logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Mengenal Tokoh Politik Indonesia Era Orde Baru


Ilustrasi tokoh politik indonesia

Setiap lembar sejarah negeri ini, pasti ada tokoh politik Indonesia yang mewarnai dinamika bangsa Indonesia. Tokoh politik Indonesia merupakan sosok yang berjasa membantu dan menyumbangkan pikiran untuk kemajuan Indonesia. Tokoh politik Indonesia adalah putra bangsa pilihan yang ditunjuk oleh negara untuk ikut menjadi bagian dari pemerintah. Tokoh politik hadir dari berbagai latar belakang, misalnya parktisi pendidikan, militer maupun spiritual.

Sejarah Tokoh Politik Indonesia Masa Orde Baru

Publik figur yang dijadikan sebagai tokoh politik Indonesia merupakan sosok hebat sebab mereka berhasil menyatukan masyarakat Indonesia yang berlatar belakang suku dan budaya berbeda. Bayangkan, bangsa ini terdiri dari ratusan suku dan budaya. Secara logika kalau keragaman ini tak dimanajemen dengan baik, bakalan berpotensi konflik. Untungnya Indonesia memiliki azas "Bhineka Tunggal Ika" yang cocok untuk mengikat keragaman budaya menjadi satu tujuan pembangunan bangsa.

Orde Baru merupakan masa peralihan dari masa Orde Lama yang diakhiri dengan percobaan penggulingan Soekarno oleh manuver ilegal partai kKomunis. Kesigapan Soeharto berserta pasukan militernya akhirnya berhasil menyelamatkan konstitusi Indonesia dari percobaan revolusi komunis. Kemudian suksesi kepemimpinan negara diteruskan ke Soeharto. Di situlah sejarah mencatat Soeharto sebagai tokoh politik Indonesia.

Di masa kepemimpinan Soeharto, hampir semua menteri, pejabat negara, dan gubernur banyak dipilih dari sosok berlatar belakang militer ini. Soeharto memilih pejabat dari kalangan militer karena ada tujuannya.

Sumber daya manusia yang direkrut dari instansi militer memiliki disiplin tinggi dan semua yang dikerjakan sesuai dengan jadwal. Deidikasi dan loyalitas terhadap negara tak perlu diragukan lagi. Itulah sepesifikasi tokoh politik Indonesia ketika Orde Baru memulai fase kepemimpinan selama 35 tahun.

Sosok Tokoh Politik Indonesia

Menarik sekali menyimak sosok tokoh politik Indonesia pada masa-masa awal Ode Baru. Saat itu, gejolak politik begitu ketat dan pejabat politik saat itu begitu superbody menerapkan kebijakan nasional. Berikut ini merupakan ulasan sekilas tokoh politik Indonesia di masa Orde Baru.

1. Soeharto

Soeharto, presiden kedua Indonesia lahir pada 8 Juni 1921, di sebuah dusun kecil yang ada di Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Karier Soeharto melejit semenjak sukses membongkar aksi PKI menggulingkan Soekarno serta menculik jenderal-jenderal TNI AD di Jakarta dan Yogyakarta.

Setelah Orde Lama berakhir, pada 12 Maret 1967, Soeharto dilantik menjadi pejabat presiden guna menggantikan Soekarno yang lengser karena sakit parah. Setahun kemudian atas perintah MPR, Soeharto dilantik menjadi presiden kedua Republik Indonesia menggantikan Soekarno.

Setelah resmi menjadi presiden, Soeharto membentuk rencana pembangunan lima tahun, lebih populer disingkat Pelita I. Wakil presiden pada masa itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pembangunan di masa Pak Harto lebih ditekankan pada swasembada pangan dan pembangunan infrastruktur yang mendukung pertanian. Pada masa Orde Lama, produksi beras Indonesia sangat minim. Dalam setahun, produksi beras 12 juta ton, sisanya diimpor dari Thailand dan Filiphina.

Selain itu, Soeharto membangun kembali perkonomian Indonesia yang tadinya morat-marit karena faktor politik. Pak Harto menggaet para pakar ekonomi, seperti Soemitro Djoyohadikusumo ditunjuk menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Sudjono Humardani sebagai asisten pribadi, sedangkan Ali Murtopo ditunjuk untuk mengurusi sosial dan politik. Semua jajaran kabinet bekerja keras mengentas masyarakat Indonesia dari keterpurukan ekonomi dan memperbaiki stabilitas politik.

Pak Harto sukses memakmurkan rakyatnya dengan program swasembada pangan dan program Kkeluarga Berencana atau lebih populer disingkat KB. Populasi penduduk berhasil ditekan, sedangkan pendidikan dasar menjadi program belajar wajib. Indonesia harus tinggal landas merupakan rencana pembangunan masa depan, dari negara makmur menjadi negara maju.

Namun di sisi lain, dia menerapkan pengawasan secara represif terhadap media massa. Di bawah Menteri Penerangan, media massa di Indonesia tunduk terhadapnya. Semua pemberitaan disaring agar tak ada ekses subersif. Selama 35 tahun kebebasan peres di kekang. Praktik ilegal KKN menjadi penyakit kronis menggrogoti birokrasi Indonesia. Mempertahankan kelanggenan kekuasaan justru menjadi bumerang bagi Soeharto. dia diturunkan oleh kekuatan rakyat pada 1998.

