logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Mengenal Sosiologi dari Pemikiran Tokoh-tokoh Sosiologi


Ilustrasi tokoh sosiologi

Tokoh Sosiologi melahirkan teori-teori mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat, bisa manusia dengan manusia ataupun manusia dengan lingkungannya dan masih banyak ruang lingkup lainnya.

Manusia adalah makhluk sosial, yang menjadi bagian dari masyarakat. Setiap individu pasti mengetahui dan merasakan secara langsung bagaimana hubungan dirinya dengan lingkungan. Hal ini pula yang dirasakan orang awam, sekalipun yang secara tidak sadar sudah mengetahui apa sebenarnya ilmu sosiologi.

Pada mulanya, manusia mengenal suatu peradaban dan kebudayaan, yang berhubungan dengan manusia dan masyarakat yang menjadi suatu kajian yang menarik perhatian. Misalnya saja, masalah perang, kejahatan, kedudukan sosial atau strata sosial, masalah keagamaan, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat dipelajari dari teori-teori dan penelitian yang sudah dilakukan oleh para tokoh-tokoh sosiologi.

Jika ingin lebih mengenal ilmu sosiologi, alangkah baiknya mengenal pula nama tokoh-tokoh sosiologi yang cukup terkenal dengan pandangan, pemikiran, dan teori-teorinya mengenai ilmu sosiologi.

Auguste Comte (1798 – 1857)

Auguste Comte adalah tokoh sosiologi yang pertama kali memberikan nama pada ilmu tersebut. Yaitu, pada tahun 1839 dari kata socius yang memiliki pengertian “kawan” atau logos yang artinya “kata”.

Sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu yang berbicara atau membahas mengenai masyarakat. Menurutnya, sosiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai masyarakat umum yang merupakan tahap akhir dari ilmu pengetahuan dalam artian sosiologi lahir pada waktu akhir-akhir ilmu pengetahuan karena sosiologi didasari oleh kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan. Hal inilah yang memengaruhi sosiologi.

Auguste Comte juga mengatakan bahwa dalam mempelajari ilmu sosiologi tidak bisa dengan spekulasi atau hanya dengan mengandalkan dugaan-dugaan.

Pengetahuan mengenai sosiologi harus dilakukan berdasarkan pengamatan dan observasi langsung, yang sistematika dan metodologinya tersusun. Auguste Comte mempunyai dua anggapan inti atau pokok yang menjadi objek atau pembahasan dalam sosiologi, yaitu sebagai berikut.

1. Social Statistik 

Adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga yang ada dimasyarakat.

2. Social Dinamic

Adalah ilmu yang mempelajari bagaimana lembaga tersebut mengalami perkembangan dan perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan zamannya. Perkembangan yang terjadi pada lembaga yang ada dimasyarakat karena terdapat tiga tahapan dalam perkembangan pada pikiran manusia. Tiga tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Tahapan teologis adalah tingkat pemikiran manusia bahwa benda-benda yang ada di dunia ini memiliki jiwa karena adanya kekuatan yang berada di atas manusia. Tahapan teologis tersebut tidak sesuai dan tidak dapat dipakai karena tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bertujuan mencari adanya sebab dan akibat dari gejala-gejala perkembangan dan perubahan dari lembaga masyarakat.
  • Tahapan Metafisis adalah tahapan dari pikiran-pikiran manusia yang memercayai bahwa ada kekuatan di luar diri dan di atas diri manusia.
  • Tahap Positif adalah tahapan pemikiran manusia yang mampu berfikir secara ilmiah. Pada tahapan inilah ilmu pengetahuan mulai berkembang dan mengalami perubahan.

Dari hasil pemikirannya kita bisa mengetahui filsuf Prancis ini melakukan pendekatan mengenai masyarakat. Dari tiga tahapan pemikiran manusia di atas, nampak bagaimana ilmu pengetahuan memiliki tiga urutan tertentu berdasarkan logika yang pada akhirnya mengantarkan pada gejala-gejala ilmiah.

Pemikiran-pemikiran tokoh sosiologi Auguste Comte terdapat dalam karya-karyanya, beberapa di antaranya adalah "The Scientific Labors Necessary for the Reorganization of Society" (1822), "The Positive Philosophy" (sebanyak enam jilid, 1830 – 1840), dan "Subjective Synthesis" (1820 – 1903). Di buku "The positive philosophy" jilid terakhirlah tokoh sosiologi ini mencatat lahirnya kata atau pengistilahan sosiologi, tepatnya yaitu pada tahun 1842.

John Stuart Mill adalah seorang ahli filsafat dan pemikir dari Inggris pernah memakai istilah “ethnology” untuk ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masyarakat. Namun, istilah tersebut tidak begitu populer.

Herberd Spencer (1820 – 1903)

Istilah sosiologi menjadi populer  pada abad ke 20 setengah abad dari masa Auguste Comte, yaitu oleh Herberd Spencer seorang filsuf dan pemikir dari negara Inggris, yang menerbitkan sebuah buku, berjudul “Principles of Sociology”, dari situlah ilmu sosiologi mulai terkenal dan menjadi sangat populer di negara Jerman, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Dalam bukunya, Herberd menguraikan secara rinci mengenai materi dibandingkan dengan pola sistematis. Ia mengatakan bahwa pokok pembahasan dalam sosiologi adalah keluarga, politik, agama, industri, dan pengendalian sosial. Ditambahkan pula pembahasan mengenai pembagian kerja, stratifikasi sosial, dan keindahan.

Herberd menekankan bahwa dalam ilmu sosiologi harus menyoroti timbal balik yang terjadi antara unsur-unsur yang ada di masyarakat. Misalnya, pengaruh kenakalan remaja terhadap lingkungan keluarga dan masyarakat, hubungan antara lembaga keagamaan dengan lingkungan, pengaruh pengangguran terhadap kejahatan, dan masih banyak contoh lainnya yang bisa diambil.

Hal tersebut dikarenakan unsur-unsur yang ada di masyarakat, yang mempunyai hubungan yang harmonis, saling berintegrasi dan mempengaruhi. Beberapa karya terkenal Herberd Spencer antara lain "Social Statistics" (1850), "Principles of Physchology" (1955), "Principles of Biology" (terdiri dari dua jilid, 1864 dan 1861), dan "Principles of Ethics" (1893).

Emile Durkhein (1858 -1971)

Sesudah Herberd Spencer, muncul tokoh sosiologi Emile Durkein, seorang sosiolog yang mempelajari dan meneliti lembaga yang terdapat dalam masyarakat dan proses-proses sosial yang terjadi di dalamnya. Di sebuah majalah sosiologi yang pertama, yaitu “L’annee Sociologique” Emile Durkein Membagi sosiologi menjadi tujuh bagian, yaitu sebagai berikut.

  • Sosiologi umum, yaitu sosiologi yang mencakup segala hal yang berhubungan dengan kepribadian atau sifat yang ada dalam diri individu dan kelompok-kelompok yanga ada dimasyarakat.
  • Sosiologi agama, yaitu sosiologi yang mempelajari mengenai agama dengan masyarakatnya, baik dalam hubungan yang ada dalam keluarga, lingkungan di luar, dan sebgaianya.
  • Sosiologi tentang kejahatan adalah sosiologi yang mencakup segala hal yang berhubungan dengan kejahatan baik dampak, akibat, dan lain sebagainya.
  • Sosiologi hukum dan moral yang mempelajari mengenai organisasi, baik organisasi politik, keluarga, perkawinan, dan lain sebagainya.
  • Sosiologi ekonomi adalah sosiologi yang mencakup kelompok-kelompok kerja.
  • Demografi adalah sosiologi yang pembahasannya mencakup kehidupan masyarakan desa dan kota.
  • Sosiologi estetika adalah sosiologi yang pembahasannya mencakup bentuk-bentuk kesenian dan keindahan.

Tokoh sosiologi ini juga menekankan dalam penelitian mengenai sosiologi, perlu terlebih dahulu mengenali masyarakatnya. Hal ini sama seperti apa yang sudah ditekankan oleh Auguste Comte, bahwa untuk mempelajari sosiologi harus dengan melakukan pengamatan. Beberapa karya Emile Durkein yang terkenal adalah "The social division of labor" (1893), "The Rules of Sociological Method" (1895), dan "The Elementary forms of Religious life" (1912)

Max Weber ( 1864 – 1920)

Max weber adalah tokoh sosiologi yang memberikan pengertian mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kelakuan dan tingkah laku manusia juga menelaahnya dengan pola sebab akibat di mana terjadi interaksi manusia.

Metode dan pengertian Max Weber sangat populer. Ia juga populer dengan teori ideal typusnya, yaitu suatu konstruksi yang ada dalam pikiran peneliti yang bisa digunakan sebagai alat dalam melakukan analisa gajala-gajala yang ada dimasyarakat.

Pemikirannya banyak memberikan kontribusi yang besar dalam ilmu sosiologi, misalnya analisa mengenai kekuasaan dan wewenang di dalam masyarakat, birokrasim agama, organisasi-organisasi kemasyarakatan, dan masih banyak lainnya.

Sudah banyak karya yang ditulisnya, beberapa di antaranya adalah "The History of trading companies during the moddle ages", karya berupa desertasi pada (1889), "Economy and Society" (1920), "Col’ected essays on Sociology of Religion" (tiga jilid, 1921), "Collected essays on Sociologu and Social Problems" (1924), "From Max Weber: Essays in Sociology" (yang diterjemahkan dan diedit oleh H.H Gerth and C.Eright Mills pada tahun 1946), "The Theory of social and economic organization" (yang diterjemahkan oleh Talcott Parsons, 1947), dan "Alex Weber on the methodology of social sciences" (yang diterjemahkan oleh E.A. Shils dan H.A Finch, 1949).

Masih banyak nama-nama tokoh sosiologi terkenal di benua Amerika dan Eropa yang menyumbangkan kontribusi berupa pemikiran-pemikiran yang sangat besar terhadap perkembangan ilmu sosiologi, seperti Charles Horton Cooley, Lester Frank Ward, Karl Marx, William Graham Summer, Gorg Simmel, Vilfredo Pareto, Robert Ezra Park, Karl Mannheim, Leopord Von Wiese, Alfred Vierkandt, Ferdinand Tonnies, Pieere Guillaurne, dan Frederic Le Play.

Dengan berkembangnya kebudayaan, maka mau tak mau aspek-aspek di dalam masyarakat pun mengalami perubahan. Hal ini diikuti pula oleh ilmu sosiologi yang mengalami perkembangan yang pada akhirnya ia tidak  hanya dikenal dan berkembang di benua Eropa dan Amerika saja, tapi dikenal di Asia dan Timur, khususnya Indonesia. Dan melahirkan banyak tokoh sosiologi di negaranya masing-masing.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mantan Presiden Gus Dur, Tokoh Reformis yang Saling Menghargai
  • Pemain Bola Indonesia yang Pernah Merumput di Eropa
  • Adam Smith, Tokoh Ekonomi Kapitalis
  • Mengenal Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional
  • Mengenal Biografi Emha Ainun Najib
  • Nama Tokoh Wayang Kulit: Seni dan Filosofi dalam Wayang Kulit
  • Ahmad Dahlan, Satu dari Sekian Tokoh-Tokoh Pendidikan Indonesia
  • Wawancara Obama
  • Mengintip Biografi Randy Pangalila
  • Sandi Sandoro, Pengamen yang Mengharumkan Indonesia di Kancah Internasional
  • Sandiaga: Tokoh Usahawan
  • Mengulas Biografi John Lennon
  • Mengenal Biografi Nabi Muhammad SAW
  • Mengenang Jasa-jasa Jendral M Yusuf
  • Mengulas Sosok Leonardo Dicaprio
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA