangan pengetahuannya. Bahkan, Ibn Arabi bisa dikatakan sebagai titik anomali ilmu pengetahuan. Ia mampu menggabungkan pengetahuan "sekular" (yang seakan tidak berkaitan dengan Tuhan) dengan pengetahuan spiritual yang didapatnya langsung dari Allah (bahkan Ibn Arabi mengaku pernah bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, termasuk Nabi Muhammad saw.). Salah satu yang paling istimewa adalah kemampuan Ibn Arabi dalam menafsirkan pergerakan waktu.
Waktu Menurut Ibn Arabi
Dalam salah satu buku terbesarnya, Futuhat Al-Makiyya, Ibn Arabi mendefinisikan waktu. Menurutnya, waktu sebuah benda adalah bentuk keberadaannya, pengaruhnya terhadap benda itu sendiri. Jadi, setiap eksisten memiliki waktunya sendiri-sendiri seperti yang dijelaskan dalam Q.S. 70:4,
"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun"
dan Q.S. 2:47,
"Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu".
Dalam kedua ayat tersebut, ada malaikat yang memiliki waktu 50000 tahun dan 1000 tahun. Pemikiran ini jelas lebih dahulu 7 abad sebelum teori relativitas Einstein (dan Alquran lebih dahulu 14 abad dari gagasan Einstein).
28 Hari Versi Ibn Arabi
Terkait dengan hari-hari dalam sebulan, Ibn Arabi membuat tabel yang menjelaskan bahwa setiap hari dilekati oleh satu huruf hijaiyah. Hitungan Ibn Arabi ini sesuai dengan hitungan hari dalam bulan yang berkisar pada angka 28 hari. Berikut ini gambarannya.
|
Tanggal |
Huruf Hijaiyah |
Makna |
Asma Allah |
|
1 |
(hiatus, jeda, kosong) |
Intelek Pertama: Pena |
Pemberi Perintah Yang Sempurna |
|
2 |
Ha' |
Meja yang dijaga Jiwa Universal |
Dia Yang Memunculkan |
|
3 |
'Ain |
Sifat Universal |
Yang Maha Batin |
|
4 |
Kha' |
Material Prima |
Yang Terakhir |
|
5 |
Ghain |
Badan Universal |
Yang Maha Lahir |
|
6 |
Kho' |
Bentuk |
Yang Maha Bijaksana |
|
7 |
Qof |
Singgasana |
Dia yang melebihi Sagelanya |
|
8 |
Kaf |
Alas dan dua kaki |
|
|
9 |
Jim |
Ruang tanpa bintang, langit menara zodiak |
Yang Maha Kaya Yang Bebas |
|
10 |
Syin |
Ruang pemberhentian, Langit bintang tetap, Matahari surga dan atap neraka |
Yang Berkuasa |
|
11 |
Ya' |
Langit pertama, langit Saturnus, rumah Ibrahim |
Tuhan |
|
12 |
Dhod |
Langit kedua, langit Jupiter, rumah Musa |
Yang Maha Mengetahui |
|
13 |
Lam |
Langit ketiga, langit Mars, rumah Harun |
Yang Menang |
|
14 |
Nun |
Langit keempat, langit matahari, rumah Nuh |
Yang Menerangi |
|
15 |
Ro' |
Langit kelima, langit Venus, rumah Yusuf |
Yang Memberi Bentuk |
|
16 |
Tho' |
Langit keenam, langit merkurius, rumah Isa |
Yang Menghitung |
|
17 |
Dal |
Langit bawah, langit bulan, rumah Adam |
Yang Terang |
|
18 |
Ta' |
Bidang eter dan meteor, pusat api |
Yang Menduduki |
|
19 |
Za' |
Udara |
Yang Maha Hidup |
|
20 |
Sin |
Air |
Yang Menghidupkan |
|
21 |
Shod |
Bumi |
Yang Maha Melakukan segala-galanya |
|
22 |
Za' |
Logam |
Mineral |
|
23 |
Tsa' |
Tumbuhan |
Dia Yang Menyuburkan |
|
24 |
Dzal |
Hewan |
Dia Yang Mempermalukan |
|
25 |
Fa' |
Malaikat |
Dia Yang Kuat |
|
26 |
Ba' |
Jin |
Halus |
|
27 |
Mim |
Manusia |
Dia yang mempersatukan, yang menyelaraskan |
|
28 |
Waw |
Hirarkis tingkat-tingkat keberadaan |
Dia yang meninggikan melalui tingkat-tingkat |

