Mohammad Hatta, Tokoh Penting Sepanjang Sejarah
Ada banyak tokoh penting dalam kehidupan kita. Setiap tokoh telah memberikan sebuah pengkondisian sehingga nilai-nilai positif yang dibawah sang tokoh menjadi bagian integral hidup kita.
Begitu pentingnya tokoh tersebut sehingga seringkali pola kehidupan kta bercermin padanya. Ini semacam duplikasi atas kebanggaan atas nilai hidup sang tokoh. Dan, nilai kebanggaan kita atas segala jasa para tokoh penting ini seringkali menjadi inspirasi kita dalam menghadapai kehidupan lebih baik.
Mengenal Sosok Bung Hatta
Siapa yang tidak mengenal Mohammad Hatta? Tokoh penting ini lebih akrab dipanggil dengan nama Bung Hatta. Tokoh ini sangat terkenal tidak hanya di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri.
Bung Hatta dilahirkan di Sumatera Barat, tepatnya di kota Fort de Kock. Bung Hatta dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1902 dan meninggal pada tanggal 14 Maret 1980 di Jakarta. Usia beliau pada saat meninggal sekitar 77 tahun.
Dalam perjalanan hidupnya, Bung Hatta dikenal sebagai penjuang yang dengan segala daya upayanya berusaha agar bangsa ini terbebas dari cengkeraman penjajah. Beliau juga dikenal sebagai negarawan yang handal.
Dengan kemampuan yang dimilikinya, maka beliau dapat memerankan diri sebagai negosiator dan pemikir yang handal untuk ukuran orang Indonesia. Beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Ir Soekarno. Dan, karena kemampuan dan kepiawaiannya dalam bidang ekonomi, maka beliau dikenal juga sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Hatta Muda sebagai Sosok yang Penuh Semangat
Sebagai bagian keluarga ulama, Mohammad Hatta mendapatkan sedikit kemudahan dalam proses pendidikannya. Oleh karena itu, proses pendidikan yang diikuti termasuk lengkap, di mulai dari pendidikan dasar di Sekolah Melayu, di Bukittinggi. Pada saat itu sekitar tahun 1913 sampai dengan 1916. Setelah lulus dari sekolah dasar ini, Hatta muda melanjutkan pendidikan di Europeesce Lager School (ELS) yang berada di kota Padang.
Hatta muda termasuk anak yang cerdas, sehingga pada usia 13 tahun. Hatta muda telah berhasil lulus dalam ujian masuk ke SMA, yaitu HBS di Jakarta, dahulu Batavia. Tetapi, Hatta muda tidak dapat mengikuti sebab tidak diperbolehkan ibundanya. Maka, Hatta muda melanjutkan pendidikan di MULO, di kota Padang.
Setelah menyelesaikan masa pendidikan di MULO, Hatta muda melanjutkan pendidikan di Batavia, yaitu di Sekolah Tinggi Dagang. Nama sekolah itu adalah Prins Hendrik School. Dan, sekali lagi, Hatta muda menunjukkan kecerdasannya sehingga di sekolah, dia dapat menyelesaikan dengan hasil yang sangat baik. Hal ini memberikan kesempatan emas padanya sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke Rotterdam School of Commerce atau Nederland Handelshogeschool.
Prestasi tertinggi yang didapatkan oleh Hatta muda adalah diperolehnya gelar kehormatan akademis dari UGM Yogyakarta. Gelar kehormatan tersebut adalah dalam bidang Ilmu Hukum, yaitu Doctor Honoris Causa. Dengan gelar kehormatan ini mengkukuhkan Hatta mudah sebagai sosok penting dalam kehidupan bangsa besar ini.
Pengalaman dalam Kancah Politik
Pengalaman pertama Hatta muda dalam kancah politik adalah ketika Dia berusia 15 tahun. Dia mulai menerjuni dunia politik dengan masuk sebagai aktivis organisasi sebagai bendahara. Organisasi pertama yang menampung kesadaran politiknya adalah Jong Sumatranen Bond di Padang. Dan, pengalaman Hatta semakin meningkat dengan semakin aktifnya Dia menghadiri ceramah atau pertemuan politik dengan pembicara-pembicara handal, salah satunya Abdul Moeis.
Sementara itu, saat Hatta muda berada di Batavia, Dia menggabunghkan diri pada organisasi Jong Sumatranen Bond Pusat. Di pusat organisasi ini, Hatta muda menduduki posisi sebagai Bendahara. Dan, ketika Hatta muda berada di Belanda, untuk menyalurkan hasrat berorganisasinya, Dia bergabung di Perhimpunan Hindia atau lebih sering disebut sebagai Indische Vereeniging. Pada saat inilah mulai berkembang kesadaran pergerakan. Organisasi ini sebenarnya hanyalah sebuah perkumpulan pelajar yang diarahkan sebagai tempat pertemuan pelajar dari Indonesia untuk melepas kangen pada tanah air.
Indische Vereeniging semakin kental kesadaran pergerakannya ketika mereka kedatangan tiga tokoh dari tanah air, yaitu dari organisasi Indische Partij. Ketiga tokoh tersebut adalah Suwardi Suryaningrat, Tjipto Mangunkusumo, dan Ernest Douwes Dekker. Ketiga tokoh inilah yang selanjutnya membakar semangat Hatta muda untuk semakin terjun ke dunia politik.
Dengan memperhatikan perjalanan Mohammad Hatta, setidaknya kita menyadari bahwa sebagai tokoh penting bangsa ini keberadaan Mohammad Hatta sedemikian penting bagi bangsa dan negara ini. Ini karena Mohammad Hatta adalah salah seorang Proklamator Kemerdekaan bangsa ini dari cengkeraman penjajah.