2. Adam Malik

Adam Malik merupakan negarawan besar yang turut berjasa menaikkan nilai tawar Indonesia terhadap dunia internasional. Beliau lahir pada 22 Juli 1917 di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Awal karier Adam Malik dimulai ketika dia menjadi jurnalis. Selain itu, dia aktif mengikuti organisasi pergerakan menuju kemerdekaan.

Perjuangan Adam Malik yaitu dalam bentuk tulisan yang ditayangkan di media massa. Adam Malik turut serta merintis Antara, kantor berita nasional.

Adam Malik muda sangat aktif mengikut organisasi pemuda. Sebelum kemerdekaan, dia bersama pemuda lainnya menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Di sana, pemuda-pemuda mendesak Soekarno dan Hatta merancang statemen kemerdekaan, mengingat Jepang kalah perang pada PD II. Ini sebuah peluang untuk memuluskn kemerdekaan Indonesia.

Akhirnya dibuatlah teks proklamasi yang pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkan beserta pengibaran bendera merah putih yang dibuat Fatmawati, istri Soekarno.

Selain manjadi wartawan, dia terjun ke dunia politik dan pernah menjabat sebagai ketua Partai Gerindo Cabang Pematar Siantar. Karier politiknya membawa dia menjadi tokoh politik Indonesia.

Di Kabinet Soeharto, Adam Malik pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Beliau merupakan wakil Indonesia yang diutus dalam panitia pembentukan persatuan negara-negara se-Asia Tenggara atau disingkat Asean. Puncak karier Adam Malik adalah ketika dipilih sebagai Wakil Presiden ke-3 setelah Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

3. Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah orang yang berjasa dibalik terbentuknya Republik Indonesia. Selaku raja Ngayogyakarta Hadiningrat, dia orang pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakan sosok dibalik kesuksesan Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Dia bersama Soeharto menyusun strategi serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer Belanda di Yogyakarta.

Dia menyumbangkan dana pribadinya untuk menggaji tentara Indonesia yang waktu itu tak ada dana untuk membayar gaji. Dia menyediakan ruangan di keraton untuk persembunyian tentara Indonesia dari kejaran serdadu Belanda. Masih banyak lagi jasa beliau terhadap Indonesia.

Ketika masa pemerintahan Soeharto, Sri Sultan dipilih menjadi Wakil Presiden kedua setelah Mohammad Hatta. Sebelumnya, pada masa kabinet Soekarno, beliau pernah menduduki kursi Menteri Utama bidang Ekonomi dan Keuangan.

Setelah menyelesaikan jabatan sebagai wakil presiden, Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta hingga masa akhir hayatnya. Beliau meninggal di Amerika Serikat ketika sedang masa pengobatan pada 1988 dan dimakamkan di Imogiri. Jasa Sri Sultan luar biasa besar dan pantas dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

4. Ali Murtopo

Letjen Ali Murtopo, itulah pangkat terakhir beliau sebelum pensiun dari TNI AD. Beliau merupakan tokoh politik Indonesia yang berpengaruh di masa Orba. Ali Murtopo lahir pada 23 September 1924 di Blora, Jawa Tengah. Semasa hidupnya, Ali Murtopo menjadi tangan kanan Soeharto yang mengurusi masalah politik, telik sandi maupun stabilitas dalam negeri.

Ali Murtopo mengawali karier militernya sejak berkabung dengan BKR, cikal bakal Tentara Republik Indonesia. Setelah TNI terbentuk, Ali Murtopo bertugas di Kodam Diponegoro, Jawa Tengah. Tugas-tugas operasi lapangan yang dijalaninya antara lain operasi pembasmian pemberotakan Darul Islam, pimpinan Kartosuwiryo, operasi inteljen membasmi pembrontakan PKI, dan masih banyak lagi.

Dalam kabinet Soeharto, Ali Murtopo kebagian kursi Menteri Penerangan Indonesia. Tapi sebelumnya, dia pernah menjabat Deputi Kepala Badan Koordinasi Inteljen Negara. Ali Mortopo merupakan orang yang berjasa membangun institusi inteljen modern di Indonesia. Dia adalah tokoh politik Indonesia di depan panggung maupun di belakang layar.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Lebih Dekat Sosok Bung Hatta
  • Jasa Tokoh-Tokoh Sumpah Pemuda
  • Mengenang Sejarah Perjuangan RA Kartini di Indonesia
  • W.S. Rendra - Sang Burung Merak
  • Riwayat Hidup Gus Dur
  • Mengulas Biografi John Lennon
  • Kumpulan Biografi Sastrawan Indonesia
  • Kaka Real Madrid - Pemain Religius yang Mengidolakan Tom Hanks
  • Tokoh Pemimpin: Antara Ahmad Dinejad dan Jokowi
  • Profil Presiden SBY, Presiden Keenam Indonesia
  • Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia
  • Rahmah El-Yunusiyyah - Tokoh Pendidikan Islam Wanita Pertama di Indonesia
  • Tokoh Kartun Favorit dari Amerika hingga Jepang
  • Biografi Obama, Sang Fenomenal
  • Michelangelo, Seniman Dunia Pecinta Tantangan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA